Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Yogyakarta
Mahasiswa PKO UNY Dorong Kebugaran dan Mental Siswa SDN Samirono Melalui Pancak Silat
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.– Mahasiswa program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang melaksanakan Praktek Kependidikan melakukan pembinaan bela diri pencak silat bagi anak-anak di SD Samirono, Sleman. Untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa merancang program khusus untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan membina mental serta kepercayaan diri anak usia dini.
Hal ini sebagai implementasi SDG 3 yaitu mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera, serta selaras dengan SDG 4 yaitu mendukung pendidikan karakter non-formal yang berkualitas. Dalam bela diri pencak silat selain meningkatkan kebugaran bagi anak, pencak silat juga mengajarkan nilai-nilai disiplin, keberanian, dan tanggung jawab yang berperan penting dalam mengembangkan mental generasi muda.
Pencak silat sebagai sarana untuk melatih gerak dasar motorik anak sangat efektif disamping sebagai seni bela diri tradisional. Mahasiswa PKO UNY menerapkan program pelatihannya dengan metode fun-based training yaitu metode latihan yang menyenangkan. teknik dasar dalam pencak silat seperti, pukulan, tendangan, kuda-kuda dibuat dalam bentuk permainan yang aman dan menarik serta edukatif bagi anak-anak.
Variasi latihan yang dilakukan menyesuaikan komponen kebugaran fisik seperti kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Hal tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan fisik anak, agar tetap aktif, dan energi anak tersalurkan dengan baik.
Selain kesehatan fisik, kegiatan yang dilakukan juga dapat mengembangkan aspek psikologi anak. Di era saat ini, banyak anak yang sudah sering menggunakan gadget, sehingga jika tidak dikontrol dengan baik, maka membuat anak malas bergerak dan kurang percaya diri saat berada di lingkungan sosial.
Melalui olahraga pencak silat, para siswa dilatih untuk berani tampil di depan banyak orang, mengambil keputusan, serta mengontrol emosi. Tampil memperagakan gerakan, pengamalan berhasil menguasai suatu gerakan atau jurus, memberi dorongan positif meningkatkan kepercayaan diri mereka secara signifikan.
Pendekatan ilmu kepelatihan yang diterapkan oleh para mahasiswa UNY sebagai calon pelatih, tidak hanya mengajarkan teknik bela diri pencak silat, melainkan terdapat beberapa aspek penting seperti, menyusun program latihan yang sesuai dengan usia, penguatan positif seperti memberikan apresiasi pada momen tertentu dan dorongan moral saat sesi latihan, serta memastikan lingkungan latihan yang inklusif.
Wujud nyata mahasiswa PKO UNY ini menunjukkan bahwa olahraga seni bela diri pencak silat dapat menjadi instrumen penting sebagai aktivitas fisik anak. selain untuk melestarikan budaya bangsa, pembinaan olahraga sejak dini yang dilakukan dengan tepat dapat menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat secara fisik, melatih motorik anak, tangguh secara mental, dan memiliki karakter yang kuat.
Harapannya, kegiatan ini menjadi kegiatan berkelanjutan dan menjadi inspirasi untuk program-program lainnya.
Oleh: Achmad Deska Zafra Zen
Mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahrgaan dan Kesehatan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment