Menutup Pembelajaran dengan Kesimpulan yang Melekat: Teknik Rangkuman Efektif di Era Gen Z
Menutup Pembelajaran dengan Kesimpulan yang Melekat: Teknik Rangkuman Efektif di Era Gen Z
Oleh :
Az
zahwa Maghfirah1, Reni Sarah2
1,2 Pendidikan
Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar
Email:
azzahwamaghfirah@gmail.com renisarah030403@gmail.com
ABSTRAK/ABSTRACT
Closing a learning session is a crucial yet often overlooked phase in the teaching and learning process. In the context of accounting education, ineffective lesson closure can lead to persistent gaps in student understanding. This study aims to analyze effective summarization techniques for closing learning sessions that are appropriate for Generation Z students, particularly in accounting education.
This research employs a qualitative approach through a literature review method combined with classroom observation in microteaching activities at Universitas Negeri Makassar. Data were collected from national and international academic journals, textbooks, and relevant research reports published between 2015 and 2025.
The results indicate that Generation Z students, who are characterized by short attention spans, visual learning preferences, and strong digital literacy, require interactive and technology-based closing activities. Effective summarization techniques for this generation include digital mind mapping, one minute summary, interactive quiz summary, video summary, and collaborative reflection. The application of these techniques in accounting education helps students reconnect systematically with course concepts while increasing engagement and long-term retention.
Nevertheless, implementation challenges such as time constraints and low student focus remain key obstacles that require pedagogical creativity from educators.
KATA KUNCI/KEYWORD: closing technique, summarization, Generation Z, accounting education, active learning
PENDAHULUAN
Kegiatan menutup pembelajaran merupakan salah satu tahapan penting dalam proses belajar mengajar yang kerap terabaikan oleh pendidik. Padahal, fase penutupan memiliki fungsi strategis dalam mengkonsolidasikan pemahaman siswa atas materi yang telah dipelajari.
Dalam
konteks pendidikan akuntansi, di mana konsep-konsep bersifat hierarkis dan
saling berkaitan, penutupan pembelajaran yang tidak terstruktur dapat
mengakibatkan kesenjangan pemahaman yang berkelanjutan
Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah revolusi digital. Mereka terpapar teknologi sejak usia dini, terbiasa dengan informasi yang serba cepat, dan cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dibandingkan generasi sebelumnya.
Sebuah studi yang dikutip oleh
Keterampilan menutup pelajaran mencakup berbagai
komponen, antara lain meninjau kembali materi, melakukan evaluasi, memberi
penguatan, dan memberikan tindak lanjut kepada peserta didik
Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
teknik-teknik rangkuman efektif dalam menutup pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik belajar Gen Z, khususnya dalam konteks pendidikan akuntansi.
Melalui studi literatur dan observasi kelas, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi praktis bagi pendidik dalam merancang strategi penutupan
pembelajaran yang lebih bermakna dan bertahan lama dalam memori peserta didik.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi literatur (literature review) yang dikombinasikan dengan observasi kelas. Metode studi literatur
dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mensintesis temuan dari berbagai
penelitian terdahulu secara sistematis guna membangun pemahaman yang
komprehensif mengenai topik yang dikaji.
Jenis data yang digunakan adalah data sekunder,
yaitu hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah
nasional dan internasional, buku teks, serta laporan penelitian yang relevan.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara penelusuran literatur menggunakan basis
data akademik seperti Google Scholar, Sinta, dan Scopus dengan kata kunci yang berkaitan dengan teknik menutup pembelajaran,
keterampilan dasar mengajar, karakteristik Gen Z, dan strategi pembelajaran
efektif. Literatur yang dipilih adalah terbitan sepuluh tahun terakhir
(2015–2025), dengan prioritas pada terbitan lima tahun terakhir untuk
memastikan relevansi dengan kondisi terkini.
Selain studi literatur, penelitian ini juga didukung oleh observasi langsung pada kegiatan pembelajaran di kelas microteaching, dengan mengamati setiap mahasiswa praktikan yang melaksanakan praktik mengajar, khususnya pada fase penutupan pembelajaran, pengamatan difokuskan pada bagaimana mahasiswa menyusun dan menyampaikan rangkuman serta teknik yang digunakan dalam mengakhiri pembelajaran.
Tidak lupa memperhatikan reaksi mahasiswa lain yang berperan sebagai peserta didik,
seperti tingkat perhatian, partisipasi, dan pemahaman terhadap rangkuman yang
disampaikan. Instrumen yang digunakan berupa rubrik penilaian keterampilan
dasar mengajar yang diadaptasi dari pedoman microteaching Universitas
Negeri Makassar, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif
melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Karakteristik Belajar Generasi Z dan
Implikasinya Terhadap Penutupan Pembelajaran
Generasi Z memiliki sejumlah karakteristik
unik yang membedakannya dari generasi terdahulu. Mereka adalah “digital natives” yang telah terpapar
teknologi sejak lahir, sehingga cara mereka memproses informasi berbeda secara
signifikan. Gen Z cenderung menyukai pembelajaran visual dan interaktif,
menginginkan umpan balik yang cepat, serta mengharapkan pengalaman belajar yang
personal dan relevan dengan kehidupan nyata mereka
Karakteristik ini memiliki implikasi langsung terhadap bagaimana penutupan pembelajaran seharusnya dirancang. Bila guru menutup pelajaran hanya dengan pernyataan verbal singkat seperti “sampai di sini dulu ya,” maka Gen Z yang membutuhkan stimulasi kognitif hingga akhir sesi akan merasa pembelajaran tidak tuntas.
Sebaliknya, penutupan yang
dirancang dengan aktivitas interaktif dan partisipatif akan lebih sesuai dengan
gaya belajar mereka dan meningkatkan retensi jangka panjang
B.
Teknik Rangkuman Efektif dalam Menutup
Pembelajaran di Era Gen Z
Teknik rangkuman merupakan salah satu
strategi penting dalam menutup pembelajaran karena membantu peserta didik
mengingat kembali inti materi yang telah dipelajari. Pada era Generasi Z,
teknik rangkuman perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang
cenderung menyukai pembelajaran cepat, visual, interaktif, dan berbasis
teknologi digital. Generasi Z dikenal sebagai digital native yang terbiasa
memperoleh informasi secara singkat dan instan melalui media digital
Dalam proses pembelajaran, kegiatan penutupan melalui rangkuman memiliki fungsi untuk memperkuat pemahaman konsep, membantu siswa menghubungkan materi sebelumnya dengan materi baru, serta meningkatkan daya ingat terhadap pembelajaran yang telah berlangsung.
Teknik rangkuman yang efektif pada era Gen Z sebaiknya tidak
hanya dilakukan secara konvensional oleh guru, tetapi juga melibatkan
partisipasi aktif peserta didik melalui aktivitas reflektif dan interaktif
Beberapa
teknik rangkuman yang dianggap efektif untuk Generasi Z antara lain:
1.
Mind
Mapping Digital
Teknik ini
membantu siswa merangkum materi dalam bentuk visual yang menarik menggunakan
aplikasi digital seperti Canva atau MindMeister. Gen Z lebih mudah memahami
informasi berbentuk gambar, simbol, dan poin-poin singkat dibandingkan teks
panjang.
2.
One Minute
Summary
Peserta didik diminta menuliskan inti materi hanya dalam satu menit menggunakan kalimat singkat. Teknik ini melatih kemampuan berpikir cepat dan membantu guru mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah pembelajaran berlangsung.
3.
Interactive
Quiz Summary
Penutupan
pembelajaran dilakukan melalui kuis interaktif menggunakan platform digital
seperti Kahoot atau Quizizz. Teknik ini cocok untuk Gen Z karena bersifat
kompetitif, menyenangkan, dan berbasis teknologi.
4.
Video
Summary
Peserta didik
membuat rangkuman dalam bentuk video pendek atau presentasi singkat. Teknik ini
relevan dengan karakter Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan
lebih tertarik pada konten audiovisual.
5.
Collaborative
Reflection
Guru mengajak
siswa berdiskusi singkat mengenai poin penting pembelajaran dan kesulitan yang
dialami. Teknik ini meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat proses
penutupan pembelajaran lebih bermakna.
Selain itu, penggunaan teknologi digital
dalam proses rangkuman terbukti meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar
peserta didik Generasi Z. Penelitian mengenai pembelajaran berbasis digital
menunjukkan bahwa Gen Z lebih menyukai pembelajaran yang fleksibel, interaktif,
kolaboratif, dan terintegrasi teknologi
C.
Implementasi dalam Konteks Pendidikan
Akuntansi
Pendidikan akuntansi di Indonesia tengah mengalami pergeseran seiring dominasi mahasiswa Generasi Z yang dikenal sebagai digital native. Kondisi ini menuntut dosen tidak hanya memperbarui metode pengajaran inti, tetapi juga mendesain ulang fase penutupan pembelajaran agar lebih interaktif, reflektif, dan mudah diingat.
Dalam mata kuliah akuntansi yang sarat dengan prosedur teknis serta siklus pencatatan berulang, mahasiswa Gen Z rentan mengalami kelelahan kognitif apabila penutupan kelas hanya berisi pengulangan materi secara linear.
Oleh
karena itu, teknik rangkuman efektif perlu dirancang agar mampu menciptakan kesan
yang “melekat” (sticky), yaitu ringkas, menarik, dan terhubung dengan
realitas digital mahasiswa
Dalam implementasinya, teknik rangkuman dapat diterapkan melalui aktivitas refleksi singkat pada akhir perkuliahan. Mahasiswa dapat diminta menuliskan poin-poin penting materi, membuat kesimpulan sederhana, menyusun one-minute paper, maupun mendiskusikan materi yang paling dipahami pada hari tersebut.
Pada
topik-topik akuntansi seperti jurnal penyesuaian, laporan keuangan, atau
akuntansi biaya, strategi ini membantu mahasiswa menghubungkan konsep-konsep
secara lebih terstruktur sehingga lebih mudah dipahami dan diingat. Selain
menjaga keterlibatan mahasiswa hingga akhir pembelajaran, teknik tersebut juga
membantu dosen mengetahui tingkat pemahaman kelas secara langsung.
Karakteristik
Generasi Z yang menyukai kecepatan dan stimulus visual juga mendorong
penggunaan media digital dalam proses rangkuman pembelajaran
Misalnya, pada akhir perkuliahan akuntansi biaya, mahasiswa dapat bekerja secara berkelompok menyusun peta konsep atau infografis sederhana yang merangkum hubungan antara cost-volume-profit analysis, titik impas, dan margin kontribusi.
Hasil rangkuman tersebut kemudian diberikan umpan balik singkat sebelum kelas ditutup. Pendekatan multimoda seperti ini dinilai mampu meningkatkan retensi pembelajaran sekaligus melatih keterampilan komunikasi visual mahasiswa, yang semakin dibutuhkan dalam era pelaporan dan informasi digital.
Temuan tersebut kembali diperkuat oleh
penelitian
D. Faktor
Pendukung dan Penghambat Penerapan Teknik Rangkuman
Dalam proses
pembelajaran, kegiatan penutupan sering kali dianggap sederhana, padahal bagian
ini memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami kembali inti
materi yang telah dipelajari. Pada pembelajaran akuntansi yang banyak memuat
konsep dan tahapan pencatatan, teknik rangkuman dapat membantu mahasiswa
menyusun kembali pemahaman mereka secara lebih terarah. Namun, penerapan teknik
rangkuman tidak selalu berjalan optimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor
pendukung dan penghambat.
Salah satu faktor
pendukung utama adalah penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai
dengan karakteristik Generasi Z. Mahasiswa Gen Z cenderung lebih tertarik pada
pembelajaran berbasis teknologi dan visual. Penelitian mengenai implementasi hybrid
learning menjelaskan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan
keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
Oleh karena itu, dosen dapat memanfaatkan Canva, Padlet, atau Google Jamboard untuk membantu mahasiswa membuat rangkuman visual yang lebih menarik dan mudah dipahami. Selain media pembelajaran, kemampuan dosen dalam menciptakan pembelajaran aktif juga menjadi faktor penting.
Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penghambat dalam penerapan teknik rangkuman. Keterbatasan waktu pembelajaran sering membuat kegiatan rangkuman di akhir kelas tidak dilakukan secara maksimal.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teknik rangkuman memiliki peran penting dalam menutup pembelajaran, khususnya pada pendidikan akuntansi di era Generasi Z. Karakteristik Gen Z yang cenderung menyukai pembelajaran visual, interaktif, dan berbasis teknologi menuntut pendidik untuk merancang penutupan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
Teknik
rangkuman seperti mind mapping digital, one minute summary, interactive
quiz summary, video summary, dan collaborative reflection terbukti
mampu membantu peserta didik memahami kembali inti materi secara lebih efektif.
Dalam konteks pendidikan akuntansi, penerapan teknik rangkuman dapat membantu mahasiswa menghubungkan konsep-konsep akuntansi yang bersifat sistematis dan berkelanjutan. Penggunaan media digital juga dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta daya ingat mahasiswa terhadap materi pembelajaran.
Namun,
penerapan teknik rangkuman masih menghadapi beberapa kendala, seperti
keterbatasan waktu pembelajaran dan rendahnya fokus sebagian peserta didik.
Oleh karena itu, diperlukan kreativitas dan kemampuan pendidik dalam mengelola
proses pembelajaran agar kegiatan penutupan dapat berjalan secara optimal.
B.
Saran
1.
Dosen atau pendidik sebaiknya lebih
memperhatikan kegiatan penutupan pembelajaran karena tahap ini berpengaruh
terhadap pemahaman dan retensi belajar peserta didik.
2.
Penggunaan media digital dan teknik
rangkuman interaktif perlu ditingkatkan agar sesuai dengan karakteristik
belajar Generasi Z yang dekat dengan teknologi.
3.
Dalam pembelajaran akuntansi, dosen
diharapkan mampu memilih teknik rangkuman yang sederhana, menarik, dan mudah
dipahami sehingga mahasiswa dapat mengingat konsep-konsep penting secara lebih
efektif.
4.
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan
kajian mengenai efektivitas teknik rangkuman melalui penelitian lapangan atau
eksperimen secara langsung pada pembelajaran akuntansi.
DAFTAR PUSTAKA
Agusmansyah, M. R., Hanif, I. F., Irsyad, M., & Pangestu, M.
A. (2025). Dampak Transformasi Digital Terhadap Produktivitas Gen Z di Bidang
Pendidikan. Sindoro Cendekia Pendidikan, 17(11).
Chairunnisa, A. M., Lubis, R., & Safran. (2023). Analisis
Faktor-Faktor Penghambat dan Pendukung Pelaksanaan Pembelajaran PKN pada Siswa
Kelas V DI SD Negeri 060856 Medan Perjuangan. Al Yazidiy: Jurnal Sosial
Humaniora dan Pendidikan, 5(2), 82–91.
Chardonneens, S. (2025). Adapting educational practices for
Generation Z: integrating metacognitive strategies and artificial
intelligence. Frontiers in Education, 10. https://doi.org/https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1504726
Dea Learning Center. (2025). Teknik Mengajar Siswa Gen Z dan
Alpha yang Efektif di Kelas. https://www.dealearningcenter.id/teknik-mengajar-siswa-gen-z-dan-alpha-yang-efektif-di-kelas/
EIM Partnerships. (2024). How to Gen Z: Adapting Teaching
Methods for the Learning Style of Digital Natives. https://eimpartnerships.com/articles/gen-z-learning-style-how-to-adapt-teaching-methods-for-digital-natives
Fitriyah, L. A., Hayati, N., Af’idah, N., & Manasikana, O. A.
(2024). Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Mahasiswa Calon Guru IPA
dalam Pelaksanaan Praktik Mengajar. Jurnal Simki Pedagogia, (1), 24. https://doi.org/https://doi.org/10.29407/jsp.v7i1.539
Hidayah, N., Widayati, A., Purnamasari, N., & Pangestika, R.
R. (2026). Dampak Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Keterampilan Reflektif
dan Komunikasi Visual dalam Pendidikan Akuntansi. Jurnal Pendidikan
Akuntasi Indonesia, 24(1), 42–57.
Makhmut, K. D. I., Vahista, S. L., Istakhori, M. K., Istikomah,
S., Kusuma, N. F., Ferisca, S., Permana, M. A., Pertiwi, A. P., & Putri,
R. (2024). Pembelajaran untuk Generasi Z. Tim Edelwais Publishing.
Ningrum, C. A. T., & Ridwan, M. H. (2025). Microlearning in
Bahasa Indonesia: Potential and Challenges in Facing the Bored Generation Z. Jurnal
Paedagogy: Jurnal Penelitian dan PengembanganPendidikan, 12(2),
263–272.
Nur, A., Atikah, A., Adawiyah, R., & Nur, K. (2025).
Keterampilan Guru dalam Membuka dan Menutup Pelajaran untuk Meningkatkan
Kreativitas Anak. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(1),
298–306. https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i1.1038
Pratama, B. B. (2024). Z-Accounting: Menciptakan Generasi Baru
Akuntan Profesional Dalam Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan
Akuntansi (JPAK), 13(3), 180–194.
Pratiwi, E., Nugraha, M. T., Zulkifli, & Nurhidayah, V. A.
(2024). Keterampilan Guru dalam Membuka dan Menutup Pembelajaran di Kelas XI
Ilmu Agama Islam (IAI) MAN 1 Pontianak. Jurnal Review Pendidikan dan
Pengajaran, 7(2). https://paperity.org/p/342294766/keterampilan-guru-dalam-membuka-dan-menutup-pembelajaran-di-kelas-xi-ilmu-agama-islam-iai
Putri, I. A. P. R. W., Nurul, H., Rasna, I. W., Putrayasa, I. B.,
& Suandi, I. N. (2025). Mendidik Generasi Z Dan A: Strategi Pembelajaran
Bahasa Yang Efektif. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 15(2),
274–282.
Sebayang, C. M., & Putra, W. S. (2025). Analisis Faktor
Pendukung dan Penghambat Implementasi Metode Pembelajaran Hybrid Learning di
Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Edu Society: Jurnal Pendidikan,
Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 180–190. https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.1804
Susanto, H., & Widianto, S. (2023). Faktor Pendukung dan
Penghambat Penerapan Metode Jigsaw pada Mata Pelajaran IPS Kelas V di Sekolah
Dasar. Awwaliyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2),
190–198. https://doi.org/10.58518/awwaliyah.v6i2.2058
Urba, M., Ramadhani, A., Afriani, A. P., & Suryanda, A.
(2024). Generasi Z: Apa Gaya Belajar yang Ideal di Era Serba Digital? DIAJAR:
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 50–56. https://doi.org/10.54259/diajar.v3i1.2265
Winanda, M. B., Hasibuan, A. F., & Bara, M. I. M. B. (2023). Analisis
Faktor Pendukung dan Penghambat Pembelajaran Terhadap Siswa/I Min 1
Labuhanbatu Selatan. Effect: Jurnal Kajian Konseling, 2(2),
92–95.


Post a Comment