3/24/2021

Mengenal Jambu Mete (Anacardium Occidentale)

Apero Fublic.- Jamu mete adalah jenis tanaman buah-buabuahan yang banyak ditanam di pekarangan warga, atau di perkebunan mereka. Setidaknya itulah yang diketahui oleh masyarakat Indonesia secara umum. Biasanya penduduk menjadikan daun muda sebagai ulam makan, buah dimakan. Sedangkan bijinya dijadikan bibit atau dibuang begitu saja. Mengkonsumsi buah tidak begitu disukai penduduk. Sebab rasanya agak pahit, apalagi buahnya belum begitu masak.

Jambu mete memiliki nama latin anacardium occidentale, dianggap berasal dari daerah utara Benua Amerika. Kemudian menyebar di kawasan-kawasan daerah tropis di dunia. Jambu mete dalam bahasa Ingris disebut cashew yang menyerap dari bahasa Portugis caju. Kosa kata Portugis juga serapan dari bahasa Indian-Fuji, yaitu acaju.

Di Venezuwela jambu mete disebut dengan, merey. Sedangkan di seluruh Amerika Latin yang berbahasa Spanyol jambu mete dikenal dengan nama, maranon. Kemungkinan juga nama maranaon diambil dari nama daerah dimana jambu mete pertama kali ditemukan. Tepatnya di negara bagian Marankao, Brazil Utara.

Jambu mete adalah tanaman penting di benua Amerika zaman dahulu. Bahkan orang-orang Tupi di timur laut Bahia pada musim panen jambu mete tidak memerlukan makanan lain selain jambu mete. Menurut Broga (1950) orang-orang Tupi berperang untuk memiliki wilayah ditumbuhi jambu mete.

Tanaman jambu mete dapat tumbuh dengan muda. Baik tersebar secara alami, seperti jatu, hanyut atau disebar oleh hewan. Atau disebar oleh manusia dengan cara di tanam dan dibawa ke kawasan lain. Sehingga sekarang jambu mete sudah tersebar ke seluruh dunia. Pada zaman penjajahan kolonial Barat jambu meter tersebar ke benua Asia, Eropa dan Afrika.

Orang Portugis sangat berperan dalam penyebaran tanaman jambu mete. Sebagai contoh di India Selatan penduduknya masih menyebut nama pohon jambu mete dengan, parangi adi yang bermakna buah Portugis. Kemudian orang Portugis menemukan lahan cocok di Afrika Timur, seperti  Mozambique, Tanzania dan Kenya. Sehingga jambu mete tersebar di benua Aprika.

Pada masa perang minyak dari olahan biji mete dijadikan pelumas kendaraan. India adalah negara pertama yang mengekspor biji mete ke Amerika Serikat, tahun 1905. Kemudian tahun 1923 kembali di kirim ke Amerika Serikat, namun diperjalanan biji mete menta diserang oleh hama bubuk. Pengiriman berhenti, baru tahun 1928 pengiriman dilakukan kembali. Kaleng biji mete diisi dengan gas CO1 sehingga mampu bertahan tiga sampai empat bulan.

Kemudian di Afrika perkebunan meningkat dan tumbuh industri pengolahan mete yang dilakukan oleh swasta. Tepatnya di Tanzania dikelolah oleh Pabrik Tanita di Dar Es Salaam. Kemudian Mozambique mengalahkan India dalam industrialisasi mete (1970). Pembeli minyak jambu mete seperti Ameri Serikat, Rusia, Jepang, Yogoslavia. Di tahun 1971 produksi jambu mete dunia meningkat mencapai 400.000 ton pertahun.

Produksi minyak jambu mete umumnya dijadikan minyak pelumas mesin (motor). Kemudian digunakan untuk membuat cat anti panas dan kedap air, erosi vernis, dan plastik. Hati-hati dengan getah kulit bijinya, karena dapat membuat kulit bengkak.

Jambu mete mengandung senyawa kimia seperti tanim, anacardic acid dan cardol yang berguna sebagai anti septik dan antibakteri. Daun jambu mete muda mengandung vitamin A, C, kalori, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan air. Mungkin Anda suka mengkonsumsi daun muda jambu mete?. Kulit batang, akar dan daun jambu mete dapat dijadikan obat-obatan herbal. Cobalah mencari tahu lebih jauh tentang jambu mete. Mungkin kamu menemukan obat yang kamu cari selama ini.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 25 Maret 2021.
Daftar baca: Ika Rochdjatun Sastrahidayat dan Soemarno. Jambu Mete (anacaedium occidentale) dan Masalahnya. Jakarta: Kalam Mulia, 1990.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment