Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Peningkatan Kemampuan Musikal Peserta Didik Ekstrakurikuler Paduan Suara di SMP Negeri 4 Prambanan dengan Teknik Vokalisi Sederhana
APERO FUBLIC I PRAMBANAN.– Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan metode pelatihan vokal dalam ekstrakurikuler Paduan Suara SMP Negeri 4 Prambanan menggunakan teknik Vokalisi Sederhana.
Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari Jum’at dari pukul 12:30 hingga pukul 13:30 WIB dan berfokus pada pengembangan musikalitas masing-masing peserta didik serta penerapan teknik benyanyi yang sehat melalui penerapan metode vokalisi sederhana. Program ini diselaraskan dengan komitmen dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) yang inklusif dan merata bagi generasi muda.
Pelatihan vokal dalam ekstrakurikuler diawali dengan sesi pemanasan menggunakan pola lima nada naik dimulai dari Do – Re – Mi – Fa- Sol, kemudian kembali turun menjadi Sol – Fa – Mi – Re – Do, pola ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan nilai setengah ketuk dan kemudian pada pengulangan terakhir ditahan di nada Do dengan nilai dua ketuk.
Setelah melakukan pengulangan sebanyak tiga kali, nadanya akan dinaikan setengah nada secara berkelanjutan mengikuti rentang nada (ambitus) vokal peserta didik. Hal ini juga akan melatih peserta didik agar dapat memperluas rentang nada (ambitus) mereka sehingga dapat menyanyikan lagu-lagu secara lebih leluasa.
Proses latihan ini melibatkan mahasiswa praktik kependidikan sebagai pelatih utama, guru seni budaya (musik) sebagai pembimbing, serta partisipasi aktif seluruh anggota ekstrakurikuler paduan suara SMP Negeri 4 Prambanan.
Penerapan latihan ini memiliki dua manfaat utama di antaranya yaitu Pemanasan Organ Vokal, Latihan ini akan menyiapkan pita, melenturkan otot artikulasi, serta melatih kontrol pernapasan diafragma agar organ vokal siap menghadapi lalgu tanpa risiko cedera vokal. Selain itu latihan ini juga dapat melatih kemampuan pendengarn (ear-training), ketepatan intonasi (pitch-accuracy), serta kemampuan musikal peserta didik secara bertahap.
Melalui latihan berulang yang konsisten ini, peserta didik akan belajar untuk memperlajari interval nada secara presisi, dan menjaga kestabilan nada ketika berpindah tangga nada. Proses latihan ini mempertegas bahwa pembelajaran seni musik dapat dilakukan secara kontekstual dan aplikatif tanpa harus menggunakan teknik yang rumit.
Dengan pelatihan vokalisi sederhana pada ekstrakurikuler paduan suara ini diharapkan dapat membantu untuk membangun kedisiplinan, kerjasama antar individu, dan juga rasa percaya diri di kalangan peserta didik.
Diharapkan, pembiasaan teknik vokal yang benar sejak bangku sekolah menengah ini mampu untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan musikalitas yang tinggi dan siap membawa nama baik sekolah di berbagai ajang kesenian untuk kedepannya.
Oleh: Ahmad Hadziq
Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment