-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Islam dan Budaya Sedekah Uban-Uban: Tradisi dan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Melayu
Islam dan Budaya

Sedekah Uban-Uban: Tradisi dan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Melayu

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Jan, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Sebuah tradisi yang bercampur dalam sistem kepercayaan masyarakat kuno, dimana segala sesuatu memiliki hubungan dengan alam lain (ghaib). Manusia hidup berdampingan dengan mahluk yang tidak kasat mata. Mahkluk-mahkluk tersebut menjadi penyebab-penyebab yang terjadi pada manusia, seperti sakit, sial, musibah dan sesuatu hal yang tidak sesuai harapan.

Masyarakat Melayu mengistilahkan ritual yang menjadi penghubung antara alam gaib dan alam nyata dengan ritual atau sedekah. Sedekah ini, selalu dilengkapi dengan doa, persembahan atau hidangan, mantra disertai membakar kemenyan. Kata sedekah adalah kosa kata yang masuk saat Islam menyebar pada masyarakat Melayu (sodaqoh). Kosa kata bahasa asli Melayu-Sumatera Selatan tentang sedekah ini (ritual) diistilahkan dengan, Nyambat.

Begitu juga dengan istilah sedekah uban-uban. Hal-hal demikian juga terdapat dalam sedekah uban-uban yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Melayu di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin. Ritual atau sedekah uban-uban khusus untuk kaum wanita, terdiri dari ibu-ibu, gadis dan anak-anak (laki-laki dan perempuan).

Tradisi sedekah uban-uban dilaksanakan setelah beberapa hari ibu melahirkan. Jangka waktu pelaksanaan sedekah uban-uban kurang dari satu minggu atau lebih. Tapi tidak boleh terlalu lama lewat sepuluh hari dari kelahiran bayi. Yang biasa dilaksanakan sedekah uban-uban, yaitu dua atau tiga hari setelah melahirkan.

Nama uban-uban diambil dari hidangan wajib atau punjung dalam ritual sedekah uban-uban. Punjung dalam sedekah uban-uban terdiri dari, nasi padi pulut, nasi padi arang yang dimasukkan kedalam wadah melebar dan dibentuk meninggi seperti bukit. Lalu, diatas padi arang ditaburi kelapa parut. Simbol hitam padi arang yang ditaburi kelapa parut menyimbolkan rambut orang tua. Dimana rambut yang sudah beruban.

Kalau rambut sudah beruban tentu manusia sudah tua. Sudah pantas menjadi seorang ibu dan seorang bapak. Maka muncul istilah ibu-bape dalam tradisi sedekah uban-uban. Kata Ibu berarti ibu, dan kata bape berarti bapak. Kata ulangan “uban-uban” memberi tahu kalau bukan uban yang sebenarnya atau uban tiruan.

Sedekah uban-uban yang dilaksanakan oleh masyarakat beralasan supaya “ibu-bape” dari anak yang dilahirkan tidak lagi mengganggu anak yang sudah dilahirkan. Menurut kepercayaan masyarakat, bayi sewaktu di dalam kandungan ibunya ada yang merawat juga, yang diistilahkan ibu-bape. Karena ibu-bape si bayi akan mengganggu bayi yang sudah dilahirkan. Akibat gangguan ibu-bape si anak menyebabkan bayi menjadi rewel, suka menangis dan sakit-sakitan. Dengan dilaksanakannya sedekah uban-uban. Ibu-bape bayi sewaktu di alam kandungan tidak lagi mengganggu atau menggoda bayi yang sudah lahir ke alam dunia. Bayi akan menjadi tenang, tidak suka menangis dan sehat selalu.

Ibu-bape adalah istilah penyebutan untuk sepasang mahluk halus sebangsa jin atau malaikat. Setiap anak-anak menurut kepercayaan masyarakat memiliki ibu-bape masing-masing. Ibu-bape setelah sedekah uban-uban akan melepas bayi dengan ikhlas dan diurus ayah ibu yang di dunia.

Kepercayaan ini berdasarkan kepercayaan asli masyarakat Melayu purba zaman kuno. Namun praktek sekarang sudah jauh berbeda, karena mendapat pengaruh Islam. Doa yang dipanjatkan doa pada Allah, membaca surah yasin, diawali basmalah, diakhiri hamdalah. Pembakaran kemenyan hanya sebatas tradisi saja, tidak ada kata-kata syrik. Zaman kuno para pawang sedekah uban-uban memanjatkan doa-doa pada arwah leluhur (puyang).

Muncul juga pemahaman masyarakat dahulu, bahwa saat sedang mengandung ibu disarankan tidak banyak berbuat aneh-aneh. Banyak pantangan dalam bertingkah laku dalam kesehariannya. Seperti tidak boleh membunuh hewan apa pun. Tidak boleh duduk di pertengahan pintu. Tidak makan sesuatu berwadah tutup perabotan, misalnya tutup panci. Hal-hal demikian akan menyebabkan kemarahan ibu-bape si anak yang berdampak susa melahirkan atau musibah lain. Ibu bape menganggap calon ibu manusia jahat. Sedekah uban-uban adalah wujud persembahan pada ibu-bape yang telah membantu menjaga ibu hamil, janin atau bayi dalam kandungan serta membantu proses persalinan ibu yang melahirkan.

Tanda bayi diganggu oleh ibu-bapeNya, bayi tersebut suka menangis dan sakit-sakitan. Biasanya, apa bilah bayi suka menangis dan sakit-sakitan, sementara sedekah uban-uban sudah dilaksanakan. Maka keluarga tersebut akan melaksanakan sedekah lanjutan yaitu, sedekah bobo belantan (bubur belantan). Belantan berarti bubur yang tidak ada rasanya. Sakit ini, diistilahkan dengan, kemarahan ibu-bape. Atau ritual nyambat puyang, dan penyembelihan ayam biring kuning, ayam kumbang atau sejenisnya sesuai petunjuk pawang.


Proses Sedekah Uban-Uban.

Pertama, sedekah uban-uban dimulai dengan persiapan memasak padi pulut dan padi arang, memarut kelapa, menyiapkan wadah berlapis daun pisang dan kemenyan. Kemudian memasak makanan ringan untuk makanan setelah ritual selesai. Misalnya pisang goreng, kerupuk, kue dan lain-lain. Sesuai kemampuan dan selera tuan rumah.

Kedua, mempersiapkan hidangan sedekah yaitu punjung sedekah uban-uban. Satu wadah khusus berupa ketan hitam yang diwadahi piring dibuat padat dan membentuk membukit. Ditaburi dengan parutan kelapa pada bagian atas nasi padi arang (ketan hitam). Lalu ditutup dengan daun pisang. Inilah yang disebut punjung sedekah uban-uban (persembahan).

Wadah hidangan sedekah uban-uban disandingkan dengan wadah pembakar kemenyan. Setelah itu, orang tua yang mengerti (pawang), akan duduk di dekat wadah bara api pembakar kemenyan. Sebelumnya, tuan rumah sudah meminta tetangga untuk datang ke rumahnya.

Ketiga, diawali dengan pembakaran kemenyan dan dilanjutkan pembacaan mantra oleh orang tua. Setelah itu, bayi digendong di dekat pemimpin ritual, lalu asap kemenyan di syaratkan mengenakan bayi. Syarat maksudnya hanya sedikit saja karena khawatir pada bayi oleh paparan asap. Kemudian, kepala bayi ditaburi kelapa parut yang diwadah hidangan uban-uban. Itu juga hanya syarat saja, hanya beberapa butir.

Keempat, proses ritual selesai dan bayi kembali dibawa ketempat tidurnya. Orang tua yang mengerti kembali memimpin acara sedekah. Dilanjutkan dengan pembacaan surah yasin, doa selamat dan doa lainnya untuk bayi yang baru lahir. Kemudian dilanjutkan makan bersama. Setelah acaran makan bersama selesai sedekah uban-uban pun selesai.

Sedekah uban-uban khusus untuk kaum perempuan. Mulai dari memasak, pelaku ritual, pemimpin ritual, yang hadir dalam acara ritual hanya kaum perempuan dan anak-anak (permepuan atau laki-laki).

Nilai-Nilai Budaya Sedekah Uban-Uban.


1.Ucapan rasa syukur pada Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) atas lahirnya anak mereka dengan baik, sehat dan selamat.

2.Bergembira bersama-sama atas kelahiran anak mereka. Menyambut kehadiran anak mereka dengan bahagia.

3.Mendapat doa yang baik dari orang banyak. Dengan demikian anak mereka akan sehat selalu, tidak rewel, tidak nakal, dan menjadi anak yang shaleh.

4.Secara tidak langsung mengabarkan dan memberi tahu masyarakat sekitar atas lahirnya seorang anak dari keluarga tersebut.

5.Menghargai seorang ibu yang melahirkan; Pertama, menghargai ibu yang baru saja berjuang melahirkan anaknya. Juga menghargai para ibu-ibu yang lainnya yang juga pernah melahirkan. Begitu juga dengan wanita yang akan melahirkan mereka tidak takut akan melahirkan (ibu hamil dan gadis-gadis yang akan menikah), yang dikatakan sangat menyakitkan. Sebab semua orang berbahagia kalau mereka melahirkan anak. Sehingga para wanita tidak takut melahirkan, tidak takut menjadi seorang ibu.

6.Menghibur ibu yang baru melahirkan, karena dirumahnya ramai banyak tamu, banyak keluarga yang datang. Sehingga dia dapat melupakan masa-masa perjuangannya beberapa hari lalu saat melahirkan yang sangat sulit itu.


Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Islam dan Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Peningkatan Kemampuan Musikal Peserta Didik Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMP Negeri 4 Prambanan dengan Teknik Vokalisi Sederhana

PT. Media Apero Fublic- Friday, September 18, 2026 0
Peningkatan Kemampuan Musikal Peserta Didik Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMP Negeri 4 Prambanan dengan Teknik Vokalisi Sederhana
APERO FUBLIC   I  PRAMBANAN.– Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan metode pelatihan vokal dalam ekstraku…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261916
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN-TURI.—   Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi peny...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira
    APERO FUBLIC   I  BUNUT.—  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 92 mengadakan kegia...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.-   Aktivitas peternakan bebek menjadi perhatian mahasiswa KKN MIT Posko 167 UIN Walisongo Semarang saa...
  • Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, m...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ibu Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Monday, August 24, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

KKN UMRI Kelompok 92 Kenalkan Beragam Emosi kepada Anak-anak TK Aufa Zafira

Monday, August 24, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Thursday, August 06, 2026
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Saturday, August 29, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1933 Berita Daerah 1813 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 127 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 12 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1197 Kesehatan 48 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 699 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 214 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 48 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us