5/12/2021

Asal Usul Pulau Labengki. Sulawesi Tenggara.

Apero Fublic.- Kisah Legenda. Pada zaman dahulu kalah, tersebutlah dua sungai kecil, yaitu Sungai Konaweeha dan Sungai Laasolo. Dua sungai yang berasal dari satu sumber mata air lalu alirannya memeca dan menjadi dua aliran. Keduanya sama-sama mengalir perlahan dan airnya sedikit.

Di tepian sumber airnya, tumbuh sebatang pohon buah lemon yang besar. Saat masak buah lemon itu jatuh dengan sendirinya kedalam sumber mata air. Sebagian buah hanyut memasuk kedalam sungai Konaweeha, sebagian lagi hanyut kedalam Sungai Laasolo. Selain pohon lemon itu, banyak juga pepohonan lain.

Bukan hanya manusia dan hewan yang memiliki kutu. Sungai atau air juga memiliki kutu, yaitu kutu air. Suatu ketika keduanya bersepakat untuk saling mencari kutu mereka. Mereka pun saling mencari kutu, keduanya bercerita banyak seraya mencari kutu. Kedua sungai itu berencana untuk mencari kerang dan siput di pantai, pesisir laut. Dalam percakapan itu, bertanyalah Sungai Laasolo pada Sungai Konaweeha.

“Bagaimana Konawe, apakah kau akan berjalan cepat nantinya?.” Tanya Laasolo.

“Nanti, kita jalan coba berjalan bersama-sama.” Jawab Konaweeha.

“Oh, kalau begitu kapan kita mulai berangkat.” Tanya Laasolo.

“Besok pagi saja.” Jawab Konaweeha. Ternyata bertanya demikian Konaweeha bermaksud untuk mengalahkan Laasolo dalam mengalirkan arusnya. Konaweeha bermaksud meninggalkan Laasolo, dia diam-diam menyimpan rencana. Laasolo tidak curiga, dia pun tidur saat menjelang malam. Bermaksud untuk  menyimpan tenaga agar besok pagi segar, memiliki tenaga kuat.

Sementara itu, Konaweeha alirannya mulai melakukan perjalanan menuju pantai. Menembus gunung dan membuat air terjun diatas Pohara. Sementara Sungai Laasolo baru terjaga dari tidurnya. Dia mendengar suara dentuman batu-batu gunung dari jauh akibat terobosan aliran Sungai Konaweeha, yang sedang membuat air terjun.

Melihat aliran Sungai Konaweeha yang sudah mengalir meninggalkannya, membuat Sungai Laasolo marah, dan dia memulai perjalan juga. Untuk menyusul Sungai Konaweeha dia mulai mengumpulkan tenaga. Lalu mengarahkan langka dengan garis lurus. Dengan segenap kekuatan yang didiorong rasa marah dan mengamuk. Sungai Laasolo mengalirkan arusnya dengan cepat menembus tujuh buah gunung.

Sungai Laasolo akhirnya dapat melewati Sungai Konaweeha. Dari kejadian tersebutlah, arus aliran Sungai Lasolo lebih deras dari aliran Sungai Konaweeha. Sebab Sungai Konaweeha bergerak perlahan dan santai saja. Maka aliran Sungai Konaweeha alirannya lebih lambat dan tenang.

Sementara itu, bekas pengikisan Sungai Laasolo yang terdiri dari tanah dan batu saat menembus tujuh gunung didorong dan terbawa hanyut oleh aliran arus Sungai Laasolo menuju lautan. Kemudian membentuk beberapa gunung dan sebuah pulau, yaitu Pulau Labengki.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 12 Mei 2021.
Sumber: J.S. Sande. Dkk. Struktur Sastra Lisan Tolaki. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment