Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

3/31/2021

MUSI BANYUASIN: Miliki Rumah Kemasan Pertama di Sumatera Selatan.

Ketua Dekranasda Musi Banyuasin Thia Yufada Hadir Langsung di Opening Rumah Kemasan.

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin  terus berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat Muba. Semua inovasi ini dikomandoi Bupati Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wabup Beni Hernedi S.IP. Inovasi kali ini tentang kemasan yang dilakukan Disdagperin bersinergi dengan Ketua Dekranasda Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza. Duet ini membuat terobosan dan inovasi baru dengan menghadirkan rumah kemasan. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas produksi  sehingga laku di pasaran.

Ketua Dekranasda Muba Hj Thia menyebut Kabupaten Muba adalah daerah pertama di Sumsel yang punya Rumah Kemasan. Rumah Kemasan Muba, imbuh Thia, adalah rumah kemasan bersama tempat berkumpulnya pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sebagai melting pot nya para pengusaha, wadah ini bagus untuk mempersiapkan diri menuju pasar nasional.

"Kita harus bangga punya rumah bersama ini. Sebab setahu saya ini yang pertama dikelola dan dibiayai langsung oleh pemerintah. Buat saya ini adalah Bukti bawah Pemkab Muba memprioritaskan pembinaan kepada IKM dan UMKM se Kabupaten Muba,"ungkapnya.

Kepala Disdagperin Muba Azizah, S.Sos, MT  mengatakan Rumah Kemasan ini  menjadi salah satu tempat untuk edukasi dan konsultasi bareng antar  pelaku usaha di Musi Banyuasin. Diterangkan Azizah hingga akhir tahun 2020, ada 40 ribu lebih IKM yang tercatat.  Jumlah ini  menyusut selama wabah  pandemi Covid19 yang tercatat hampir 8 ribu.

"Pendataan terkini yang kami lakukan ulang pada saat awal pandemi ada kurang lebih 2 ribuan yang masih aktif dan ada 122 sentra IKM. Kondisi ini yang mendorong kami mengembangkan Rumah Kemasan. Kita ingin meningkatkan produktivitas, kualitas dari pada produk-produk UMKM dan IKM,  memberikan layanan pembuatan kemasan  yang benar menurut peraturan. Karena di Peraturan Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan sudah mengatur peesyaratan pelabelan produk,"ungkapnya.

Azizah juga minta dukungan dan arahan dari Ketua TP PKK Muba agar pelaku-pelaku usaha di Muba menjadi lebih  diperhatikan lagi.  Jika semua lancar,  lanjut Azizah,  pada gilirannya akan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Muba serta dapat mendukung tercapainya program Pemkab Muba  memulihkan ekonomi masyarakat  Kabupaten Muba.

 "Kita opening hari ini sekaligus menyeru kepada UMKM dan IKM  tidak usah ragu datang ke rumah kemasan ini. Tim kreatif juga disediakan.  Silahkan berkonsultasi, berdiskusi, berkreasi  membuat kemasan yang baik dan menarik. Semoga  rumah kemasan ini membawa produk-produk IKM lebih baik kedepannya,"pungkasnya. HS.

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 31 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic.

3/30/2021

Mengenal Pohon Terap (Artocarpus Elasticus)

Apero Fublic.- Pohon terap adalah sejenis pohon yang tumbuh di hutan tropis di Asia Tenggara. Terutama di Indonesia, tumbuh di hutan-hutan Sumatera dan Kalimantan. Pohon yang memiliki nama latin artocarpus elasticus adalah pohon yang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia pada zaman dahulu. Pada masa manusia yang belum mengenal tenunan di Asia Tenggara, maka kulit pohon terap menjadi pelindung tubuh.

Kulit pohon terap banyak sekali manfaatnya, seperti dijadikan dinding rumah atau pondok. Menjadi baju, celana, kain, tas, tali penggendong keranjang dan sejenisnya, tali jerat, ikat pinggang, ikat kepala, dan lainnya.

Sehingga pohon terap pada masanya menjadi tanaman yang berharga dan dibiarkan hidup atau dipelihara apabila tumbuh di sekitar pemukiman manusia. Sekarang, masyarakat yang masih memanfaatkan kulit pohon terap adalah masyarakat Baduy, di Jawa Barat. Mereka membuat sejenis tas cantik yang dinamakan tas koja.

Di Sumatera Selatan dimana terdapat peradaban purba yang hadir sejak 3000-4000 tahun sebelum masehi. Pengolahan pohon terap sudah di lakukan oleh masyarakatnya. Seperti dibuat pakaian yang dinamakan istilah pakaian lantung dan abuk. Pakaian lantung adalah jenis pakaian yang terbuat dari kulit pohon terap, terdiri dari baju, celana dan kain.

Sedangkan abuk berarti tali, dimana kulit pohon terap berpungsi seperti tali, contohnya tali jerat, ikat, tali penggendong jenis keranjang. Sekarang kata abuk ditengah masyarakat Melayu Sumatera Selatan hanya tinggal pemakaian untuk menggendong keranjang. Fungsi tali atau ikatan sudah digantikan tali plastik atau tali pohon akar.

Pohon terap dapat tumbuh mencapai kurang lebih dua puluh meter dari permukaan tanah. Lingkar pohon yang tumbuh subur dapat mencapai drum minyak pertamina. Dengar akar atau pangkal pohon yang sudah besar membentuk banir yang melebar dan tipis.

Ada dua jenis pohon terap yang dikenal penduduk, terap hitam dan terap putih. Daun pohon terdiri dari tulang daun yang besar, kemudian rusuk daun kiri dan kanan membentuk tulang daun kembali, yang tidak menyatu dengan daun utama. Sehingga tampak berupa celah diantaranya.

Oleh. Asdi Merka, S.Hum
Editor. Selita, S.Pd.
Tatagambar: Dadang Saputra.
Palembang, 31 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

3/27/2021

Sungai Keruh: Mitos Antu Golong Ijok

Apero Fublic.- Mitos. Di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Ada sebuah mitos yang tersebar ditengah masyarakatnya sejak dahulu. Cerita hantu gulung ijuk ditahun 90-an masih menjadi topik hangat dalam cerita hantu anak-anak di Sungai Keruh. Saat mereka bermain, siang atau malam hari.

Waktu itu, masih dijadikan anak-anak untuk saling takut-manakuti sesama teman-temannya. Sehingga teriakan hantu gulung ijuk akan membuat semuanya berlari tunggang langgang. Namun, seiring waktu, mitos hantu gulung ijuk mulai terlupakan. Hadirnya televisi dan smartphone mengikis cerita horor itu.

Antu Golong Ijok atau Hantu Gulung Ijuk menurut masyarakat adalah mahkluk campuran antara mahluk halus (Jin) dan bukan mahluk halus (mahluk nyata). Dinamakan demikian karena hantu ini menyerupai gumpalan ijuk pada struktur wujudnya saat berjumpa dengan manusia. Kebiasaan hantu ini menurut masyarakat, selalu menggulung tubuhnya, dengan bentuk bulat seperti roda. Lalu menggelinding kemana dia suka. Dengan demikianlah sehingga hantu ini, dinamakan masyarakat dengan hantu golong ijok atau hatu gulung ijuk.

Kata golong berarti gulung, sedangkan Ijok bermakna ijuk. Ijok atau ijuk adalah bagian dari pohon enau atau aren yang berbentuk seperti benang berwarna hitam. Ijuk sering dijadikan sapu dan atap pondok di zaman dahulu.

Ciri-Ciri Hantu Gulung Ijuk (Golong Ijok)

1.Ciri utama hantu gulung ijuk bentuk tubuhnya, terdiri dari gumpalan-gumpalan ijuk yang memembentuk struktur tubuhnya.

2.Dengan tubuh berstruktur seperti ijuk, dia dapat merubah wujud atau bentuknya sesuai yang dia suka. Tetapi tetap berstruktur warna hitam yang terdiri dari gumpalan ijuk. Misalnya dia merubah wujudnya yang semulah berbentuk seperti manusia berubah menjadi ular. Bentuk perubahan wujudnya menjadi ular terdiri dari serat-serat ijuk yang memanjang seperti ular.

3.Mata hantu gulung ijuk bundar besar berwarna merah, bertaring hitam, gigi hitam, lidah hitam, hidung hitam. Mata adalah satu-satunya pada anggota tubuh yang berwarna merah. Selain itu, hitam seperti ijuk enau.

4.Hantu gulung ijuk, tubuhnya dapat berubah menjadi bundar seperti bolah atau Seperti rofa, lalu menggelinding seperti bola bowling. Tapi menggelinding bukan hanya ke tempat yang rendah, tapi sebaliknya dapat juga menggelinding ketempat yang tinggi atau menajak.

5.Hantu gulung ijuk, dapat meniru suara yang dia dengar dengan sama persis dari sumber suara yang dia dengar.

6.Hantu gulung ijuk dapat menyesatkan orang di dalam hutan. Dengan cara memindahkan tumbuhan-tumbuhan untuk menutup jalan setapak di hutan. Tanpa meninggalkan bekas sedikitpun, sehingga manusia akan tersesat karena tidak mengenali lagi jalannya.

7.Apabilah tidur, berhenti, atau istirahat hantu gulung ijuk kembali menggulung tubuhnya. Kadang melingkar diatas dahan pohon, batang pohon, atau melingkar seperti ular dan bergulung seperti roda pada batang atau cabang pohon.

Hantu gulung ijuk tinggal di hutan lebat. Berdiam di dalam lobang pohon, diakar pohon besar (banir) diatas pohon besar yang tinggi, atau di dalam gua-gua. Hantu ini, menurut mitos masyarakat suka menculik anak-anak yang suka bermain di hutan atau sekitar hutan.

Anak-anak yang diculik akan dijadikan sanderaannya, dia kurung di dalam kandang atau dia ikat diatas pohon tinggi sehingga tidak dapat melarikan diri lagi. Anak-anak tersebut ada yang dijadikannya makanan dan ada juga yang dia jadikan pengikutnya.

Untuk anak-anak dihimbau agar tidak bermain di hutan atau dipinggir hutan seorang diri atau bersama teman-teman tanpa ada orang tua. Karena rentan sekali diculik oleh hantu gulung ijuk ini. Mitos ini kemungkinan dimunculkan masyarakat Sungai Keruh untuk menakuti anak-anak zaman dahulu agar tidak suka bermain-main di hutan.

Sebab di hutan banyak bahaya, baik zaman dahulu atau zaman sekarang. Hutan adalah tempat yang tidak aman bagi anak-anak. Namun, sebagian besar masyarakat ada yang mempercayai kalau hantu gulung ijuk benar-benar ada.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita, S.Pd.
Tatagambar. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Maret 2021.
Sumber tulisan ini disarikan dari cerita-cerita yang tersebar pada masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Cerita diwariskan secara lisan yang dituturkan secara turun-temurun. Masyarakat mengistilahkan cerita lisan itu dengan, andai-andai (mendongeng).

Sy. Apero Fublic

3/25/2021

Tokoh Bangsa: Haji Agus Salim

Apero Fublic.- Haji Agus Salim lahir pada tanggal 8 Oktober 1884 di Kota Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia anak ke empat dari Sutan Moehamad Salim, seorang jaksa di Pengadilan Negeri pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda. Sewaktu ayah beliau bertugas di Riau sebagai Jaksa Kepala.

Agus Salim dengan panggilan Agus sudah saat masuk sekolah. Karena ayahnya seorang pejabat kejaksaan, dia mendapat kesempatan untuk masuk sekolah untuk anak-anak orang Belanda, Europese Lagere School (ELS). Bakat kecerdasan Haji Agus Salim sudah terlihat, itu diungkapkan oleh Kepala Sekolah tempat dia sekolah.

Setelah tamat ELS, Haji Agus Salim meneruskan sekolah menengah pertama, Hogere Burger School (HBS) di Jkarta, dan lulus tahun 1898. Setelah selesai sekolah HBS dia bekerja di lingkungan Pemerintahan Kolonial Belanda sebagai Konsulat Belanda di Jedah. Dari tahun 1906 sampai tahun 1911. Dari sinilah beliau belajar Bahasa Arab dan mendalami ilmu pengetahuan agama Islam dengan membaca buku-buku yang terdapat di Konsulat.

Pada tahun 1912 dia pulang ke tanah kelahirannya, dan mempersunting gadis satu kampung dengannya. Bernama Zainatun Nahar binti Engku Almatsir. Satu tahun kemudian (1913) dikaruniahi anak yang diberi nama, Dolly. Dari pernikahannya mendapatkan delapan orang anak, Dolly, Totok, Jojet, Adik, Syauket, Islam, Bibsy dan Ciddiq. Anak-beliau beliau memanggilnya Pakcik dan istrinya Makcik.

Bibsy pernah tinggal di Kobe-Jepang bersama suaminya Sunharyo sebagai Konsul Republik Indonesia di Kobe. Dalam waktu cepat Bibsy dapat menguasai bahasa Jepang, pasih sebagaimana wanita Jepang lainnya. Sementara, anak beliau bernama Syauket dikemudian hari gugur sebagai kesuma bangsa saat bersama kawan-kawannya melakukan penyerbuan ke markas Jepang, Oktober 1945.

Haji Agus Salim merupakan seorang ayah yang berhasil dalam mendidik anak-anaknya. Tujuh dari anak-anaknya tidak mengenyam pendidikan formal. Namun berkah pendidikan beliau, anak-anak mampu menguasai ilmu pengetahuan umum dan agama dengan baik. Anak beliau sejak lahir sudah mulai dia ajarkan, sehingga diumur empat tahun sudah dapat berbahasa Belanda.

Ketika Belanda sudah meninggalkan Indonesia dan masa pendudukan Jepang. Beliau menilai sekolah-sekolah tidak lagi dalam pengaruh penjajah Belanda yang bersifat kolonialis. Dengan demikian anaknya bernama Ciddiq barulah beliau memasukkan ke sekolah formal, Sekolah Rakyat (SR).

Pendidikan yang ditanamkan pada anak-anak beliau adalah membaca. Sebab membaca akan dapat membuat orang berpikir logis karena banyaknya ilmu pengetahuan. Seperti Dolly waktu umur 15 tahun dan Totok umur 13 tahun. Mereka sudah membaca apa yang menjadi bacaan anak-anak sekolah AMS, seperti buku Mahabarata berbahasa Belanda. Mengenal dan hafal berbagai puisi dalam beberapa bahasa. Masa itu, mereka memilki buku bacaan Kun Je nog zingen dan lainnya.

Sementara anak ketiga beliau yang bernama, Jojet. Jojet menikah dengan suaminya bernama, Johan Sjahruzah yang pernah menjadi Sekjen Partai Sosialis Indonesi. Kemudian dia dikenal dengan panggilan, Nyonya Johan. Dalam pembicaraan dengan orang-orang sering Nyonya Johan memberi tahu kalau dia tidak pernah sekolah seperti orang pada umumnya. Karena dia memiliki pengetahuan luas dan menguasai beberapa bahasa asing.

Haji Agus Salim dan Intergritasnya

Haji Agus Salim adalah seorang pemimpin umat Islam dan negarawan pada masanya. Kehidupan beliau penuh dengan perjuangan untuk rakyat Indonesia. Haji Agus Salim mengajarkan pada kita bagaimana menjadi sederhana tidak menghalangi diri kita menjadi orang besar dan dihargai orang. Karena integritas diri sangat penting dalam menjalani hidup yang bermartabat.

Kehidupan Haji Agus Salim tidak bergelimang harta. Dia hidup sederhana dan selalu berpindah-pindah bersama keluarganya. Kemiskinan tidak membuat beliau menjadi berpikir materialistis. Bahkan semakin berwibawa dan berilmu. Harta paling berharga dirumahnya mungkin hanyalah buku-buku. Dari sinilah kita dapat melihat beliau sudah mampu melepas paham neofeodalisme dalam kehidupannya. Dimana kesuksesan dan keberhasilan, nilai diri dan kelebihan seseorang tidak diwakili dengan kepemilikan materi dan kedudukan.

Pada tahun 1923 setelah Agus Salim dan Tjokroaminoto menjadi Anggota Dewan Rakyat setara Majelis Permusyawaratan Rakyat sekarang. Selama tiga tahun menjadi anggota Dewan Rakyat mewakili Sarekat Islam mereka mengundurkan diri. Menurut Haji Agus Salim Dewan Rakyat waktu itu hanyalah Komedi Ngomong. Serta hanya memperkuat Pemerintahan Kolonial Belanda dan menghambat kemerdekaan Bangsa Indonesia. Honor yang besar tidak menjadikan kedua tokoh itu lunak dan menghentikan cita-cita perjuangan mereka.

Pada tahun 1925 Haji Agus Salim menjadi pimpinan harian Hindia Baru. Milik sekelompok orang diantara orang Belanda. Mereka mengenal sepak terjang Haji Agus Salim, dalam politik dan kemampuannya. Waktu menerima tawaran menjadi pimpinan harian Hindia Baru beliau mengajukan syarat. Yaitu, mengerjakan pekerjaannya dengan kebebasan. Hasilnya harian Hindia Baru maju pesat.

Hindia Baru tentu menjadi buah pemikiran dari Haji Agus Salim. Dalam memuat tulisan dia tidak pandang bulu, menyalahkan atau memuji siapa pun. Tidak terkecuali menyalahkan kebijakan Kolonial Belanda. Karena itu, membuat para pemilik Hindia Baru tidak suka pada Agus Salim.

Mereka meminta kritik-kritik beliau pada Kolonial Belanda disampaikan lebih lunak. Oleh karena itu, Haji Agus Salim akhirnya mengundurkan diri. Dalam organisasi Haji Agus Salim aktif dalam Syarekat Islam, perna menjadi penasihat di Jong Islamieten Bond (JIB). Yang didirikan oleh Samsuridjal tahun 1925, bersifat Islam nasionalis.

Tahun 1926 keluarga Haji Agus Salim kembali lagi ke Kota Jakarta. Beliau kemudian berdirilah harian Fajar Asia, dia dan Tjokroaminoto menjadi pemimpin harian tersebut. Tahun 1930 Haji Agus Salim menghadiri konferensi Buruh Internasional di Jenewa sebagai nasihat delegasi buruh Nederland (Indonesia). Dalam kesempatan pidato, pertama dalam Bahasa Inggris dan kedua dalam Bahasa Prancis. Berarti beliau menguasai bahasa Belanda, Arab, Inggris dan Prancis.

Haji Agus Salim dalam karir politiknya pernah menjabat sebagai Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Sjahrir II (1946), dan III (1947). Menjabat Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Amir Sjarifuddin (1947), dan Kabinet Hatta (1948-1949). Haji Agus Salim semasa Pemerintahan Kolonial Belanda pernah diasingkan ke Brastagi bersama Seokarno dan Sjahrir.

Setelah Belanda menduduki Yogyakarta pada 20 Desember 1948. Mereka dipindahkan ke Prapat. Kemudian mereka dipindahkan lagi ke Pulau Bangka berkumpul dengan Bung Hatta dan kawan-kawan. Beliau sangat bersyukur karena dia menjumpai Indonesia merdeka. Dia wafat pada tanggal 4 November 1954. Kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional tanggal 27 Desember 1961, melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.

Oleh. Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 26 Maret 2020.

Sumber: Yanto Bashri dan Retno Suffatni (ed). Sejarah Tokoh Bangsa. Dalam: Mohammad Roem. Haji Agus Salim Memimpin Adalah Menderita. Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa, 2011.

Sy. Apero Fublic

Legenda Tolaki: Asal Usul Sungai Lahambuti Tidak Pernah Jernih.

Apero Fublic.- Pada zaman dahulu orang-orang Tolaki hidup berkelompok di sebuah padang ilalang yang luas, di Unaaha. Pimpinan kelompok mereka disebut, Pue. Suatu ketika terjadi perang antara dua Sanghyang, Sanghyang Onggabo dan Ndamasolea. Perang terjadi selama tujuh bulan mengendarai perahu ajaib mereka. Perang antara dua Sanghyang tersebut di jagat raya, membuat banyak tempat di alam ini rusak, termasuk tempat tinggal orang-orang Tolaki di Unaaha. Akibat perang kekuatan ajaib itu, menyebabkan banyak jatuh korban jiwa.

Sisa-sisa korban banyak yang bunuh diri, karena setelah itu tersebar wabah penyakit berbahaya. Belum lagi habis penderitaan penduduk Unaaha muncul juga biawak raksasa yang sering memangsa penduduk. Tempat persembunyian biawak raksasa di Auti, tidak jauh dari padang ilalang Unaaha.

Di Hunibato sebuah tempat yang tidak jauh dari Unaaha, hidup dua orang Tamalaki bersaudara, bernama Latuanda dan Labuani (bukan manusia mungkin sebangsa jin). Suatu hari, keduanya merasa aneh sebab di Unaaha tidak ada lagi kesibukan warganya. Keduanya akhirnya melakukan penyelidikan pergi ke Unaaha. Saat mereka tiba, mendapati semua penduduknya telah mati. Karena dilanda wabah dan serangan biawak raksasa.

Latuanda dan Labuani tidak menemukan penduduk yang masih hidup. Kecuali seorang anak perempuan yang baru bisa merangkak, pada sebuah rumah yang besar. Anak itu mereka temui sedang menyusui pada jazad seorang ibu yang tidak diketahui namanya. Anak itu mereka bawa pulang ke Hunibato. Anak itu mereka rawat dengan baik. Waktu berlalu dengan cepat,  sekarang anak perempuan sudah tumbuh menjadi remaja. Berwajah sangat cantik, berambut cukup panjang sehingga diberi nama Kambuka Sio Ropo.

*****

Gugurnya Ndamasolea membuat Onggabo turun ke muka bumi untuk mengetahui kemungkinan masih ada manusia yang masih hidup akibat perang mereka. Pertama, turun di sebelah utara wilayah Konawe, di Sungai Laa Liuda sampai di muara Sampara muara Sungai Konawe’eha. Onggabo merasa tidak ada kehidupan manusia dengan cara meminum air hilir sungai dan meneliti sungai-sungai tersebut.

Sementara itu, di muara Sampara terdampar potongan jelaga yang hanyut terbawa aliran Sungai Konawe’eha. Ditemukan Onggabo, lalu dia angkat dan terlihat sehelai rambut terbelit. Lalu rambut digulung sampai seukuran buah jeruk. Rambut itu adalah rambut Kambuka Sio Ropi yang tersangkut saat dia mandi mengurai rambut dan terbelit jelaga. Menemukan rambut itu, Onggabo merasa yakin kalau di hulu Sungai Konawe’eha tinggal seorang gadis. Menyusuri sungai Konawe’eha Onggabo tiba di Hunibato. Di sepanjang perjalanan menyusuri sungai dimana air sebatas lutut dia sering disambar buaya. Tapi dapat dia atasi dengan kesaktiannya.

Sesampai di Hunibato, Onggabo langsung menyatakan pada Latuanda dan Labuani bahwa mereka ada membesarkan seorang gadis. Banyak alasan yang dikemukakan oleh Latuanda dan Labuani, tapi tidak bisa mengalahkan keyakinan Onggabo. Oleh karena itu, akhirnya mereka mengakui dan merestui pernikahan Onggabo dan Kambuka Sio Ropo. Tapi, ada syarat yang harus dipenuhi oleh Onggabo. Yaitu, harus dapat merubah Latuanda dan Labuani menjadi manusia biasa, dan membunuh biawak raksasa yang tinggal disebuah Gua, di Auti.

Dua syarat dipenuhi oleh Onggabo dan dia pergi ke sebuah Gua  di Auti, lalu menemukan biawak dan berhasil menombaknya. Sampai sekarang nama tempat itu, Auti. Biawak raksasa itu, keluar melarikan diri ke arah timur. Onggabo mengejar, di perjalanan dia menemukan tombaknya tersangkut di pohon beringin yang dilintasi biawak terluka itu. Tempat ditemukan tombak itu, dinamakan Sambeani.

Biawak raksasa itu, kemudian tiba di Sungai Konawe’eha dan badannya mengapung dan badannya melintang. Sehingga badannya membentang dari tebing ke tebing seberang. Kemudian tempat itu, dinamakan Hongoa. Biawak raksasa merasa sudah akan mati, kemudian dia pergi lagi dan masuk anak Sungai Lahambuti. Mengarah ke arah hulu anak sungai itu. Sehingga dari dahulu dan sampai sekarang air sungai Lahambuti menuju muara tidak pernah jernih. Lama kemudian biawak raksasa itu tiba disuatu tempat. Disanalah kemudian biawak itu, mati. Lalu tempat biawak mati itu dinamakan penduduk dengan, Ale Uti.

Cerita ini dari Kendari, pada masa lalu sering diceritakan pada anak-anak atau dalam pertemuan-pertemuan, pesta-pesta adat, dan pertemuan-pertemuan keluarga.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 25 Maret 2020.

Sumber: J.S. Sande., Dkk. Struktur Sastra Lisan Tolaki. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1986.

Sy. Apero Fublic.

RESMI DILANTIK: Gerbong Kepemimpinan KADIN Sumatera Selatan Dodi Reza Periode 2020-2025.

Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sumatera Selatan Ciptakan Iklim Ekonomi Positif.

Apero Fublic.- Sumatera Selatan. Pandemi COVID-19 berimbas ke segala sektor perekonomian, namun Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumsel yang dipimpin  Dr. Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tak tinggal diam. Dodi terus menggencarkan inisiasi dan inovasi di sektor perekonomian hingga berdampak sangat positif bagi masyarakat.

"KADIN Sumsel ini jembatan untuk bersinergi mewujudkan pemulihan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 saat ini," ungkap Ketua Umum KADIN Sumsel, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di sela pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Provinsi Sumatera Selatan Periode 2020-2025 di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang.

Dodi Reza yang juga Bupati Muba berjuluk  Kepala Daerah Inovatif ini memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah di Sumsel khususnya Pemprov Sumsel dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi.

"Kami KADIN Sumsel mendorong Pemerintah di Sumsel untuk melakukan vaksinasi, serta memaksimalkan konektivitas pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan diantaranya Tanjung Carat dan jalan tol," ujarnya.

Ketua Umum KADIN Sumsel dua periode ini berharap pemerintah daerah juga lebih memaksimalkan hilirisasi komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit. "Hilirisasi ini juga terbukti berhasil mendorong  perekonomian daerah," bebernya.

Wakil Ketua Umum KADIN Pusat Indonesia, Anindya Novyan Bakri menyebutkan di masa kepemimpinan Dodi Reza Alex Noerdin KADIN Sumsel sangat nyata dan terbukti berkontribusi pada upaya peningkatan ekonomi Sumsel di bidang perindustrian.

"KADIN Pusat mengapresiasi terobosan-terobosan KADIN Sumsel di bawah nahkoda Dodi Reza. Sejumlah inisiasi serta inovasi yang dibuat sangat terbukti dan berdampak langsung ke masyarakat," ucapnya.

Anindya menambahkan, saat ini ekonomi sudah membaik tetapi belum maksimal. Inilah tantangan KADIN untuk bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah. "Kita harus optimis. Alhamdulillah di Sumsel KADIN nya sudah berhasil menciptakan iklim ekonomi yang stabil dan positif," ungkapnya.

Lanjutnya, KADIN mempunyai tiga hal penting yakni maju bersama, naik kelas membangun infrastruktur konektivitas, dan merangkul semua pelaku industri. "Saya ucapkan selamat kepada Bung Dodi, semoga gerbong kepengurusan KADIN Sumsel masa bakti 2020-2025 lebih baik lagi," harapnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru, menaruh harapan besar kepada KADIN Sumsel di bawah kepemimpinan Dodi Reza agar mewadahi semua unsur usaha di Sumsel.

"Pak Dodi sudah terbukti sukses dan berhasil mendongkrak perekonomian di Sumsel dan dengan terobosan inisiasi inovasi aspal karet dan pengolahan bensin dari kelapa sawit," ungkap Herman Deru.

Ia mengajak KADIN Sumsel untuk bersama-sama menjadi pemrakarsa Sumsel ekspor beras. "Saya ingin bergandengan dengan KADIN Sumsel dalam kaitan ini," pungkasnya.

Pada momen pelantikan ini  Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melakukan penandatanganan MoU antara KADIN Sumsel dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumsel.

Dalam kesempatan Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Provinsi Sumatera Selatan Periode 2020-2025  turut dihadiri Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok Rico Rustombi, Kepala Staf Khusus KADIN Indonesia Candra Tirta Wijaya, dan Wakil Ketua Umum KADIN Lampung Romi Junanto Utama. HS

Editor. Desti, S.Sos
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 25 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

3/24/2021

Mengenal Kumis Kucing (Orthosiphon Aristaus)

Apero Fublic.- Kumis Kucing memiliki nama latin orthosiphon aristaus dari ordo solanales, famili lamiaceae. Ada juga di daerah lain di Indonesia dinamai dengan, remujung. Kumis kucing memiliki tinggi batang pohon antara satu sampai dua meter. Daun tunggal menempel pada batang memuka kiri dan kanan. Tulang daun tengah dengan rusuk melingkar ke samping melingkar ke ujung.

Bunga kumis kucing tumbuh di ujung batang pohon, yang diiringi dengan tumbuh daun di bawah bunga. Bunganya seperti pucuk pada tumbuhan lain, dimana bunga terus tumbuh mengikuti pertumbuhan batang. Bunga yang sudah mekar berbentuk kecil memanjang menyerupai jarum. Bagian bunga itulah diibaratkan kumis kucing. Dari itulah dinamakan masyarakat dengan nama, kumis kucing.

Kumis kucing selain tanaman obat, juga dikenal sebagai tanaman hias. Penduduk menanam di halam-halaman rumah, sisi kebun atau sengaja dibudidayakan. Perbanyakan kumis kucing dengan stek atau batangnya. Cukup memotong batang lalu ditanam di pot atau tanah. Tumbuh baik di dataran rendah dan sedang. Kumis kucing dipercaya dapat menyembuhkan masuk angin dan antidiabetes.

Oleh. Deni Sutra
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 25 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Jambu Mete (Anacardium Occidentale)

Apero Fublic.- Jamu mete adalah jenis tanaman buah-buabuahan yang banyak ditanam di pekarangan warga, atau di perkebunan mereka. Setidaknya itulah yang diketahui oleh masyarakat Indonesia secara umum. Biasanya penduduk menjadikan daun muda sebagai ulam makan, buah dimakan. Sedangkan bijinya dijadikan bibit atau dibuang begitu saja. Mengkonsumsi buah tidak begitu disukai penduduk. Sebab rasanya agak pahit, apalagi buahnya belum begitu masak.

Jambu mete memiliki nama latin anacardium occidentale, dianggap berasal dari daerah utara Benua Amerika. Kemudian menyebar di kawasan-kawasan daerah tropis di dunia. Jambu mete dalam bahasa Ingris disebut cashew yang menyerap dari bahasa Portugis caju. Kosa kata Portugis juga serapan dari bahasa Indian-Fuji, yaitu acaju.

Di Venezuwela jambu mete disebut dengan, merey. Sedangkan di seluruh Amerika Latin yang berbahasa Spanyol jambu mete dikenal dengan nama, maranon. Kemungkinan juga nama maranaon diambil dari nama daerah dimana jambu mete pertama kali ditemukan. Tepatnya di negara bagian Marankao, Brazil Utara.

Jambu mete adalah tanaman penting di benua Amerika zaman dahulu. Bahkan orang-orang Tupi di timur laut Bahia pada musim panen jambu mete tidak memerlukan makanan lain selain jambu mete. Menurut Broga (1950) orang-orang Tupi berperang untuk memiliki wilayah ditumbuhi jambu mete.

Tanaman jambu mete dapat tumbuh dengan muda. Baik tersebar secara alami, seperti jatu, hanyut atau disebar oleh hewan. Atau disebar oleh manusia dengan cara di tanam dan dibawa ke kawasan lain. Sehingga sekarang jambu mete sudah tersebar ke seluruh dunia. Pada zaman penjajahan kolonial Barat jambu meter tersebar ke benua Asia, Eropa dan Afrika.

Orang Portugis sangat berperan dalam penyebaran tanaman jambu mete. Sebagai contoh di India Selatan penduduknya masih menyebut nama pohon jambu mete dengan, parangi adi yang bermakna buah Portugis. Kemudian orang Portugis menemukan lahan cocok di Afrika Timur, seperti  Mozambique, Tanzania dan Kenya. Sehingga jambu mete tersebar di benua Aprika.

Pada masa perang minyak dari olahan biji mete dijadikan pelumas kendaraan. India adalah negara pertama yang mengekspor biji mete ke Amerika Serikat, tahun 1905. Kemudian tahun 1923 kembali di kirim ke Amerika Serikat, namun diperjalanan biji mete menta diserang oleh hama bubuk. Pengiriman berhenti, baru tahun 1928 pengiriman dilakukan kembali. Kaleng biji mete diisi dengan gas CO1 sehingga mampu bertahan tiga sampai empat bulan.

Kemudian di Afrika perkebunan meningkat dan tumbuh industri pengolahan mete yang dilakukan oleh swasta. Tepatnya di Tanzania dikelolah oleh Pabrik Tanita di Dar Es Salaam. Kemudian Mozambique mengalahkan India dalam industrialisasi mete (1970). Pembeli minyak jambu mete seperti Ameri Serikat, Rusia, Jepang, Yogoslavia. Di tahun 1971 produksi jambu mete dunia meningkat mencapai 400.000 ton pertahun.

Produksi minyak jambu mete umumnya dijadikan minyak pelumas mesin (motor). Kemudian digunakan untuk membuat cat anti panas dan kedap air, erosi vernis, dan plastik. Hati-hati dengan getah kulit bijinya, karena dapat membuat kulit bengkak.

Jambu mete mengandung senyawa kimia seperti tanim, anacardic acid dan cardol yang berguna sebagai anti septik dan antibakteri. Daun jambu mete muda mengandung vitamin A, C, kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan air. Mungkin Anda suka mengkonsumsi daun muda jambu mete?. Kulit batang, akar dan daun jambu mete dapat dijadikan obat-obatan herbal. Cobalah mencari tahu lebih jauh tentang jambu mete. Mungkin kamu menemukan obat yang kamu cari selama ini.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 25 Maret 2021.
Daftar baca: Ika Rochdjatun Sastrahidayat dan Soemarno. Jambu Mete (anacaedium occidentale) dan Masalahnya. Jakarta: Kalam Mulia, 1990.

Sy. Apero Fublic

3/23/2021

Gajah Mati-Lumpatan II: Tanding Persahabatan Bola Voli


Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Kampung Olah Raga kembali kedatangan tamu, Tim Bola Voli dari Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Minggu sore, 21 Maret 2021 melangsungkan pertandingan persahabatan antara Gajah Mati Club melawan Lumpatan II Club. Pertandingan terdiri dari dua Tim Putri dan tiga Tim Putra dari kedua belah pihak.

Pertandingan berjalan dengan lancar dan seru. Keakraban dan persahabatan dari kedua belah pihak tampak terlihat sekali. Semua saling mendukung dan bersalaman dengan hangat setelah pertandingan selesai. Permaian babak pertama diawali tim Putri, setelah itu berkelanjutan oleh Tim Putra.

“Permainan Tim dari Desa Lumpatan sangat bagus, kami merasa mendapat lawan pertandingan yang baik. Sehingga dapat menambah kemampuan kami dari Tim Gajah Mati Club. Saya berharap teman-teman dari Lumpatan II sering-sering berkunjung ke Kampung Olah Raga atau Desa Gajah Mati untuk bermain dan berlatih bersama-sama. Saya mewakili teman-teman memohon maaf kalau dalam penyambutannya kurang memadai,” ujar Azair salah satu anggota Tim Gajah Mati Club saat dijumpai Apero Fublic.

“Pertandingan persahabatan bukan mengejar poin permainan. Tapi pada silahtuhrahminya, persahabatan, kesehatan jasmani, dan pergaulan yang luas. Terimakasih buat semua sahabat dari Desa Lumpatan II sudah datang ke Desa Gajah Mati. Kami semua sangat bahagia,” ungkap Tahir salah satu anggota Tim GMC.

Akhir dari pertandingan diadakan foto bersama para pemain. Lalu istirahat dan Tim dari Desa Lumpatan II pulang. Selain itu, Bapak Kepala Desa Gajah Mati juga tampak datang memantau kegiatan pertandingan. Banyak juga masyarakat yang datang meramaikan pertandingan persahabatan sote itu.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 21 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

3/19/2021

Mengenal Pawas: Ulam Makan dan Bumbu Gulai Burung

Apero Fublic.- Kuliner. Pawas adalah nama sebuah pohon liar yang banyak terdapat di hutan-hutan tropis Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Pawas memiliki warna kulit abu-abu kehitaman, dengan bau khas. Pawas juga masih dalam kategori pohon jenis medang, sehingga dinamakan masyarakat dengan medang pawas.

Apa yang menarik dari pohon pawas. Pertama, batang pohon dapat dimanfaatkan untuk kepentingan material membangun rumah atau membuat perabotan rumah tangga. Selain itu, pohon pawas jenis kayu yang tidak dimakan bubuk. Bubuk istilah penyebutan untuk butiran halus yang terdapat di dalam kayu yang sudah dipakai, misalnya lemari.

Untuk pucuk daun dan buah pohon pawas dapat dijadikan ulam makan. Kemudian daun dan buah direbus dan dipercaya air rebusan dapat menjadi obat tertentu. Yang paling dicari adalah daun pawas sangat cocok dan pas apabila dijadikan bumbu gulai pindang burung. Gulai pindang burung menjadi sangat lezat dan wangi apabila dibumbuhi daun pawas.

Belum mendapatkan referensi untuk nama ilmiah dari medang pawas. Tapi, medang pawas masuk dalam genus phoebe. Lingkar pohon cukup besar dengan ketinggian pohon kurang lebih mencapai 20 meter di atas permukaan tanah.


Buah Pawas yang dijadikan ulam makan oleh masyarakat di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.

Oleh. Totong Mahipal
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 20 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

Senator DPD RI: Memberikan Apresiasi Sektor Wisata MUBA

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Senator DPD RI Hj. Eva Susanti berikan apresiasi Pemkab Muba atas pembangunan objek wisata Danau Ulak Lia. Sekayu, Jumat tanggal 19 Maret 2021, Didampingi Kadispopar Muba, Muhammad Fariz, SSTP, MM beserta jajaran, anggota DPD RI Hj. Eva Susanti berkunjung menikmati keindahan panorama alam Danau Ulak Lia.

Dalam kunjungannya beliau menuturkan, "Mari bersama kita mendukung kemajuan pariwisata di Bumi Serasan Sekate, utamanya wisata Danau Ulak Lia yang identik dengan wisata alam yang masih asri dan alami. Sebagai anggota Komite III, Saya akan sampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan lintas kementerian untuk dapat memprioritaskan pembangunan objek wisata Danau Ulak Lia di Muba, karena ini bagian dari upaya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan kita melalui pemberdayaan sungai dan danau yang tidak mengubah bentang alam atau merusak lingkungan," jelas perempuan kelahiran Tanah Abang, Batang Hari Leko ini.

Sementara itu, Kadispopar Muba mengatakan bahwa InsyaAllah Pemkab Muba akan melakukan penyelesaian pembangunan Danau Ulak Lia dari mulai akses masuk, gerbang dan jalan maupun fasilitas lainnya yang akan selesai pada akhir tahun 2021 dalam menyambut Anugerah Pesona Indonesia 2021 di Musi Banyuasin. HS

Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 19 Maret 2021
 
Sy. Apero Fublic

3/18/2021

Mengenal Sayur Paku Merah

Apero Fublic.- Kuliner. Paku atau pakis adalah tumbuhan liar di kawasan hutan tropis. Tumbuh merambat dan berkelompok, serta dapat tumbuh pada media lain seperti bebatuan dan batang-batang pohon. Tumbuhan Pakis terdiri dari puluhan jenis.

Namun yang umum dikenal dan dekat dengan masyarakat hanya beberapa saja. Seperti pakis merah, yang sering dijadikan sayuran oleh masyarakat dari zaman dahulu sampai sekarang. Pakis merah memiliki nama latin stenochlaena palustris. Pada masyarakat Melayu di Sumatera Selatan dikenal dengan nama paku merah.

Pakis termasuk kedalam tumbuhan merambat, daun tumbuh disepanjang dahan batang. Daun pakis berbentuk tunggal, disetiap ruas akan muncul akar dan merekat di media tumbuh. Lalu pada ruas yang berakar tumbuh tunas. Hal demikian terus berulang-ulang sehingga pakis merah dapat menutupi tempat sekitar dia tumbuh.

Daun pakis merah pada awal pertumbuhan berbentuk seperti lidi memanjang dengan kelopak daun. Lalu membesar dan daunnya berwarna merah. Saat daun masih berwarna merah dapat dipetik untuk dijadikan sayuran. Penduduk biasanya memasak pakis dengan cara ditumis. Untuk kandungan vitamin pakis merah hampir sama dengan kandungan vitamin sayuran lainnya. Penulis belum menemukan hasil riset ilmiahnya.

Banyak orang yang menyukai sayur pakis merah. Tapi banyak juga orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme. Orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme merasa malu mengkonsumsi sayuran yang sederhana. Karena menganggap rendah sayur tersebut. Padahal nilai dari makanan bukan pada kemasan asal sayuran. Tapi pada kandungan manfaat seperti vitamin, kesehatan makanan untuk tubuh dan halal.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 19 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Sayur Lemak

Apero Fublic.- Kuliner. Sayur lemak adalah jenis sayuran yang tumbuh liar di hutan-hutan. Nama lemak diambil dari kosa kata yang menjelaskan rasa makanan yang enak, lemak. Ada juga keterangan ditengah masyarakat kata lemak adalah nama yang diberikan nenek moyang secara spontan pada zaman dahulu, sebagaimana nenek moyang memberikan nama-nama pohon liar lainnya. Sayuran ini berkembang biak dengan biji buah yang masak, lalu tersebar secara alami (jatuh) atau disebar oleh hewan-hewan, seperti tupai.

Tumbuh alami menyebar di hutan-hutan tropis, atau di perkebunan masyarakat. Bagian yang dijadikan sayur adalah pucuk daun muda. Untuk buah yang masih muda, sering dicampur saat memasak daun sayur lemak. Memasak sayur lemak hanya dengan dikukus dan digulai. Tidak enak dan kurang empuk kalau ditumis atau direbus. Sehingga masyarakat memasak hanya dengan dikukus, dan dijadikan ulam makan. Rasanya manis dan empuk.

Pada masa lalu dimana masyarakat belum mengenal kukusan.  Masarakat zaman dulu memasukkan daun lemak di dalam periuk nasi yang masih mendidih. Saat uap nasi sedang panas, daun dimasukkan dan ditutup. Muncul istilah nguap atau menguap dalam proses memasak nasi. Apabila digulai, biasanya penduduk menambahkan santan, namun terkadang gulai bening.

Lemak berbuah pada batang pohonnya, dan dahan-dahan. Diawali muncul bunga pada batang pohon atau sisi daun pada dahan. Ukuran buah sebesar telur cecak, bergerombol. Saat muda warna kulit buah hijau muda, lalu kulit buah berubah menjadi kuning. Pada saat buah lemak masak kulit buah berubah merah menyalah. Umumnya pohon lemak setinggi satu meter sampai satu setengah meter.

Tulang daun ditengah, dengan rusuk kekiri dan kanan lembar daun. Daun tumbuh menempel pada dahan satu persatu. Terus tumbuh mengikuti pertumbuhan pohon. Daun lemak bersifat tunggal, tidak bertangkai. Pada bagian ujung pertumbuhan membentuk daun muda. Daun muda yang dipetik, dijadikan sayuran. Untuk pemetikan agar lebih enak, sebaikanya daun sudah tumbuh sempurna, dan berwarna hijau muda. Rasa daun setelah dikukus atau diuap. Sangat enak apabila dijadikan ulam makan.

Lingkar batang seukuran satu senti meter sampai tiga senti meter. Warna batang putih keabu-abuan atau putih kuning pucat. Namun ukuran lingkar dan tinggi tidak dapat ditetapkan pasti. Karena ada ditemukan beberapa pohon lemak yang besar dan lebih tinggi. kemungkinan dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kebersihan sekitar. Belum ada penelitian secara ilmiah.

Banyak orang yang menyukai sayur lemak. Tapi banyak juga orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme. Orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme merasa malu mengkonsumsi sayuran yang sederhana. Karena menganggap rendah sayur tersebut. Padahal nilai dari makanan bukan pada kemasan asal sayuran. Tapi pada kandungan manfaat seperti vitaminnya, kesehatan makanan untuk tubuh dan halal.

Catatan: tulisan ini baru bersifat inpormatif belum dapat dijadikan rujukan ilmiah.

Oleh. Medikal Rohim
Editor. Selita, S.Pd
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 19 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

3/16/2021

KFI Muba, Gelar Hunting Silahturami Dan Kukuhkan Pengurus 2021

Apero Fublic.- Musi Banyuasin. Kota Sekayu,16/3/2021, Komunitas Fotografer Indonesia (KFI) wilayah Musi Banyuasin menggelar hunting silahturami sekaligus musyawarah bersama dalam penyusunan pengurus tahun 2021.

Lebih dari 30 orang fotografer dan videografer yang tergabung di KFI hadir dalam kegiatan ini. Menggandeng Rina Satriana sebagai Make Up Artis sekaligus penyedia kostum, acara ini sukses digelar.

Ahmad Syamsudin, yang kembali dipilih sebagai ketua mengatakan, "Saya sangat berterima kasih atas kehadiran kawan-kawan semuanya, juga dukungan dari Rina Satriana sehingga acara ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Jujur, saya berharap musyawarah ini bisa menghasilkan Ketua yang baru, namun ketika mayoritas teman-teman masih memberikan amanah kepada saya, maka Insya Allah saya akan berusaha menjalani dengan baik," ujarnya.

"Berdasarkan musyawarah dan mufakat maka tidak ada perubahan dalam susunan pengurus, kecuali posisi Sekretaris yang semula kosong kini diisi oleh rekan kita Herdoni Syafriansyah. Selamat bertugas, semoga bisa bersinergi untuk membesarkan KFI Muba ini", katanya lagi.

Adapun nama pengurus KFI Muba untuk tahun 2021 yaitu Ahmad Syamsudin selaku Ketua, Yusmiranto Noercahya selaku Wakil Ketua, Erik Estrada selaku Wakil Ketua, dan Herdoni Syafriansyah sebagai Sekretaris KFI Muba tahun 2021. (HS)

Editor. Desti, S.Sos
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 17 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic