-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Feature Kampus Mahasiswa Olahraga Pendidikan Sepak Bola Kericuhan PERSIB VS PERSIJA dan Tantangan Persatuan Indonesia
Feature Kampus Mahasiswa Olahraga Pendidikan Sepak Bola

Kericuhan PERSIB VS PERSIJA dan Tantangan Persatuan Indonesia

Article by; Rafi Hadi Prawira
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
15 May, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Pemain Bolah : Marc Klok

APERO FUBLIC  I  FEATURE.-  Sepak bola merupakan olahraga yang memiliki penggemar terbesar di Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap sepak bola terlihat dari tingginya dukungan terhadap klub-klub daerah, ramainya stadion saat pertandingan berlangsung, hingga aktivitas suporter di media sosial.

Salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia adalah pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Pertemuan kedua tim selalu menjadi sorotan publik karena memiliki sejarah panjang dan fanatisme suporter yang sangat tinggi. Namun di balik semangat tersebut, pertandingan Persib dan Persija juga sering diwarnai kericuhan yang merugikan banyak pihak.

Salah satu kasus kericuhan terbaru terjadi setelah pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada 10/05/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pertandingan yang berlangsung panas tersebut memicu berbagai aksi provokasi antarsuporter, baik di sekitar stadion maupun di media sosial. Bahkan setelah pertandingan selesai, keributan dan bentrokan antarsuporter masih terjadi di beberapa daerah akibat tingginya fanatisme dan kurangnya pengendalian emosi.

Kejadian ini menunjukkan bahwa rivalitas dalam sepak bola Indonesia masih sering disalahartikan sebagai permusuhan, padahal olahraga seharusnya menjadi sarana persatuan dan sportivitas antar masyarakat. 

Suasana memanas di tribun Stadion Segiri saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada 10 Mei 2026 akibat dugaan adanya suporter Persib di tribun pendukung Persija. Sumber: Timnasday, 2026.


Insiden tersebut menjadi perhatian nasional karena memperlihatkan masih tingginya permusuhan antarsuporter sepak bola di Indonesia. Tidak hanya mencoreng nama sepak bola nasional, tetapi juga menunjukkan lemahnya kesadaran sebagian suporter terhadap pentingnya sportivitas dan rasa kemanusiaan.

Kericuhan suporter dalam pertandingan sepak bola bukan lagi masalah baru di Indonesia. Bentrokan antarsuporter, pelemparan benda ke lapangan, provokasi di media sosial, hingga tindakan anarkis masih sering terjadi ketika rivalitas dua tim besar berlangsung.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum mampu memaknai olahraga sebagai sarana hiburan, persatuan, dan sportivitas. Padahal sepak bola seharusnya menjadi ajang yang dapat mempererat hubungan sosial antarwarga, bukan justru memicu konflik dan permusuhan.

Dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan, kericuhan suporter bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, yaitu “Persatuan Indonesia”. Rivalitas dalam olahraga seharusnya tidak menjadi alasan munculnya kebencian antarkelompok masyarakat.

Fanatisme terhadap klub memang merupakan hal yang wajar, tetapi ketika fanatisme berubah menjadi tindakan kekerasan, maka hal tersebut sudah melanggar nilai persatuan dan semangat kebangsaan. Sebagai warga negara Indonesia, masyarakat seharusnya mampu menjaga persaudaraan meskipun memiliki perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, saat membahas pembinaan suporter dan pengembangan sepak bola nasional. Sumber: Kemenpora RI, 2025.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, pernah menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana pemersatu bangsa, bukan pemicu perpecahan antarmasyarakat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah juga memandang persoalan kericuhan suporter sebagai masalah serius yang berkaitan dengan karakter bangsa dan citra olahraga Indonesia.

Selain bertentangan dengan nilai persatuan, kericuhan suporter juga berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara. Dalam kehidupan demokratis, setiap individu memiliki hak untuk mendukung klub sepak bola yang disukai dan menyampaikan pendapatnya. Akan tetapi, hak tersebut juga harus disertai tanggung jawab untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan menghormati hak orang lain.

Banyak oknum suporter yang hanya menuntut kebebasan mendukung tim, tetapi melupakan kewajibannya untuk menjaga ketertiban umum. Akibatnya, kericuhan tidak hanya merugikan suporter lawan, tetapi juga masyarakat sekitar, aparat keamanan, hingga citra sepak bola Indonesia di mata dunia.

Kericuhan suporter juga dapat dianalisis dari sudut pandang psikologi olahraga. Fanatisme yang berlebihan sering membuat seseorang kehilangan kontrol emosi ketika tim kesayangannya kalah atau mendapatkan keputusan wasit yang dianggap tidak adil. Dalam kondisi massa yang besar, emosi individu dapat dengan mudah dipengaruhi oleh provokasi kelompok.

Hal inilah yang sering memicu tindakan agresif di stadion maupun di luar pertandingan. Selain itu, budaya saling mengejek antarpendukung yang sudah dianggap biasa juga memperbesar potensi konflik. Media sosial bahkan sering menjadi tempat munculnya ujaran kebencian dan provokasi yang akhirnya terbawa ke dunia nyata.

Beberapa pemain sepak bola Indonesia juga pernah menyampaikan pentingnya menjaga sportivitas antarsuporter. Marc Klok misalnya, pernah mengajak suporter untuk mendukung tim secara positif dan menjaga keamanan pertandingan.

Menurutnya, rivalitas di lapangan seharusnya tidak berubah menjadi kebencian di luar stadion. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemain juga berharap sepak bola Indonesia dapat berkembang dengan budaya dukungan yang lebih dewasa.
 
Pemain Persib Bandung: Marc Klok, mengajak suporter menjaga sportivitas dan keamanan pertandingan. Sumber: Media olahraga nasional, 2025.

Fenomena kericuhan suporter menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya disebabkan oleh pertandingan sepak bola itu sendiri, tetapi juga oleh rendahnya edukasi mengenai sportivitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak suporter yang memahami rivalitas sebagai permusuhan, padahal dalam olahraga modern rivalitas justru seharusnya menjadi motivasi untuk mendukung tim secara positif. Konsep fair play tidak hanya berlaku bagi pemain di lapangan, tetapi juga bagi suporter. Menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, dan menjaga keamanan merupakan bagian penting dari budaya olahraga sehat.

Kasus kericuhan dalam rivalitas Persib dan Persija juga menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dalam masyarakat Indonesia. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan moral.

Nilai sportivitas, toleransi, disiplin, dan pengendalian diri perlu ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas suporter. Jika masyarakat memiliki kesadaran bahwa semua pendukung sepak bola tetap merupakan sesama warga negara Indonesia, maka potensi konflik dapat dikurangi.

Selain pendidikan karakter, peran pemerintah, federasi sepak bola, dan klub juga sangat penting dalam mengatasi kericuhan suporter. Penegakan aturan yang tegas harus dilakukan kepada pelaku tindakan anarkis agar menimbulkan efek jera.

Klub juga perlu aktif mengedukasi suporternya untuk mendukung tim secara damai dan sportif. Di sisi lain, media sosial harus digunakan sebagai sarana kampanye perdamaian, bukan justru memperbesar konflik melalui provokasi dan ujaran kebencian.

Menurut saya, rivalitas Persib dan Persija sebenarnya dapat menjadi hal positif bagi sepak bola Indonesia apabila dikelola dengan baik. Atmosfer pertandingan yang penuh semangat menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola nasional.

Namun rivalitas tersebut harus dibangun atas dasar sportivitas dan rasa saling menghormati. Masyarakat perlu memahami bahwa kemenangan dan kekalahan dalam olahraga merupakan hal yang wajar. Tidak ada pertandingan yang sebanding dengan hilangnya rasa persatuan dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, kericuhan suporter sepak bola merupakan tantangan besar bagi Indonesia dalam membangun budaya olahraga yang sehat dan beradab. Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kemanusiaan, masyarakat Indonesia seharusnya mampu menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub sepak bola.

Rivalitas boleh tetap ada sebagai bagian dari semangat kompetisi, tetapi permusuhan dan kekerasan tidak boleh menjadi budaya. Dengan edukasi sportivitas, penguatan nilai-nilai Pancasila, dan kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, sepak bola Indonesia dapat berkembang menjadi olahraga yang tidak hanya membanggakan dari segi prestasi, tetapi juga dari kualitas suporternya.


Article by;  Rafi Hadi Prawira
Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Feature
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

UNIM Bone: Gelar Seminar dan Expo Produk dan Riset PKM serta Hadirkan PAGENZI

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, August 18, 2026 0
UNIM Bone: Gelar Seminar dan Expo Produk dan Riset PKM serta Hadirkan PAGENZI
APERO FUBLIC   I  WATAMPONE.— Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) menggelar Seminar dan Expo/Pameran Produk dan Riset Program Kreativitas Ma…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261728
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1870 Berita Daerah 1773 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1242 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1075 Kesehatan 46 Kisah Legenda 10 Kuliner 33 Mitos 15 Opini 685 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 58 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 208 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 42 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us