Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon
APERO FUBLIC I KENDAL.– Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167 bersama masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan penghijauan melalui penanaman bibit pohon. Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK, perangkat desa, pemuda desa, serta masyarakat umum.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti mahasiswa KKN dan masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di kawasan lapangan desa dan lingkungan sekitarnya.
Penanaman bibit pohon menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau, asri, dan nyaman.
Berbagai jenis bibit pohon turut disiapkan, di antaranya beringin, gayam, jambu biji, dan duwet. Keberagaman tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai guna bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Mahasiswa KKN bersama pemuda desa dan masyarakat turut terlibat dalam proses penanaman. Bibit ditanam pada sejumlah titik yang telah ditentukan di sekitar lapangan dan lingkungan desa. Kegiatan berlangsung dalam suasana gotong royong dengan peserta saling membantu selama proses penanaman.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ibu-ibu PKK, perangkat desa, pemuda, dan masyarakat tidak hanya hadir dalam kegiatan, tetapi turut mengambil bagian dalam upaya penghijauan lingkungan.
Pemilihan beberapa jenis tanaman juga diharapkan memberikan manfaat yang beragam. Pohon beringin dan gayam dapat mendukung penghijauan serta memberikan keteduhan, sedangkan jambu biji dan duwet berpotensi memberikan manfaat buah bagi masyarakat ketika tanaman telah tumbuh dan berproduksi.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berkontribusi secara langsung terhadap lingkungan sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat Desa Wonotenggang. Sementara bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan bersama dalam menjaga dan memperindah lingkungan desa.
Penanaman pohon juga tidak berhenti pada proses menanam. Perawatan menjadi bagian penting agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167 berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. Penghijauan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan Desa Wonotenggang yang lebih hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat.
Oleh: Tim KKN Posko 167
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment