-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Keislaman Mahasiswi Pendidikan Psikologi Shopping Therapy Solusi Stres atau Pelarian Emosional?
Esai Kampus Keislaman Mahasiswi Pendidikan Psikologi

Shopping Therapy Solusi Stres atau Pelarian Emosional?

Nama: Syabilla Danisya
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
16 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  ESAI.--   Pernah merasa setelah seharian penuh tekanan tugas menumpuk, masalah tidak kunjung selesai, atau perasaan yang sulit dijelaskan kamu tiba-tiba membuka aplikasi belanja online dan mulai memasukkan barang ke keranjang? Satu baju, satu skincare, satu pernak-pernik lucu. Dan anehnya, sesaat setelah menekan tombol beli sekarang, ada rasa lega yang muncul.

Fenomena ini begitu umum hingga punya nama tersendiri shopping therapy atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut retail therapy. Belanja sebagai cara untuk merasa lebih baik. Belanja sebagai pelarian dari stres, kejenuhan, atau kesedihan yang sulit diungkapkan.

Tapi pertanyaan besarnya adalah apakah shopping therapy benar-benar menyembuhkan ? Atau ia hanya menunda rasa sakit sambil menguras isi dompet ?

Apa Itu Shopping Therapy?


Shopping therapy atau retail therapy adalah kebiasaan berbelanja yang dilakukan bukan karena kebutuhan, melainkan sebagai respons terhadap emosi negatif stres, bosan, sedih, cemas, atau merasa hampa. Istilah ini pertama kali muncul dalam budaya populer pada tahun 1980-an dan sejak saat itu semakin relevan, terutama di era belanja online yang menawarkan kepuasan instan hanya dengan beberapa ketukan jari.

Secara psikologis, perasaan senang saat berbelanja bukan sekadar ilusi. Otak benar-benar merespons aktivitas belanja dengan melepaskan dopamin neurotransmitter yang berkaitan dengan rasa senang dan hadiah. Itulah mengapa melihat barang yang menarik, membayangkan memilikinya, bahkan hanya menelusuri katalog online bisa terasa begitu menyenangkan.

Masalahnya dimulai ketika dopamin itu menguap dan kenyataan kembali hadir bersama tagihan, lemari yang semakin penuh, dan perasaan yang sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi.

Sisi yang Tidak Terlihat Mengapa Kita Berbelanja Saat Stres?


Ada alasan psikologis yang sangat mendasar mengapa belanja terasa seperti solusi ketika emosi sedang tidak baik-baik saja.

Pertama, belanja memberikan ilusi kendali. Ketika hidup terasa kacau dan banyak hal di luar kendali kita deadline yang tidak bisa ditunda, hubungan yang memburuk, atau ketidakpastian masa depan berbelanja memberikan rasa bahwa kita punya kuasa atas sesuatu. Kita yang memilih. Kita yang memutuskan. Kita yang menekan tombol beli.

Kedua, belanja menjadi pengalih perhatian yang efektif. Saat kita sibuk memilih warna sepatu atau membandingkan harga produk skincare, pikiran kita sejenak tidak lagi memikirkan masalah yang sesungguhnya. Ini adalah bentuk escapism yang sangat mudah diakses, apalagi di era di mana toko online buka 24 jam, flash sale hadir setiap hari, dan notifikasi diskon terus berdatangan.

Ketiga, ada elemen penghargaan diri di balik belanja. Setelah hari yang berat, membeli sesuatu untuk diri sendiri terasa seperti bentuk apresiasi Aku sudah bekerja keras, aku layak mendapatkan ini. Masalahnya muncul ketika pembelian ini terjadi setiap hari, untuk alasan yang semakin sepele, dengan jumlah yang semakin tidak terkendali.

Ketika Belanja Menjadi Mekanisme Pelarian

Self-care yang sehat adalah ketika kamu, setelah melewati minggu yang melelahkan, memutuskan membeli buku yang sudah lama kamu inginkan atau sepasang sandal yang memang kamu butuhkan dan merasa senang tanpa rasa bersalah setelahnya.

Pelarian emosional adalah ketika kamu berbelanja bukan karena kamu menginginkan barangnya, tapi karena kamu ingin melarikan diri dari perasaanmu. Kamu tidak benar-benar butuh atau bahkan ingin baju kelima itu kamu hanya tidak ingin merasakan kesepian, kekosongan, atau kecemasan yang sedang menggerogoti dari dalam.

Psikolog menyebut pola ini sebagai emotional spending pengeluaran yang didorong oleh emosi, bukan kebutuhan. Dan seperti kebanyakan mekanisme pelarian lainnya, emotional spending tidak menyelesaikan masalah. Ia hanya menunda pertemuan kita dengan perasaan yang sebenarnya perlu dihadapi.

Dopamin dan Penyesalan Siklus yang Menjebak


Siklus shopping therapy yang tidak sehat bekerja dengan cara yang sangat sistematis, dan justru karena itulah ia begitu sulit dihentikan. Dimulai dengan pemicu emosional stres, bosan, sedih, atau cemas. Lalu muncul dorongan untuk berbelanja sebagai cara merespons perasaan itu. Kemudian datang euforia sesaat saat memilih dan membeli barang.

Tapi tidak lama setelah itu, euforia memudar, dan kita kembali berhadapan dengan perasaan semula ditambah dengan rasa bersalah karena sudah menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai behavioral loop sebuah lingkaran perilaku yang diperkuat oleh hadiah sesaat meskipun dalam jangka panjang justru merugikan.

Yang lebih mengkhawatirkan, emotional spending yang tidak terkendali bisa berujung pada masalah finansial serius utang yang menumpuk, tabungan yang terkuras, dan tekanan ekonomi yang justru menambah stres. Sebuah ironi yang menyakitkan kita berbelanja untuk menghilangkan stres, tapi belanja itu sendiri menciptakan stres baru yang jauh lebih besar.

Tanda-tanda Shopping Therapy Sudah Tidak Sehat


Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
• Respons otomatis terhadap emosi negatif setiap kali stres atau bosan, hal pertama yang dilakukan adalah membuka aplikasi belanja.
• Tidak ingat alasan membeli barang tiba, tapi bingung sendiri untuk apa belinya.
• Merasa bersalah atau malu setelah berbelanja, tapi tidak berhenti mengulanginya.
• Menyembunyikan pembelian dari orang-orang terdekat menyimpan struk atau berbohong tentang harga.
• Terus berbelanja meskipun kondisi finansial tidak memungkinkan.

Jika kamu mengenali dirimu dalam tanda-tanda di atas, itu berarti kamu sedang menggunakan belanja sebagai cara untuk mengatasi sesuatu yang lebih dalam dan ada cara yang lebih sehat untuk mengatasi itu.

Ketika Shopping dan Traveling Bertemu Kebahagiaan yang Nyata


Jika ada satu konteks di mana shopping therapy benar-benar bisa dibenarkan secara penuh bahkan dirayakan maka itu adalah ketika belanja menjadi bagian dari pengalaman traveling.

Bayangkan ini kamu tiba di Bangkok, kota yang terkenal dengan pusat perbelanjaan yang ramai, warna-warni, dan penuh kejutan. Kamu berjalan menyusuri lorong-lorong toko yang berjejer rapi, dipenuhi baju, celana, sepatu, dan aksesoris dengan desain yang segar dan harga yang jauh lebih terjangkau dari yang kamu bayangkan. Dan ternyata semua itu benar.

Kamu masuk dari satu toko ke toko berikutnya, menemukan baju-baju dengan motif yang cantik, potongan yang kekinian, dan kualitas yang tidak mengecewakan. Paper bag mulai bertambah satu per satu di tanganmu. Lalu dua. Lalu tiga. Sampai kamu harus balik ke hotel dulu untuk menaruh belanjaan, sebelum kembali lagi ke pusat perbelanjaan itu untuk melanjutkan misi.

Inilah yang membedakan shopping therapy dalam konteks traveling dari belanja impulsif di rumah saat stres. Belanja di Bangkok itu bukan pelarian dari masalah ia adalah bagian dari perayaan. Perayaan atas kesempatan bisa pergi, bisa menjelajahi tempat baru, bisa membahagiakan orang-orang yang dicintai dengan oleh-oleh yang dipilih sendiri dengan tangan.

Cerita dari Bangkok Ketika Lelah Pun Terasa Menyenangkan


Saat berlibur ke Bangkok, salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah menjelajahi pusat-pusat perbelanjaannya yang sudah terkenal seantero Asia. Bukan sekadar mampir sebentar melainkan benar-benar menghabiskan waktu, menyusuri toko demi toko, mencari pakaian, tas, aksesori, dan berbagai barang menarik yang ditawarkan dengan harga jauh lebih terjangkau dari bayangan.

Yang menarik dari pengalaman belanja di Bangkok adalah betapa aktivitas itu terasa hidup. Meskipun kaki mulai pegal dan tenaga terkuras karena berjalan dari satu toko ke toko lainnya dengan tangan penuh paper bag, rasa lelah itu anehnya tidak terasa seperti beban.

Setiap kali menemukan barang yang bagus dengan harga yang menggiurkan, semangat seolah kembali menyala dan perjalanan dari satu etalase ke etalase berikutnya terasa seperti petualangan kecil yang menyenangkan. Karena barang yang dibeli terus bertambah dan tidak mungkin dibawa semuanya sekaligus, perjalanan pun dilakukan bolak-balik ke hotel menaruh belanjaan, lalu kembali lagi untuk melanjutkan misi.

Tas belanja yang semakin bertumpuk bukan terasa merepotkan, melainkan justru menjadi semacam skor yang membanggakan tanda betapa banyak temuan menarik yang berhasil didapatkan hari itu.

Menjelang hari kepulangan ke Indonesia, kenyataan pun datang koper yang dibawa ternyata tidak sanggup menampung semua hasil belanjaan.

Tidak ada pilihan lain selain membeli tambahan bagasi dan memaksimalkan jatah bagasi kabin pesawat agar semua barang bisa pulang dengan selamat. Dan saat berdiri di bandara, menatap koper dan tas kabin yang penuh sesak dengan belanjaan bukan kesal yang dirasakan, melainkan kepuasan yang dalam.

Walaupun kaki terasa pegal, badan lelah, dan harus beberapa kali pulang pergi ke hotel karena banyaknya barang, pengalaman shopping di Bangkok itu tetap menjadi salah satu momen paling menyenangkan dalam perjalanan.

Semua rasa lelah terbayar lunas dengan kepuasan mendapatkan barang-barang yang disukai, kenangan yang tercipta bersama keluarga, dan senyuman membayangkan ekspresi teman-teman saat menerima oleh-oleh pilihan.

Pengalaman seperti ini adalah bukti nyata bahwa shopping therapy ketika dilakukan dalam konteks yang tepat, dengan orang yang tepat, dan dalam suasana yang penuh kegembiraan bukan sekadar aktivitas konsumtif.

Ia adalah pengalaman yang memperkaya jiwa, yang menjadi kenangan berkesan dan bahkan memunculkan satu keinginan sederhana yang kuat untuk kembali lagi, dan merasakan serunya menjelajahi surga belanja itu sekali lagi.


Mengapa Shopping saat Traveling Terasa Berbeda Secara Psikologis


Pertama, belanja saat traveling hadir dalam konteks pengalaman yang lebih besar. Kamu tidak hanya membeli baju kamu membeli kenangan. Setiap kali kamu memakai baju yang dibeli di Bangkok, kamu teringat lorong pertokoan yang ramai, suara tawar-menawar, aroma makanan dari pedagang kaki lima di luar, dan tawa keluarga yang ikut bersama. Barang itu menjadi souvenir emosional yang nilainya melampaui harganya.

Kedua, ada hal kelangkaan dan keunikan yang tidak bisa ditemukan di toko online manapun. Barang yang kamu beli di luar negeri punya cerita tersendiri dibeli langsung dari tempatnya, dari tangan penjualnya, dengan proses memilih yang dilakukan secara fisik.

Ketiga, belanja saat traveling sering kali dilakukan bersama orang-orang tersayang. Psikologi menyebut ini sebagai shared experience, dan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bersama jauh lebih berkontribusi pada kebahagiaan jangka panjang dibandingkan barang yang dibeli sendirian.

Kemudian yang tidak kalah penting membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman dekat memiliki sifat rendah hati kesenangan memberi. Kebahagiaan yang dirasakan saat membayangkan ekspresi orang-orang yang akan menerima oleh-oleh itu sama nyatanya dengan kebahagiaan memilih barang untuk diri sendiri, bahkan kadang lebih.

Shopping Traveling vs Shopping Stres Dua Wajah yang Berbeda


Shopping sebagai pelarian terjadi ketika kita berbelanja untuk melarikan diri dari emosi yang tidak nyaman. Barang yang dibeli sering kali tidak benar-benar dibutuhkan. Rasa senangnya singkat, diikuti oleh rasa bersalah, dan masalah yang sesungguhnya tidak pernah terselesaikan.

Shopping sebagai perayaan terjadi ketika kita berbelanja dalam konteks pengalaman yang bermakna liburan bersama keluarga, merayakan pencapaian, atau membelikan sesuatu untuk orang yang dicintai. Barang yang dibeli menjadi bagian dari kenangan yang lebih besar, dan rasa senangnya bertahan jauh lebih lama.

Keduanya melibatkan aktivitas yang sama berbelanja. Tapi motivasi, konteks, dan dampak emosionalnya sangat berbeda. Satu meninggalkan rasa hampa setelahnya yang lain meninggalkan senyum setiap kali kamu membuka lemari dan melihat baju-baju itu tergantung rapi.

Shopping Therapy yang Sesungguhnya Menyembuhkan, Bukan Melarikan Diri


Kuncinya ada pada kesadaran dan kendali. Belanja yang benar-benar menyenangkan adalah yang dilakukan dengan niat jelas, anggaran yang sudah ditetapkan, dan barang yang memang memberikan nilai nyata bagi kehidupanmu.

Yang membedakannya dari emotional spending yang tidak sehat adalah kamu membeli karena pilihan sadar, bukan karena pelarian. Kamu tahu persis mengapa kamu membeli, dan barang itu memberikan kesenangan yang melampaui momen transaksinya.

Alternatif yang Lebih Sehat Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?


Ketika dorongan untuk berbelanja muncul sebagai respons terhadap emosi yang berat, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan “Apa yang ingin aku beli?” melainkan “Apa yang sebenarnya aku butuhkan saat ini?”

Seringkali, jawabannya tidak berhubungan dengan barang. Kita butuh istirahat. Kita butuh berbicara dengan seseorang yang dipercaya. Kita butuh bergerak berjalan kaki, berolahraga, atau sekadar menghirup udara segar.


Beberapa hal yang bisa dicoba tunggu 24 jam sebelum membeli tulis apa yang kamu rasakan sebelum membuka aplikasi belanja cari aktivitas lain seperti memasak, menata ulang kamar, atau menyelesaikan proyek kreatif yang tertunda.

Dan yang paling penting kenali pola emosimu. Perhatikan kapan dorongan belanja paling kuat muncul. Mengenali pemicunya adalah langkah pertama untuk memutus siklusnya.

Hatimu Tidak Butuh Kartu Kredit


Shopping therapy bukan musuh. Sesekali memanjakan diri dengan membeli sesuatu yang menyenangkan adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak perlu dipermasalahkan. Yang perlu kita waspadai adalah ketika belanja berubah dari pilihan menjadi kebiasaan otomatis ekspresi kesenangan menjadi pelarian dari rasa sakit. Karena pelarian tidak pernah menyelesaikan masalah. Ia hanya membuat kita berjalan lebih jauh dari diri sendiri.

Kamu tidak butuh koleksi baju baru untuk merasa layak. Kamu tidak butuh gadget terbaru untuk merasa berharga. Dan kamu tidak butuh mengisi keranjang belanja untuk mengisi kekosongan di dalam dirimu.Hatimu butuh didengar, bukan disuap dengan diskon.


Nama: Syabilla Danisya
MAHASISWI UIN AR-RANIRY BANDA ACEH. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Pemkab PALI Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Perkebunan Sawit PKH Eks. PT. Proteksindo Utama Mulia

PT. Media Apero Fublic- Monday, August 03, 2026 0
Pemkab PALI  Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Perkebunan Sawit PKH Eks. PT. Proteksindo Utama Mulia
APERO FUBLIC   I  PALI.–   Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir mengikuti Rapat Koordinasi Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Perkebunan S…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261587
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan
    APERO FUBLIC.- Memelihara burung puyuh merupakan bagian dari hobi memelihara burung sebagaimana orang biasanya. Namun memelihara burung puy...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

Tuesday, September 26, 2023

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 70 Berita 1831 Berita Daerah 1741 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1236 Brand 117 Budaya Daerah 39 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 67 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 124 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 977 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 682 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 55 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 69 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 63 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 203 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 37 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us