Mahasiswi
Pendidikan
Puisi
Sastra Kita
Nyanyian Sunyi
Nyanyian Sunyi
Kalbu diselimuti kabut hitam, dihiasi hujan dan cerah, ada kala hari ini baik-baik saja, namun hanya terfokus pada satu pemandangan kabut malam.
sungai mengalir, hujan terus turun, arus kencang, hingga... gemuruh hujan kian menghitam, gemercik suara hujan mengenai permukaan sungai, seolah meniup gelombang sampai ke permukaan yang dalam.
gemerciknya kecil, namun menghantam dalam.
Tak kunjung reda, kalbu ikut tenggelam hingga kedalaman lalu terhempas ke permukaan, hujan semakin deras dengan diam...
bumi berkata..... tetaplah mengalir hingga derasnya menghantam alam.
tak ada kata, diam, seolah semua akan baik-baik saja pada waktunya.
Oleh: Arini Putri
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi.
Follow: @reree_arn
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Mahasiswi

Post a Comment