Kampus
Magang
Mahasiswi
Pendidikan
Mahasiswa Pendidikan IPS Dampingi Kegiatan Kokurikuler “Pramuka Menanam” di SMP Negeri 3 Godean Dukung SDGs 13
Dokumentasi hasil karya kegiatan kokurikuler “Pramuka Menanam: Hijaukan Sekolah, Hidupkan Karya” (doc pribadi).
APERO FUBLIC I Pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) di SMP Negeri 3 Godean melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai program studi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan IPS melalui pendampingan kokurikuler di kelas IX F.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam beberapa rangkaian, yaitu pada 31 Juli, 6–7 Agustus, dan 13–14 Agustus 2026. Kegiatan kokurikuler bertema “Pramuka Menanam: Hijaukan Sekolah, Hidupkan Karya” melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di lingkungan sekolah.
Kegiatan utama yang dilaksanakan berupa pembuatan pot estetik dari galon bekas dan botol plastik bekas. Serta pembuatan jugangan sebagai tempat pembuangan sampah organik. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian siswa terhadap lingkungan yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim.
Kegiatan pendampingan kokurikuler pada tema ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Saat pelaksanaannya didampingi wali kelas, siswa dibagi menjadi delapan kelompok dan mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) mengenai daur ulang sampah serta manfaat tanaman bagi lingkungan sekolah. Siswa diajak mengumpulkan dan memanfaatkan sampah galon serta botol plastik bekas untuk diolah menjadi pot estetik dan media hidroponik yang memiliki nilai guna.
Selain itu, siswa membuat jugangan untuk tempat pengelolaan sampah organik kompos dengan memperhatikan ukuran panjang, lebar, dan kedalaman yang telah ditentukan. Pada tahap akhir, siswa kelas IX F didampingi membuat gantungan pot hidroponik menggunakan teknik pionering dengan memanfaatkan tongkat dan tali pramuka. Semua kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim.
Dokumentasi siswa sedang membuat jugangan dengan alat bor biopori (doc pribadi)
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan prinsip pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sampah galon dan botol plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan menjadi pot estetik, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos jika dikelola dengan lebih terarah melalui jugangan. Kegiatan ini membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman.
Selain memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan sekolah, kegiatan tersebut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 13 melalui pembiasaan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pengurangan potensi dampak sampah terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat budaya peduli lingkungan yang telah diterapkan melalui program Adiwiyata di SMP Negeri 3 Godean. “Saya senang membuat jugangan bersama teman-teman karena seru dan bisa langsung membuang sampah organik di jugangan itu,” ujar salah satu murid kelas IX F.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan pengelolaan sampah diterapkan secara berkelanjutan oleh siswa dan seluruh warga sekolah. Sampah organik dapat dikelola secara rutin melalui jugangan dan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali melalui kegiatan daur ulang, sehingga turut mendukung pencapaian SDGs 13.
Penulis: Farida Nurul Azizah
Mahasiswi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment