Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa Pendidikan IPS UNY Kenalkan SDGs melalui Media Peta dan Origami di SMP Negeri 2 Piyungan
Mahasiswa Pendidikan IPS melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan media peta Indonesia dan origami untuk mengenali permasalahan, potensi daerah, serta gagasan inovatif dalam mendukung pencapaian SDGs. (doc pribadi).
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.-- Mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pembelajaran mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) di kelas IX pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan pembelajaran mengangkat berbagai isu pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan kondisi nyata di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan media peta Indonesia dan origami untuk membantu siswa memahami materi secara lebih konkret dan menarik. Peta Indonesia digunakan untuk menunjukkan wilayah yang menjadi fokus pembahasan, sedangkan origami dimanfaatkan sebagai penanda informasi berdasarkan hasil diskusi siswa.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenali berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan serta memahami pentingnya peran masyarakat dalam mendukung tercapainya tujuan SDGs.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang membahas Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Setiap kelompok mengidentifikasi permasalahan, potensi daerah, serta ide inovatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hasil diskusi kemudian ditempatkan pada peta menggunakan origami sehingga informasi dapat divisualisasikan dengan lebih jelas. Kegiatan ini membuat pembelajaran lebih aktif karena mahasiswa terlibat dalam mengamati, berdiskusi, mengolah informasi, dan menyampaikan hasil pemikiran.
Dokumentasi peserta didik pada saat berdiskusi bersama kelompok yang sudah ditentukan (doc pribadi).
Pulau Jawa menghadapi tantangan berupa kepadatan penduduk, kemacetan, pencemaran lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, dan kesenjangan sosial. Potensinya meliputi pertanian, industri, pendidikan, perdagangan, teknologi, dan ekonomi kreatif. Salah satu ide yang dapat diterapkan adalah urban farming untuk memanfaatkan lahan terbatas dan mendukung ketahanan pangan.
Sumatra menghadapi deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, konflik pemanfaatan lahan, serta ketimpangan pembangunan. Potensinya mencakup pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan wisata alam, dengan ide desa wisata berbasis konservasi.
Kalimantan memiliki tantangan berupa deforestasi, kerusakan habitat, kebakaran hutan, dan dampak pertambangan, tetapi juga memiliki hutan tropis, keanekaragaman hayati, serta potensi wisata. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu solusi.
Sementara itu, Bali menghadapi persoalan sampah, tekanan terhadap ketersediaan air, kepadatan wilayah, dan dampak pariwisata. Potensi budaya, seni, pertanian, kerajinan, dan pariwisata dapat dikembangkan melalui pariwisata berkelanjutan.
Peserta Didik menempelkan origami yang sudah dikerjakan sesuai dengan Pulau masing-maisng kelompok (doc pribadi).
Kegiatan ini berkaitan dengan SDG 1, SDG 2, SDG 11, SDG 12, SDG 13, dan SDG 15. Penggunaan peta dan origami membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, dan komunikasi. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami hubungan antara masalah, potensi, dan solusi dalam mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Penulis: Abidah Tanjung Assyifa
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Univeritas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment