-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Flores Kampus Mahasiswa Olahraga Pendidikan Sosial Masyarakat Sosiologi Sepak Bola Di Flores: Indentitas Nasional Yang Terbangun Dari Ketertinggalan
Esai Flores Kampus Mahasiswa Olahraga Pendidikan Sosial Masyarakat Sosiologi

Sepak Bola Di Flores: Indentitas Nasional Yang Terbangun Dari Ketertinggalan

Oleh : Chetriyani Thevinsensian Do’on
PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
15 May, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Sepak Bola Di Flores: Indentitas Nasional Yang Terbangun Dari Ketertinggalan


I. PENDAHULUAN


APERO FUBLIC  I  ESAI.-  Di tanah Flores, sepak bola adalah "agama kedua" yang mampu menyatukan perbedaan dan menghentikan seluruh aktivitas warga. Fanatisme ini mencapai puncaknya pada gelaran El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXII di Rote  Ndao tahun lalu, di mana ribuan suporter dari berbagai kabupaten di daratan Flores rela mengarungi lautan dan tidur di emperan pelabuhan hanya demi mendukung tim kesayangan mereka.

Namun, di balik kemeriahan tribun, tersimpan realita yang memilukan: para pemain bertalenta tinggi ini dipaksa mengasah bakat di atas lapangan yang lebih mirip lahan gersang.

Contoh nyatanya terlihat pada kondisi beberapa stadion utama di Flores yang sering kali memiliki rumput yang tidak rata, gundul, hingga berdebu di musim kemarau, serta fasilitas ruang ganti yang jauh di bawah standar profesional.

Sangat kontras melihat bagaimana semangat masyarakat begitu membara, namun perhatian pemerintah terhadap pembinaan usia dini dan perbaikan infrastruktur seolah berjalan di tempat. Sungguh ironis jika pemerintah daerah hanya ingin memanen popularitas di atas keringat kemenangan para atlet tanpa pernah serius menanam investasi pada fasilitas yang layak.

Selama kebijakan politik lebih memprioritaskan seremoni daripada renovasi lapangan dan kurikulum pembinaan yang jelas, maka bakat-bakat emas dari Flores hanya akan terus menjadi tumbal dari ketidakpedulian penguasa yang lebih suka berpangku tangan.

II. LATAR BELAKANG


Ketertinggalan sepak bola di Flores bukan lahir dari rahim kemalasan,  apalagi ketiadaan talenta. Jika kita menilik lebih dalam, masalah ini adalah  cermin dari pengabaian sistematis yang membiarkan mutiara-mutiara hitam  kita terkubur dalam debu lapangan yang tak terawat. Sangat miris melihat bagaimana gairah masyarakat yang meluap-luap harus membentur tembok  keras bernama minimnya infrastruktur.

Sebagai contoh, stadion seperti Gelora Samador di Sikka atau Lebijaga di Ngada, yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda, sering kali kondisinya lebih mirip padang gersang di musim kemarau yang membuat lapangannya keras, berkerikil, dan sangat berisiko mencederai masa depan pemain.

Di sini, para pemuda dipaksa memiliki teknik "dewa" hanya untuk mengontrol bola yang memantul liar di atas tanah yang tidak rata. Kesenjangan ini semakin terasa menyakitkan ketika kita menoleh ke arah Barat.

Di Pulau Jawa, stadion berstandar FIFA tumbuh subur hingga ke tingkat kabupaten, sementara di Flores, akses terhadap pembinaan profesional dan kompetisi yang sehat terasa seperti kemewahan yang mustahil digapai. Anak-anak di pusat kekuasaan bisa dengan mudah mengakses akademi modern.

Sedangkan anak-anak Flores hanya punya bakat alam dan turnamen tarkam sebagai satu-satunya panggung. Sulitnya akses kompetisi yang berjenjang dan mahalnya biaya transportasi antar-pulau di NTT seolah menjadi hukuman bagi mereka yang lahir jauh dari pusat pembangunan. Ini bukan lagi soal olahraga, melainkan soal ketidakadilan 
distribusi perhatian.

Fokus utama yang harus disadari adalah bahwa masyarakat Flores tidak pernah berhenti berjuang secara swadaya. Turnamen-turnamen lokal tetap hidup meski tanpa suntikan dana pemerintah yang memadai. Namun, sampai kapan bakat-bakat organik ini dibiarkan tumbuh liar tanpa sentuhan sains olahraga dan fasilitas yang layak?.

Ketimpangan ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah maupun pusat sering kali hanya menjadi penonton yang baik saat euforia juara tiba, namun menjadi asing saat diminta membangun fondasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bakat hebat dari Flores hanya akan menjadi dongeng tentang potensi yang tidak pernah benar-benar meledak, terkunci rapat oleh ketidakpedulian penguasa.

III. PEMBAHASAN UTAMA

A. Sepak Bola Sebagai Identitas Masyarakat Flores


Bagi masyarakat Flores, sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana yang memperkuat identitas dan rasa kebersamaan di tengah kehidupan sosial mereka. Bagi anak muda di pelosok Flobamora, memegang bola bukan sekadar mencari hiburan, melainkan cara mereka mengekspresikan kebersamaan dan merawat semangat Garuda di dada.

Melalui sepak bola, sekat-sekat perbedaan etnis dan latar belakang sosial luruh begitu saja, digantikan oleh solidaritas kolektif yang kuat demi membela kehormatan tanah kelahiran. Fenomena tim seperti PSN Ngada yang menjadi representasi kebanggaan masyarakat lokal membuktikan bahwa lapangan hijau adalah arena di mana nilai-nilai persatuan dan nasionalisme dipraktikkan secara nyata setiap harinya.

Semangat luar biasa ini merupakan manifestasi dari kecintaan mereka yang mendalam terhadap Indonesia. Meskipun berada jauh dari pusat kekuasaan dan fasilitas yang mumpuni, antusiasme suporter Flores saat membela nama daerah maupun mendukung Tim Nasional menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap bangsa ini tidak pernah luntur oleh jarak.

Sepak bola menjadi bahasa universal yang menyatukan mereka dalam satu ritme kebangsaan yang dinamis, di mana setiap kemenangan dianggap sebagai pembuktian bahwa talenta dari Timur adalah aset berharga yang mampu mengangkat derajat bangsa di kancah yang lebih luas.

B. Hak Dan Kewajiban: Menuntut Keadilan Di Atas Lapangan Hijau


Dalam perspektif kewarganegaraan, olahraga adalah hak asasi yang dijamin negara, namun di Flores, hak tersebut sering kali terbentur oleh tembok pengabaian. Setiap anak muda di pelosok NTT memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas olahraga yang layak dan pembinaan profesional sebagaimana yang dinikmati rekan-rekan mereka di kota-kota besar.

Fakta di lapangan menunjukkan potret yang memilukan; melansir laporan dari TribunFlores.com, banyak turnamen besar di tingkat kabupaten masih harus digelar di lapangan yang permukaannya tidak rata dan berdebu, yang secara langsung mencederai hak atlet untuk bertanding dengan aman. Ketika hak atas infrastruktur ini diabaikan, pemerintah sebenarnya sedang membiarkan diskriminasi pembangunan terus terjadi di tanah Timur.

Di sisi lain, masyarakat Flores telah melunasi kewajiban mereka sebagai warga negara dengan cara yang sangat heroik. Tanpa fasilitas yang memadai, semangat menjaga persatuan dan sportivitas tetap dijunjung tinggi. Mengambil contoh dari liputan Floresa, kita melihat bagaimana masyarakat secara swadaya membangun tribun darurat atau memperbaiki lapangan desa demi menghidupkan kompetisi.

Ini adalah bukti bahwa masyarakat telah menjalankan kewajiban moral untuk menjaga integrasi nasional lewat sepak bola, bahkan saat kehadiran negara terasa sangat minim. Namun, semangat swadaya ini tidak boleh terus-menerus dijadikan alasan bagi pemerintah untuk lepas tangan dari kewajiban utamanya menyediakan sarana yang layak.

Ketimpangan ini adalah alarm keras bagi keadilan sosial. Mengutip investigasi Kompas.com mengenai talenta muda dari NTT, banyak pemain berbakat yang akhirnya "layu" sebelum berkembang karena ketiadaan akademi dan kompetisi yang berjenjang. Pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk meratakan akses pembinaan agar bakat emas dari Flores tidak habis di level turnamen kampung saja.

Jika pemerintah terus-menerus membiarkan ketertinggalan infrastruktur ini, mereka bukan hanya gagal memajukan prestasi olahraga, tetapi juga gagal memenuhi hak dasar warga negara untuk mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.

C. Kritik terhadap Ketimpangan Pembangunan: Sebuah Luka dalam Estafet 


Prestasi Ironisnya, saat kita membanggakan kemegahan Jakarta International Stadium (JIS) atau deretan stadion mewah di Jawa yang berstandar FIFA, anak-anak di Flores masih harus bertaruh nyawa di atas lapangan yang lebih mirip "padang batu". Melansir laporan dari TribunFlores.com, kondisi  infrastruktur olahraga di NTT masih tertinggal jauh; banyak stadion yang hanya memiliki tribun kayu lapuk atau lapangan tanpa rumput yang layak.

Sayangnya, banyak talenta emas dari Timur hilang begitu saja karena ketiadaan dukungan sistematis. Kita sering melihat pemain asal NTT tampil gemilang di turnamen nasional, namun mereka adalah hasil dari "seleksi alam" yang keras, bukan hasil dari desain pembinaan pemerintah yang tertata.

Negara seolah hanya hadir ketika prestasi sudah tercipta, datang untuk berfoto bersama sang juara, namun menutup mata saat para atlet ini harus patungan demi membeli bola atau menyewa lapangan yang hancur. Ketimpangan ini adalah penghambat nyata bagi mimpi generasi muda Flores yang ingin mengabdi pada merah putih.

D. Esensi dan Urgensi Integrasi Nasional: Lebih dari Sekadar Slogan


Integrasi nasional tidak boleh hanya menjadi slogan manis di buku teks kewarganegaraan, ia harus dirasakan melalui keadilan pembangunan. Ketimpangan fasilitas olahraga yang ekstrem dapat memicu rasa terpinggirkan di hati masyarakat daerah. Jika pemerataan olahraga benar-benar diwujudkan, hal itu akan menjadi alat pemersatu bangsa yang paling kuat, mempertebal rasa memiliki terhadap Indonesia.

Mengutip esensi dari tulisan di Floresa, sepak bola di daerah adalah perekat sosial; ketika pemerintah hadir membangun stadion yang layak di Flores, mereka sebenarnya sedang membangun jembatan emosional antara Timur dan Pusat. Inti argumennya sederhana: jika Indonesia ingin kuat dan bersatu, maka daerah seperti Flores tidak boleh hanya diingat saat pemilu atau saat mereka menyumbangkan pemain berbakat, tetapi harus diperhatikan secara nyata dalam setiap sen anggaran pembangunan.

E. Penutup / Kesimpulan: Menggugat Janji Keadilan


Sebagai ringkasan, sepak bola Flores adalah potret nyata dari gairah yang terbelenggu oleh ketidakpedulian struktural. Kita tidak bisa terus-menerus menuntut prestasi dari para pemuda NTT jika kita sendiri enggan memperbaiki "panggung" tempat mereka berdiri. Harapan besar tertuju pada pemerintah untuk segera merealisasikan janji pemerataan, karena sepak bola Flores bukan sekadar olahraga lokal, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas nasional Indonesia.

Anak-anak Flores tidak meminta kemewahan seperti stadion di Eropa; mereka hanya ingin kesempatan yang sama untuk bermimpi membawa nama Indonesia tanpa harus takut cedera karena lapangan yang berlubang.

F. Pesan Moral / Ajakan: Melihat Indonesia dari Ujung Timur


Sudah saatnya kita berhenti melihat Indonesia hanya dari gemerlap lampu di Pulau Jawa. Mari kita alihkan pandangan ke Timur, tempat di mana semangat persatuan dirawat dengan peluh dan keterbatasan.

Mendukung pemerataan olahraga di Flores berarti mendukung keutuhan Indonesia itu sendiri. Biarkan sepak bola menjadi bahasa pemersatu kita, di mana setiap anak di pelosok Flores bisa berteriak dengan bangga, "Saya Indonesia, dan saya punya hak yang sama untuk berprestasi!"


Penulis : Chetriyani Thevinsensian Do’on 
Mahasiswi Prodi Ilmu Keolahragaan, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Tawa Ceria Sekolah Alam Amartha: Wadah Asah Kemandirian dan Kemampuan Kognitif Berbasis Kegiatan Sosial yang Terintegrasi dengan Alam

PT. Media Apero Fublic- Tuesday, June 30, 2026 0
Tawa Ceria Sekolah Alam Amartha: Wadah Asah Kemandirian dan Kemampuan Kognitif Berbasis Kegiatan Sosial yang Terintegrasi dengan Alam
APERO FUBLIC   I  Setiap orang tua memiliki harapan tinggi pada tumbuh kembang anak melalui pendidikan interaktif dan menyatu dengan alam. Bukan ta…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261305
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa o...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Thursday, June 04, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 68 Berita 1654 Berita Daerah 1623 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1203 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 57 Cerita Rakyat 12 Cerpen 29 Dongeng 67 Ekonomi 101 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 865 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 637 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 55 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 194 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us