-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Kampus Mahasiswa Media Sosial Opini Psikologi Pengaruh Budaya Flexing di Media Sosial terhadap Nilai-Nilai Sosial Siswa Sekolah Dasar
Kampus Mahasiswa Media Sosial Opini Psikologi

Pengaruh Budaya Flexing di Media Sosial terhadap Nilai-Nilai Sosial Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Lala Afrillia Husain
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
24 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Penulis:  Lala Afrillia Husain

APERO FUBLIC  I  OPINI.--   Sekarang ini, media sosial udah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya buat remaja atau orang dewasa aja. Anak-anak SD juga mulai sering pegang gadget dan nonton berbagai platform kayak TikTok, Instagram, sampai YouTube. Dari situ, mereka terpapar banyak banget konten, mulai dari yang sekadar hiburan sampai yang nunjukin gaya hidup mewah para influencer. Tanpa sadar, hal-hal seperti ini pelan-pelan ikut membentuk cara mereka melihat dunia, termasuk soal apa yang dianggap keren atau berharga.

Salah satu tren yang sering banget muncul adalah budaya flexing, yaitu kebiasaan pamer kekayaan atau gaya hidup mewah di media sosial. Biasanya dikemas dengan visual menarik, kayak nunjukin rumah besar, barang branded, atau liburan mahal. Buat anak-anak, ini kelihatan seru dan menghibur. Tapi karena mereka masih dalam tahap berkembang, mereka jadi lebih mudah menyerap pesan yang ada di balik konten tersebut tanpa banyak filter (Sari et al., 2023).

Akibatnya, anak-anak bisa mulai berpikir kalau kebahagiaan atau penerimaan dari orang lain itu ditentukan dari seberapa mahal barang yang dimiliki atau seberapa mewah gaya hidupnya. Standar “keren” jadi bergeser ke arah yang lebih materialistis. Kalau hal ini terus dibiarkan, bukan nggak mungkin anak jadi lebih fokus pada penampilan luar daripada nilai-nilai lain yang sebenarnya lebih penting, seperti sikap, usaha, dan kepribadian.

Pengaruh ini menjadi semakin kuat karena anak usia sekolah dasar berada pada fase meniru. Apa yang sering mereka lihat akan mudah dianggap sebagai sesuatu yang normal dan layak dicontoh. Ketika media sosial menampilkan bahwa popularitas datang dari kemewahan, anak dapat meniru pola pikir bahwa nilai diri seseorang diukur dari apa yang dimiliki, bukan dari sikap atau karakter. Kondisi ini berpotensi menggeser nilai-nilai sosial seperti kesederhanaan, empati, kerja sama, dan rasa syukur yang seharusnya berkembang pada masa anak-anak (Azzahria et al., 2026).

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia terus meningkat dan generasi muda menjadi kelompok pengguna terbesar. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan pengguna TikTok terbanyak di dunia dengan jumlah mencapai 157,6 juta pengguna pada tahun 2024.

Besarnya angka ini menunjukkan bahwa anak-anak semakin dekat dengan arus informasi digital yang sangat cepat, termasuk paparan budaya flexing yang masif di berbagai platform media sosial (APJII, 2024).

Dampak yang muncul tidak hanya pada cara anak memandang barang, tetapi juga pada hubungan sosial mereka. Anak yang sering terpapar budaya flexing dapat mulai membanding-kan dirinya dengan teman-temannya. Mereka mungkin merasa kurang percaya diri jika tidak memiliki barang tertentu, atau sebaliknya merasa lebih unggul ketika memiliki sesuatu yang dianggap lebih bagus. 

Kebiasaan membandingkan diri ini dapat menumbuhkan sifat iri, gengsi, bahkan meremehkan teman yang dianggap kurang mampu. Nilai sosial seperti kebersamaan dan penghargaan terhadap sesama perlahan dapat tergantikan oleh persaingan status sosial (Nathania & Hartanti, 2025).

Dalam lingkungan sekolah dasar, pengaruh ini dapat terlihat dari perubahan perilaku siswa. Anak mungkin mulai memilih teman berdasarkan barang yang dimiliki, merasa malu dengan kondisi ekonomi keluarganya, atau memaksa orang tua membeli barang tertentu agar tidak dianggap rendah oleh teman sebaya.

Jika dibiarkan, hal ini bisa menumbuhkan budaya materialistis sejak dini. Anak belajar bahwa penerimaan sosial dapat dibeli dengan penampilan, bukan dibangun melalui perilaku baik dan hubungan yang sehat.

Secara psikologis, perilaku flexing berkaitan dengan kebutuhan akan pengakuan dan penghargaan diri. Menurut teori Abraham Maslow, manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Sementara William Glasser menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar akan kekuasaan dan pengakuan sosial.

Ketika anak melihat bahwa media sosial memberikan perhatian besar kepada orang yang memamerkan kemewahan, mereka dapat menganggap bahwa pengakuan sosial hanya dapat diperoleh melalui simbol materi. Pemahaman seperti ini berisiko membentuk konsep diri yang dangkal pada anak (Maslow, 2019; Glasser, 1974).

Karena itu, pendampingan dari keluarga dan sekolah menjadi sangat penting. Orang tua perlu membantu anak memahami bahwa apa yang ditampilkan di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Guru juga dapat menanamkan nilai-nilai sosial melalui pembelajaran karakter, seperti pentingnya empati, kesederhanaan, dan menghargai orang lain tanpa melihat status ekonomi. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat belajar menggunakan media sosial secara bijak tanpa kehilangan nilai sosial mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya flexing mungkin tampak sebagai tren digital biasa, tetapi bagi siswa sekolah dasar, paparan yang terus-menerus dapat memengaruhi pembentukan nilai sosial mereka. Jika anak tumbuh dengan anggapan bahwa harga diri ditentukan oleh kemewahan, maka nilai kemanusiaan seperti empati, solidaritas, dan kesederhanaan dapat memudar.

Dengan membangun literasi digital sejak dini merupakan langkah penting agar anak mampu melihat media sosial secara kritis dan tetap menjunjung nilai-nilai sosial sehat dalam kehidupan nyata.

Referensi


Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei penetrasi internet Indonesia. https://survei.apjii.or.id/
Azzahria, B., Ginasti, D. E., Zahro, L., Putri, R. M., & Setyaputri, N. Y. (2026). Peran budaya keluarga dalam pembentukan perilaku flexing remaja dan efektivitas konseling multibudaya: Sebuah kajian literatur. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 5, 431–439. https://doi.org/10.29407/p9grts02
Glasser, W. (1974). Reality therapy. HarperCollins.
Maslow, A. H. (2019). A theory of human motivation. General Press.
Nathania, P., & Hartanti, L. E. P. (2025). Pengaruh konten media sosial terhadap social comparison pada orang muda di Jakarta. Jurnal Audience, 8(2), 246–265. https://doi.org/10.33633/ja.v8i2.13496
Sari, P., Pautina, M. R., Lakadjo, M. A., Ardhian, N. L., & Prasetyo, A. (2023). Pandangan teori kebutuhan dasar Abraham Maslow dan William Glasser tentang fenomena flexing. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 4(2), 89–94. https://doi.org/10.37411/jgcj.v4i2.2764.


Oleh:  Lala Afrillia Husain
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Jakarta. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Kampus
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

FENOMENA IBU MUDA YANG TEGA BUANG ANAK: Salah Siapa? Hukum atau Moral Kita yang Runtuh?

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, October 07, 2026 0
FENOMENA IBU MUDA YANG TEGA BUANG ANAK: Salah Siapa? Hukum atau Moral Kita yang Runtuh?
APERO FUBLIC  I  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat Jawa Barat sebagai provinsi dengan kasus penelantaran anak terbanyak di Indone…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262098
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampu Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olahraga9 Olaraga Opini Opini Kampus Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1946 Berita Daerah 1823 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 42 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 129 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 6 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 15 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1355 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 791 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 216 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 51 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us