Kampus
Mahasiswi
Puisi
Sastra Kita
Syarce
Pelan-pelan Aku Mengerti
Deskripsi:
Kadang, cinta hadir dalam diam-tak bersuara, tak pula dipeluk. Puisi ini adalah sepucuk hati dari seorang anak yang perlahan belajar memahami ayahnya, belajar mencintai meski tanpa banyak kata. Karena tidak semua kasih dibungkus dengan pelukan-kadang, ia hanya diam yang lelah, tapi setia.
Pelan-pelan Aku Mengerti
Ayah, mungkin kau tak banyak bicara, tak pandai menunjukkan rasa. Wajahmu acuh, tingkahmu cuek, tapi hatimu-telah sering dibakar oleh hari-hari yang berat.
Aku kadang lupa, bahwa kau juga manusia, sama, seperti aku... yang bisa lelah, marah, kecewa, tanpa pernah benar-benar berkata.
Berapa luka yang tak kau bagi? Berapa hari buruk yang kau telan sendiri? Berapa banyak beban yang hanya kau simpan di pundak yang kini makin membungkuk dari waktu ke waktu?
Tanganmu yang jarang kulihat.. Telapak kakimu yang kotor untuk pendidikanku..
Andai dulu.
cinta sempat hadir dalam bentuk pelukan, dan obrolan sebelum tidur, mungkin kini aku tak ragu untuk sekadar bertanya, "Ayah, bagaimana harimu?"
Tapi, tak apa, kini aku mengerti kau pun dulu ingin dicintai, namun tak tahu caranya dan menjadikanmu bisu karna benar-benar tak mengerti caranya Mungkin itulah yang membuatmu diam, dan kini membuatku ragu.
Namun dengarlah, meski sunyi memisahkan kata,
aku tetap mencintaimu, Ayah... dengan cara perlahan-lahan yang kita sama-sama pelajari.
Oleh: Arini Putri
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi.
Follow: @reree_arn
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment