Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Teknologi
Kurangi Limbah Elektronik, Mahasiswa Polinela Ajarkan Siswa SMAMemperbaiki Lampu LED
APERO FUBLIC I BANDAR LAMPUNG.– Limbah elektronik (electronic waste/e-waste) menjadi salah satu jenis sampah dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik rumah tangga, kesadaran masyarakat untuk memperbaiki perangkat
yang rusak sebelum membuangnya masih relatif rendah.
Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika (TRE) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar pelatihan perbaikan lampu LED dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi siswa SMAN 15 Bandar Lampung sebagai upaya mendukung pengurangan limbah elektronik sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan yang mengusung tema “Reuse dan Repair Bohlam LED sebagai Strategi
Pengendalian Limbah Elektronik dalam Mendukung Sustainable Development Goals
(SDGs)” ini dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026.
Program tersebut diprakarsai oleh delapan mahasiswa TRE Polinela, yaitu Dwiko Ahmad Faishal, Al Johany Sastria Hadi, Andrean Pratama, M. Rizky Akmaliansyah, Intan Komala Sari, Anastasya Simamora, Febry Saputra, dan Elisa Wulandari, di bawah bimbingan Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T., MCE.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal
peserta terkait keselamatan kerja, limbah elektronik, dan perbaikan perangkat elektronik
sederhana. Selanjutnya, siswa memperoleh materi mengenai konsep dasar K3 yang mencakup penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), prosedur kerja aman, serta pengenalan
analisis risiko sederhana sebelum melakukan pekerjaan teknis.
Menurut tim pelaksana, pemahaman mengenai K3 menjadi aspek penting dalam setiap
aktivitas perbaikan perangkat elektronik. Budaya keselamatan kerja tidak hanya bertujuan melindungi individu dari risiko kecelakaan, tetapi juga memastikan proses kerja berlangsung secara aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Selain membahas aspek keselamatan kerja, mahasiswa TRE Polinela juga memperkenalkan konsep Sustainable Engineering melalui pendekatan Reduce, Reuse, Repair, dan Recycle. Pada sesi ini, siswa diajak memahami bahwa perangkat elektronik yang mengalami kerusakan tidak selalu harus dibuang.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, sebagian besar komponen masih dapat diperbaiki dan dimanfaatkan kembali sehingga dapat memperpanjang usia pakai produk sekaligus mengurangi jumlah limbah elektronik yang berakhir di tempat pembuangan.
“Sebagian lampu LED yang dianggap rusak sebenarnya masih dapat diperbaiki. Melalui
kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah elektronik tidak selalu berakhir menjadi
sampah, tetapi dapat memiliki nilai guna kembali apabila ditangani dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat,” ungkap Tomy Pratama Zuhelmi.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan struktur dan komponen penyusun lampu LED, mulai dari LED chip, rangkaian driver, hingga kapasitor elektrolit (electrolytic capacitor).
Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan teknik dasar perbaikan, seperti pengujian
komponen, teknik jumper, penggantian LED chip yang rusak, serta penggantian komponen
pendukung yang mengalami penurunan performa.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika beberapa siswa secara langsung mencoba
melakukan proses perbaikan lampu LED dengan pendampingan mahasiswa. Sebelum
memulai praktik, peserta diwajibkan menerapkan prosedur K3 yang telah dipelajari,
termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan dan tata cara pengguna
an peralatan kerja yang benar.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi maupun praktik. Banyak siswa yang mengaku baru mengetahui bahwa lampu LED yang tidak menyala belum tentu harus dibuang karena sebagian kerusakan masih dapat diperbaiki dengan teknik yang relatif sederhana.
Pihak SMAN 15 Bandar Lampung menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu
memberikan wawasan baru sekaligus keterampilan praktis yang relevan dengan
perkembangan teknologi dan isu lingkungan saat ini. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan
post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh
rangkaian pelatihan.
Melalui program ini, mahasiswa TRE Polinela tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang
diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja dan pengelolaan limbah elektronik yang berkelanjutan.
Diharapkan, keterampilan sederhana seperti memperbaiki lampu LED dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih berkelanjutan.
PENULIS:
- Dwiko Ahmad Faishal,
- Al Johany Sastria Hadi,
- Andrean Pratama,
-:M.Rizky Akmaliansyah,
- Intan Komala Sari,
- Anastasya Simamora,
- Febry Saputra,
- Elisa Wulandari,
- Dosen bimbingan Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T., MCE.
Kampus Politeknik Negeri Lampung, Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknologi Informasi.
Editor. Time Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment