3/18/2021

Mengenal Sayur Lemak

Apero Fublic.- Kuliner. Sayur lemak adalah jenis sayuran yang tumbuh liar di hutan-hutan. Nama lemak diambil dari kosa kata yang menjelaskan rasa makanan yang enak, lemak. Ada juga keterangan ditengah masyarakat kata lemak adalah nama yang diberikan nenek moyang secara spontan pada zaman dahulu, sebagaimana nenek moyang memberikan nama-nama pohon liar lainnya. Sayuran ini berkembang biak dengan biji buah yang masak, lalu tersebar secara alami (jatuh) atau disebar oleh hewan-hewan, seperti tupai.

Tumbuh alami menyebar di hutan-hutan tropis, atau di perkebunan masyarakat. Bagian yang dijadikan sayur adalah pucuk daun muda. Untuk buah yang masih muda, sering dicampur saat memasak daun sayur lemak. Memasak sayur lemak hanya dengan dikukus dan digulai. Tidak enak dan kurang empuk kalau ditumis atau direbus. Sehingga masyarakat memasak hanya dengan dikukus, dan dijadikan ulam makan. Rasanya manis dan empuk.

Pada masa lalu dimana masyarakat belum mengenal kukusan.  Masarakat zaman dulu memasukkan daun lemak di dalam periuk nasi yang masih mendidih. Saat uap nasi sedang panas, daun dimasukkan dan ditutup. Muncul istilah nguap atau menguap dalam proses memasak nasi. Apabila digulai, biasanya penduduk menambahkan santan, namun terkadang gulai bening.

Lemak berbuah pada batang pohonnya, dan dahan-dahan. Diawali muncul bunga pada batang pohon atau sisi daun pada dahan. Ukuran buah sebesar telur cecak, bergerombol. Saat muda warna kulit buah hijau muda, lalu kulit buah berubah menjadi kuning. Pada saat buah lemak masak kulit buah berubah merah menyalah. Umumnya pohon lemak setinggi satu meter sampai satu setengah meter.

Tulang daun ditengah, dengan rusuk kekiri dan kanan lembar daun. Daun tumbuh menempel pada dahan satu persatu. Terus tumbuh mengikuti pertumbuhan pohon. Daun lemak bersifat tunggal, tidak bertangkai. Pada bagian ujung pertumbuhan membentuk daun muda. Daun muda yang dipetik, dijadikan sayuran. Untuk pemetikan agar lebih enak, sebaikanya daun sudah tumbuh sempurna, dan berwarna hijau muda. Rasa daun setelah dikukus atau diuap. Sangat enak apabila dijadikan ulam makan.

Lingkar batang seukuran satu senti meter sampai tiga senti meter. Warna batang putih keabu-abuan atau putih kuning pucat. Namun ukuran lingkar dan tinggi tidak dapat ditetapkan pasti. Karena ada ditemukan beberapa pohon lemak yang besar dan lebih tinggi. kemungkinan dipengaruhi oleh kesuburan tanah dan kebersihan sekitar. Belum ada penelitian secara ilmiah.

Banyak orang yang menyukai sayur lemak. Tapi banyak juga orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme. Orang-orang gengsi atau penganut paham neofeodalisme merasa malu mengkonsumsi sayuran yang sederhana. Karena menganggap rendah sayur tersebut. Padahal nilai dari makanan bukan pada kemasan asal sayuran. Tapi pada kandungan manfaat seperti vitaminnya, kesehatan makanan untuk tubuh dan halal.

Catatan: tulisan ini baru bersifat inpormatif belum dapat dijadikan rujukan ilmiah.

Oleh. Medikal Rohim
Editor. Selita, S.Pd
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 19 Maret 2021.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment