Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
Pemberdayaan Perempuan PKBM Ngudi Kapinteran Melalui Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding Berbasis SDGs
APERO FUBLIC I GUNUNGKIDUL.— Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) sukses mengelar "Pelatihan Keterampilan Membuat Ecoprint dengan Teknik Pounding" pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngudi Kapinteran Semanu, Gunung Kidul. Kegiatan ini ditujukan bagi ibu-ibu warga belajar PKBM Ngudi Kapinteran sebagai langkah nyata pemberdayaan masyarakat lokal berbasis lingkungan.
Pelaksanaan pelatihan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pendidikan nonformal yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan vokasional masyarakat, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memberikan bekal keterampilan wirausaha berbasis kerajinan tangan, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, serta kemandirian ekonomi ibu-ibu warga belajar. Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa PK memandu kegiatan secara interaktif yang diawali dengan penyampaian materi teoritis mengenai konsep dasar ecoprint, sejarah, pemilihan jenis daun dan bunga berbahan tanin tinggi, hingga penyiapan media kain.
Selanjutnya, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pounding (pemukulan), yaitu proses memindahkan zat warna alami dan pola dedaunan ke atas permukaan kain menggunakan palu. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini mencakup mahasiswa mahasiswa praktikan sebagai instruktur dan fasilitator, pengurus PKBM Ngudi Kapinteran, serta puluhan ibu-ibu warga belajar yang berpartisipasi dengan penuh antusias selama kegiatan berlangsung.
Hasil dari pelatihan ini terlihat dari mampunya para peserta menghasilkan produk kerajinan kain berkarakter motif alam secara mandiri dan estetis. Dampak positif yang dirasakan warga belajar tidak hanya mencakup peningkatan wawasan kerajinan tekstil alami, tetapi juga tumbuhnya potensi ekonomi kreatif keluarga yang bernilai jual.
Kegiatan ini memperkuat peran PKBM sebagai wadah belajar sepanjang hayat yang berdampak nyata. Dari sudut pandang pencapaian SDGs, program ini membuktikan bahwa edukasi ketrampilan praktis berbasis lingkungan mampu mendorong kemandirian finansial masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sekitar melalui penggunaan bahan nonkimia sintetis.
Melalui keberhasilan program ini, diharapkan keterampilan ecoprint teknik pounding yang telah dipelajari dapat terus dikembangkan oleh warga belajar PKBM Ngudi Kapinteran menjadi unit usaha bersama atau produk unggulan lokal. Mahasiswa PK juga berharap agar pengelola PKBM dapat melanjutkan serta memfasilitasi pendampingan pemasaran produk secara berkelanjutan.
Langkah tindak lanjut ini penting guna memastikannya komitmen pemberdayaan masyarakat dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan terus berjalan secara konsisten demi terciptanya masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan.
Oleh: Aisyah Ayu Anggraini
Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK)
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment