Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Warga, KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi PHBS dan Pencegahan Stunting di Dusun Duren
APERO FUBLIC I KENDAL.– Dalam upaya mendorong pola hidup sehat serta menekan angka gangguan pertumbuhan anak sejak dini, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 202 UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Pencegahan Stunting di Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Edukasi kesehatan yang menyasar kalangan lansia dan ibu rumah tangga ini disambut antusias oleh warga setempat.
Program ini dirancang sebagai bentuk edukasi langsung guna memberikan pemahaman
mendalam mengenai pentingnya sanitasi rumah tangga serta pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Perwakilan Puskesmas Ngampel, Dian Ameliyana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif
mahasiswa KKN UIN Walisongo yang dinilai sangat tanggap terhadap isu kesehatan
masyarakat desa.
"Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting pada balita dan PHBS rumah tangga ini sudah
cukup baik. Ini merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat di mana
pencegahan stunting memang harus dilakukan sejak dini dan PHBS diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari," ujar Dian.
Dian berharap aksi nyata pemberdayaan ini dapat terus berlanjut dengan ragam program
kesehatan yang menyesuaikan kebutuhan warga setempat.
"Kami berharap mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang bisa terus melakukan kegiatan seperti ini, mungkin dengan tema berbeda sesuai kondisi atau masalah yang ada di masyarakat, sehingga rekan-rekan mahasiswa dapat terus berkontribusi nyata," tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga peserta sosialisasi, Muniyah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa agenda edukasi khusus penanganan stunting dan PHBS baru pertama kali diadakan secara menyeluruh di lingkungannya.
"Kegiatan ini baru pertama kali diadakan di sini dan sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu-
ibu yang memiliki anak kecil. Melalui acara ini wawasan kami jadi bertambah. Harapan saya
ke depannya program seperti ini bisa ditingkatkan dan diadakan kembali agar anak-anak yang kekurangan gizi bisa tertangani dengan baik," tutur Muniyah.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap
kesadaran masyarakat Dusun Duren terhadap kebersihan lingkungan dan pemenuhan gizi
anak dapat terus meningkat, sehingga tercipta generasi desa yang sehat dan bebas stunting.
Liputan: Tim KKN Posko 202
Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 202 UIN Walisongo Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment