-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Flora Mengenal Tanaman Pinang (Areca Catechu): Budaya Indonesia, Industri dan Farmasi.
Flora

Mengenal Tanaman Pinang (Areca Catechu): Budaya Indonesia, Industri dan Farmasi.

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 May, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Bangka atau Pinang adalah jenis tanaman keras yang memiliki nama ilmiah areca catechu, dari keluarga arecaceae genus, divisi magnoliophyta classis. Tumbuh di kawasan Pasifik, Asia, dan Afrika Timur. Dalam bahasa Inggris Pinang disebut betel palm. Pada masyarakat Melayu di Sumatera Selatan dinamakan, bangka.

Di Aceh disebut pineung, dan pining di daerah Batak-Toba. Daerah lain juga memiliki nama masing-masing. Pinang masuk dalam klasifikasi tumbuhan monokotil, berakar serabut. Bangka atau pinang masuk jenis palem-paleman.

Kelopak pelepah menempel pada batang. Pada pelepah muncul daun yg memanjang. Tulang daun berupa lidi halus. Bentuk daun seperti lambung perahu. Saat daun tua berwarna kuning, kemudian jatuh kebawah. Kelopak pelepah sering dijadikan mainan anak-anak.

Batang pinang meninggi seiring kemunculan pucuk daun, secara berkelanjutan. Tangkai bunga muncul dari sela kelopak atau batang atas. Tangkai buah menggantung, buah bentuk bulat telur. Umumnya  warna buah mentah hijau, saat masak warna buah kuning tua (orange). Kulit buah berserabut, biji keras hitam. Biji masak tersebutlah yang dimanfaatkan.

Pinang adalah tumbuhan yang sangat dekat dengan budaya masyarakat di nusantara. Di Asia Tenggara terutama di Indonesia (Aceh sampai Papua), buah pinang dijadikan kunyahan kebiasaan sehari-hari, dan untuk upacara adat-istiadat. Dahuluh laki-laki dan wanita terutama orang tua selalu mengunya pinang-sirih (menyirih). Dalam bahasa Melayu di Sumatera Selatan dikenal dengan, ngilim atau menyirih. Wadah alat-alat menyirih dinamakan tepak atau paliman.

Di Indonesia terdapat dua jenis pinang, pinang unggul dan pinang biasa. Pinang betara berasal dari Betara-Jambi, Tanjung Jabung Barat. Pinang Bulawan dari Kotamobagu, Sulawesi Utara juga varietas unggul. Buanya besar, kadar tanin yang tinggi, memiliki produksi yang besar.

Selain itu Pinang Merah (gyrtostachys lakka becc) yang berasal dari Semenanjung Malaka, Sumatera dan Kalimantan. Jenis lain, pinang Aceh, pinang hutan, pinang irian (prychosperma macarthuii nicholson), pinang biru, pinang kelapa (actinorhytis calapparia).

Budaya saat bermusyawarah keluarga menjelang pernikan, lamaran, sirih dan pinang menjadi simbol kekeluargaan dan musyawarah. Adat ini sampai sekarang masih berlaku di Sumatera. Pada zaman kerajaan dan kesultanan musyawarah istanah, diplomasi negara, dan pernikahan juga diawali dengan makan pinang-sirih.

Kebutuhan adat dan kebutuhan konsumsi itulah, menjadikan pinang tanaman yang diperlukan. Lalu setiap penduduk menanam pinang di dekat pemukiman mereka, di pekarangan rumah, kebun dan ladang.

Dari budaya makan pinang-sirih tersebut, dijadikan awal kata dalam buku-buku negara kita duhulunya diawali dengan kata, sekapur siri. Karena mengambil intisari dari budaya kita. Dimana dalam mengawali pembahasan sesuatu (pembukaan kata), berkata-kata selalu diawali dengan memakan pinang-sirih. Dalam ramuan pinang sirih terdapat kapur. Maka, di tulislah awal pembahasan buku dengan, sekapur sirih.

Namun oleh orang-orang yang buta budaya (sok maju) dan tidak mengerti ciri khas budaya nusantara (nenek moyang Indonesia) kemudian mereka rubah menjadi, kata pengantar. Mereka disebut kelompok interior dalam bidang kebudayaan.

Kelompok inferior kebudayaan tersebut mengagungkan budaya asing dan merendahkan budaya sendiri. Mereka juga mengidap penyakit sosial akut, yaitu neofeodalisme. Sehingga pola pikir mereka hanya bisa mengikuti atau menjiplak. Lalu menjiplak kata Preface atau kata pengantar mengganti kata sekapur sirih.

Selain itu, kemungkinan mereka  t memiliki pengetahuan kebudayaan Indonesia asli dimana menganggap makan pinang atau pinang-siri cuma di beberapa tempat saja, Seperti orang Melayu (Sumatera, Malaysia). Padahal budaya makan pinang sirih adalah milik bangsa Indonesia.

Selain itu, buah pinang muda juga dijadikan pelengkap adat hantaran pernikahan. Seperti pada masyarakat Sungai Keruh, Sumatera Selatan. Kemudian saat adanya kematian, secara budaya masyarakat memasukkan pucuk pinang muda (umbut) untuk masakan budaya (kebiasaan) saat acara kematian.

Dalam kesastraan rakyat ada ungkapan yang diambil dari pinang: “bak pinang dibelah dua.” Ungkapan ini memberikan gambaran dua hal yang sama persis. Misalnya untuk ungkapan menggambarkan sepasang suami istri yang cocok, wajah orang kembar yang sangat sama, dan lainnya.

Selain kebutuhan kebiasaan makan pinang sirih. Pinang zaman sekarang termasuk jenis tanaman obat dan industri. Buah pinang diekspor ke Cina, dan Asia Selatan. Kemajuan teknologi telah mengubah pemanfaatan buah pinang. Seperti Cina dan India telah mengubah buah pinang menjadi permen.

Sebagai inspirasi usaha, pinang dapat diolah menjadi bubuk atau tepung. Seperti memadukan tepung pinang dan tepung kopi. Tepung pinang dapat diolah menjadi bahan baku makanan ringan, dan permen. Namun perlu dilakukan formulasi yang baik dan penelitian agar memenuhi syarat.

Produk pengolahan pinang menjadi minyak atsiri pinang. Produk turunan lanjutan pada bidang farmasi, minyak bahan bakar pengganti solar, minyak wangi. Biji pinang mengandung atsiri dan tanin alkoloid. Tanin merupakan senyawa yang penting penggunaannya dalam bidang kesehatan dan industri.

Membudidayakan pinang cukup mudah, tidak memerlukan perawatan yang intensip. Dapat dibudidayakan bersama tanaman keras lain, seperti karet, buah-buahan, kelapa, dan lainnya. Sehingga tidak mengganggu produksi dan perkembangan perkebunan lainnya. Salah satu caranya usaha petani: membentuk kelompok tani, kemudian bersama-sama membudidayakan pinang di daerahnya.

Sehingga terbentuk kelompok tani pinang. Tentu hal demikian adalah usaha sampingan perkebunan yang menjanjikan. Bekerjasamalah dalam menanam, pengumpulan saat panen, dan saat memasarkan hasil panen. Dalam waktu cepat akan terbentuk sentra penghasil buah pinang.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 13 Mei 2021.

Sy. Apero Fublic

Via Flora
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mahasiswa Kehutanan Laksanakan Sosialisasi Konservasi Hutan di SMPN 018 Kota Jambi: Tekankan Pentingnya Peran DAS bagi Kehidupan

PT. Media Apero Fublic- Friday, April 17, 2026 0
Mahasiswa Kehutanan Laksanakan Sosialisasi Konservasi Hutan di SMPN 018 Kota Jambi: Tekankan Pentingnya Peran DAS bagi Kehidupan
APERO FUBLIC   I  JAMBI . –  Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan oleh mahasiswa. Kali…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026625
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labura LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI MUBA PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 60 Berita 1460 Berita Daerah 1490 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1169 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 43 Cerita Rakyat 12 Cerpen 18 Dongeng 67 Ekonomi 38 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 2 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 18 Kampus 412 Kesehatan 26 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 352 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 42 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 36 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 166 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 25 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us