Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
KKN Posko 205 Resmi Berakhir, Mahasiswa Bersama DPL dan Perangkat Desa Rejosari Gelar Penarikan
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 bersama DPL dan Perangkat Desa saat penarikan di balai desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal (Dok. KKN).
APERO FUBLIC I KENDAL.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 resmi mengakhiri masa pengabdian di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Kegiatan penarikan dilaksanakan sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus menjadi momentum perpisahan antara mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat Desa Rejosari.
Kegiatan penarikan dihadiri oleh DPL, Kepala Desa Rejosari beserta perangkat desa, serta seluruh mahasiswa KKN Posko 205.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan, dukungan, serta pendampingan yang telah diberikan oleh pemerintah desa selama mahasiswa melaksanakan KKN.
Selama berada di Desa Rejosari, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan berbaur secara langsung dengan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk memahami kehidupan sosial secara langsung. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di desa menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Penarikan mahasiswa juga menjadi momentum bagi pemerintah desa untuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan keterlibatan mahasiswa selama berada di Desa Rejosari. Dukungan serta penerimaan yang diberikan oleh pemerintah desa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelancaran pelaksanaan KKN Posko 205.
Perangkat Desa Rejosari menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian dengan baik selama berada di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Posko 205 yang selama ini sudah hadir dan berbaur bersama masyarakat Desa Rejosari. Kami berharap kebersamaan yang sudah terjalin selama KKN dapat menjadi pengalaman yang baik bagi mahasiswa dan semoga silaturahmi dengan pemerintah desa maupun masyarakat tetap terjaga meskipun kegiatan KKN telah selesai,” ujar perwakilan perangkat Desa Rejosari.
Bagi mahasiswa, kegiatan penarikan tidak hanya menjadi agenda resmi untuk mengakhiri masa KKN, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang kebersamaan yang telah terjalin selama berada di Desa Rejosari. Setelah menjalani berbagai aktivitas bersama, mahasiswa harus kembali ke lingkungan kampus untuk melanjutkan kegiatan akademik.
Koordinator Desa (Kordes) Posko 205 menyampaikan bahwa berakhirnya KKN menjadi momentum untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Kami mewakili seluruh anggota Posko 205 mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh masyarakat Rejosari yang telah menerima kami dengan baik selama berada di sini. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan, dan tentunya semua itu akan menjadi kenangan serta bekal bagi kami setelah kembali ke kampus,” ungkap Kordes Posko 205.
Suasana penarikan menjadi semakin bermakna karena kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan pihak-pihak yang selama ini mendukung perjalanan KKN. Perpisahan menjadi bagian dari akhir masa pengabdian, tetapi berbagai pengalaman dan hubungan baik yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan Desa Rejosari.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap proses pengabdian yang telah dilalui mahasiswa selama berada di desa. Selama masa KKN, mahasiswa belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memahami bahwa kehidupan bermasyarakat membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak.
Berakhirnya kegiatan KKN Posko 205 menjadi tanda bahwa rangkaian masa pengabdian mahasiswa di Desa Rejosari telah selesai. Mahasiswa kemudian bersiap untuk kembali menjalankan aktivitas akademik di UIN Walisongo Semarang dengan membawa pengalaman yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat.
Penarikan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 menjadi penutup dari perjalanan pengabdian di Desa Rejosari. Meskipun mahasiswa telah kembali ke kampus, silaturahmi yang telah terjalin dengan pemerintah desa dan masyarakat diharapkan tetap berlangsung dengan baik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjumpaan selama masa KKN telah memberikan pengalaman dan kesan bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Rejosari.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 205 Desa Rejosari.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment