-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Artikel Kampus Mahasiswi Pendidikan Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur
Artikel Kampus Mahasiswi Pendidikan

Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
03 Aug, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur

Oleh: Hasna Rifdah Fasya

Fakultas Ekonnomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan 2300010040@webmail.uad.ac.id

Abstrak

Artikel ini mengkaji pengaruh suburbanisasi dan desentralisasi terhadap keberlanjutan kota di Indonesia dalam konteks terkini, dengan kawasan aglomerasi Jabodetabekjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur) sebagai studi kasus.

Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ), status Jakarta sebagai ibu kota negara mulai bergeser seiring pemindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara kawasan penyangganya dikelola melalui mekanisme baru bernama Dewan Kawasan Aglomerasi. 

Perubahan kelembagaan ini menjadi momentum penting untuk menilai ulang bagaimana suburbanisasi yang terus berlangsung di kawasan pinggiran Jakarta dapat dikelola secara lebih terkoordinasi dibanding periode-periode sebelumnya.

Artikel ini menunjukkan bahwa meskipun kerangka kelembagaan baru berpotensi mengatasi persoalan fragmentasi tata ruang antarwilayah, desain sentralistis dalam penunjukan Dewan Kawasan Aglomerasi menyisakan pertanyaan mendasar tentang keseimbangan antara koordinasi metropolitan dan otonomi daerah.

Keberlanjutan kota pada akhirnya bergantung pada sejauh mana mekanisme baru ini benar-benar mampu menyelaraskan kepentingan fiskal lokal dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di skala kawasan.

Kata kunci: suburbanisasi, desentralisasi, keberlanjutan kota, Jabodetabekjur, Dewan Kawasan Aglomerasi.


Pendahuluan

Kawasan metropolitan Jabodetabek, yang kini diperluas menjadi Jabodetabekjur setelah dimasukkannya Kabupaten Cianjur, tengah memasuki babak baru dalam tata kelolanya. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ) tidak hanya mengubah nomenklatur Jakarta dari Daerah Khusus Ibu Kota menjadi Daerah Khusus Jakarta, tetapi juga meletakkan dasar hukum baru bagi pengelolaan kawasan penyangga di sekitarnya melalui pembentukan kawasan aglomerasi yang dikoordinasikan oleh Dewan Kawasan Aglomerasi.

Perubahan ini terjadi bersamaan dengan proses pemindahan sebagian fungsi pemerintahan pusat ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, sehingga Jakarta ke depan diposisikan sebagai pusat ekonomi nasional dan kota global, bukan lagi pusat pemerintahan.

Perkembangan ini relevan untuk dikaji karena menyentuh dua isu yang selama ini berjalan beriringan namun jarang dikelola secara terpadu di kawasan metropolitan Indonesia: suburbanisasi sebagai proses spasial dan desentralisasi sebagai proses kelembagaan. 

Suburbanisasi di kawasan penyangga Jakarta terus berlanjut hingga saat ini, ditandai oleh pertumbuhan permukiman baru, kawasan industri, dan pusat kegiatan ekonomi di wilayah seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan kini meluas hingga Cianjur.

Sementara itu, kewenangan mengatur ruang di kawasan tersebut masih terbagi di antara sepuluh pemerintah kabupaten/kota yang berbeda, ditambah tiga provinsi yang menaunginya.

Pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi melalui  UU  DKJ  merupakan  respons kelembagaan paling mutakhir terhadap persoalan fragmentasi tersebut. Namun, desain kelembagaan ini juga memunculkan perdebatan baru: Ketua dan anggota Dewan Kawasan Aglomerasi ditunjuk langsung oleh Presiden, bukan dipilih melalui mekanisme yang melibatkan pemerintah daerah anggota kawasan aglomerasi.

Sejumlah kalangan menilai desain ini berpotensi bersifat sentralistis dan berbenturan dengan semangat otonomi daerah yang selama ini dianut, sementara kalangan lain menilai koordinasi terpusat justru diperlukan agar rencana pembangunan lintas wilayah benar-benar dapat dieksekusi, bukan sekadar disepakati di atas kertas.

Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana suburbanisasi yang terus berlangsung di kawasan Jabodetabekjur berinteraksi dengan   kerangk kelembagaan desentralisasi yang baru ini, serta implikasinya terhadap keberlanjutan kota ke depan.

 

Tinjauan Pustaka

Suburbanisasi secara umum dipahami sebagai proses penyebaran penduduk, permukiman, dan aktivitas ekonomi dari kota inti menuju kawasan pinggiran. Pada kawasan metropolitan besar, proses ini dapat berkembang melampaui sekadar perpindahan permukiman. (Sadewo & Syabri, 2018) menunjukkan bahwa di Jabodetabek, suburbanisasi telah memasuki fase yang mereka sebut sebagai "post-suburbanisasi", yaitu ketika kawasan pinggiran tidak lagi hanya berfungsi sebagai kota tidur (dormitory town), melainkan tumbuh menjadi pusat kegiatan yang relatif mandiri, lengkap dengan kawasan industri, pusat perbelanjaan, dan lapangan kerjanya sendiri.

Kajian tersebut juga menegaskan bahwa proses ini banyak digerakkan oleh investasi sektor swasta dalam pembangunan lahan, sementara kapasitas kelembagaan pemerintah daerah di kawasan pinggiran sering kali tidak 

memadai untuk merealisasikan aturan perencanaan yang telah disepakati bersama—sebuah temuan yang tetap relevan untuk memahami mengapa koordinasi antarwilayah di Jabodetabekjur terus menjadi tantangan hingga hari ini, dan menjadi salah satu alasan mengapa mekanisme koordinasi baru seperti Dewan Kawasan Aglomerasi dianggap perlu dibentuk.

Dampak sosial dari pertumbuhan kota yang tidak dikelola dengan baik juga telah banyak didokumentasikan dalam literatur urbanisasi Indonesia. (Hidayati, 2021) menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk perkotaan yang berlangsung cepat tanpa diimbangi kapasitas perencanaan memadai berkontribusi pada berbagai persoalan, termasuk kemacetan lalu lintas, tumbuhnya permukiman kumuh, serta tekanan terhadap lahan dan ruang terbuka hijau.

Pola dampak semacam ini tetap dapat diamati di kawasan penyangga Jakarta saat ini, terutama pada koridor-koridor komuter padat seperti Bekasi–Jakarta dan Tangerang–Jakarta yang dilayani jaringan Commuterline dan jalan tol.

Sementara itu, literatur internasional tentang desentralisasi fiskal menawarkan perspektif yang lebih optimis mengenai potensi manfaat desentralisasi, sepanjang diiringi penguatan kapasitas kelembagaan yang memadai. (Monkam & Mangwanya, 2024) menunjukkan bahwa ketika pemerintah daerah diberi otonomi mengelola sumber pendapatan lokal—seperti pajak properti dan retribusi—disertai dukungan teknologi digital untuk administrasi perpajakan, kapasitas fiskal mereka untuk membiayai layanan dasar dan infrastruktur perkotaan dapat meningkat secara signifikan. 

Namun kajian yang sama menegaskan bahwa manfaat tersebut hanya terwujud apabila desentralisasi diiringi investasi pada kapasitas administratif, kerangka regulasi yang jelas, dan mekanisme akuntabilitas yang berfungsi. Prinsip ini menjadi tolok ukur penting 

untuk menilai apakah mekanisme Dewan Kawasan Aglomerasi yang baru dibentuk di Jabodetabekjur akan benar-benar memperkuat, atau justru melemahkan, kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola dampak suburbanisasi.

Ketiga rujukan ini bersama-sama menggarisbawahi satu pola penting: suburbanisasi merupakan proses spasial yang hampir tak terelakkan pada kota-kota metropolitan yang terus tumbuh, sementara desentralisasi merupakan proses kelembagaan yang hasilnya sangat bergantung pada desain koordinasi antarwilayah dan kapasitas administratif pemerintah daerah yang menjalankannya.

 

Studi Kasus: Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur

Jabodetabekjur, sebagaimana didefinisikan dalam UU DKJ, mencakup Provinsi Daerah Khusus Jakarta serta sembilan wilayah kabupaten/kota di sekitarnya, yaitu Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kabupaten Cianjur.

Perluasan cakupan hingga Cianjur mencerminkan fakta bahwa tekanan suburbanisasi dari Jakarta kini telah menjangkau wilayah yang secara geografis maupun administratif berada di luar batas Jabodetabek konvensional.

Untuk mengelola kawasan seluas ini, UU DKJ mengamanatkan penyusunan rencana induk pembangunan kawasan aglomerasi yang menyinkronkan dokumen tata ruang dan perencanaan pembangunan lintas kementerian/lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sinkronisasi ini mencakup sejumlah aspek yang selama ini menjadi titik lemah koordinasi antarwilayah, yaitu transportasi, pengelolaan sampah, pengelolaan lingkungan hidup, penanggulangan banjir, pengelolaan air minum, dan penataan ruang. Pelaksanaan rencana induk tersebut berada di bawah koordinasi Dewan Kawasan Aglomerasi,

yang bertugas mengoordinasikan penataan ruang kawasan strategis nasional serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Dari perspektif suburbanisasi, kehadiran mekanisme ini merespons persoalan nyata yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan pinggiran Jakarta: pertumbuhan permukiman, kawasan industri, dan pusat kegiatan ekonomi baru yang tidak selalu sejalan dengan kapasitas infrastruktur dan daya dukung lingkungan setempat.

Koridor Bekasi–Cikarang misalnya, terus berkembang sebagai kawasan industri dan permukiman padat yang bergantung pada jaringan tol dan kereta komuter menuju Jakarta, sementara koridor Tangerang–Serpong berkembang sebagai kawasan permukiman kelas menengah dan pusat bisnis baru.

Tanpa perencanaan yang terintegrasi lintas wilayah, pertumbuhan semacam ini berisiko terus mengonversi lahan pertanian dan kawasan resapan air, sebagaimana pola umum yang digambarkan (Hidayati, 2021) pada kota-kota besar Indonesia.

Namun demikian, desain kelembagaan Dewan Kawasan Aglomerasi juga menyimpan ketegangan mendasar. Ketua dan anggota dewan ini ditunjuk langsung oleh Presiden, bukan melalui mekanisme yang melibatkan partisipasi aktif pemerintah daerah anggota kawasan aglomerasi.

Di satu sisi, desain ini berpotensi mengatasi persoalan lemahnya kapasitas institusional yang diidentifikasi (Sadewo & Syabri, 2018) sebagai penyebab sulitnya realisasi rencana tata ruang lintas wilayah, karena Dewan Kawasan Aglomerasi memiliki basis kewenangan yang lebih kuat dibanding lembaga koordinasi sebelumnya.

Di sisi lain, sentralisasi penunjukan kepemimpinan dewan ini berisiko mereduksi otonomi daerah anggota kawasan aglomerasi, sehingga alih-alih menjadi forum koordinasi yang setara, kawasan aglomerasi berpotensi menjadi ruang dimana kepentingan pemerintah pusat mendominasi kepentingan pemerintah daerah setempat.

Pembahasan

Kasus Jabodetabekjur memperlihatkan bahwa persoalan mendasar dalam mengelola suburbanisasi di kawasan metropolitan bukanlah semata soal ada-tidaknya desentralisasi, melainkan soal bagaimana desain kelembagaan desentralisasi tersebut menyeimbangkan dua kebutuhan yang tampak bertentangan: koordinasi lintas wilayah yang efektif di satu sisi, dan otonomi daerah yang bermakna di sisi lain.

Pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi merupakan pengakuan eksplisit bahwa mekanisme koordinasi sukarela antarpemerintah daerah selama ini tidak cukup kuat untuk mengendalikan dampak suburbanisasi lintas batas administratif—sejalan dengan temuan (Sadewo & Syabri, 2018) tentang lemahnya kapasitas kelembagaan desentralisasi dalam merealisasikan rencana tata ruang bersama.

Akan tetapi, solusi yang dipilih berupa sentralisasi kepemimpinan dewan koordinasi juga mengandung risiko tersendiri. Merujuk pada prinsip yang ditekankan (Monkam & Mangwanya, 2024) dalam konteks desentralisasi fiskal, manfaat sebuah reformasi kelembagaan bergantung pada apakah reformasi tersebut disertai penguatan kapasitas administratif dan mekanisme akuntabilitas yang jelas, bukan sekadar pemusatan kewenangan pada satu lembaga baru.

Jika Dewan Kawasan Aglomerasi hanya berfungsi sebagai forum koordinasi tanpa kewenangan eksekusi yang jelas serta tanpa keterlibatan bermakna dari pemerintah daerah anggota, risiko yang muncul adalah tumpang tindih kewenangan antara dewan aglomerasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah ada, alih-alih penyelesaian atas fragmentasi kelembagaan yang selama ini terjadi.

Dari sisi keberlanjutan kota, implikasi paling langsung terletak pada kemampuan kawasan aglomerasi mengendalikan konversi lahan dan mengelola mobilitas komuter lintas wilayah. Rencana induk pembangunan kawasan aglomerasi yang mencakup transportasi, pengelolaan lingkungan hidup, penanggulangan banjir, dan pengelolaan air minum berpotensi menjadi instrumen penting untuk mengarahkan pertumbuhan kawasan pinggiran agar lebih selaras dengan daya dukung lingkungan, asalkan rencana tersebut benar-benar dijalankan secara mengikat, bukan sekadar dokumen perencanaan yang tidak memiliki daya paksa terhadap pemerintah daerah anggota.

Tiga hal berikut menjadi krusial untuk menentukan apakah kerangka kelembagaan baru ini akan mendukung keberlanjutan kota Jabodetabekjur ke depan.

Pertama, kejelasan pembagian kewenangan antara Dewan Kawasan Aglomerasi dengan pemerintah daerah anggota, agar koordinasi tidak berubah menjadi tumpang tindih birokrasi.

Kedua, penguatan kapasitas fiskal dan teknis pemerintah daerah pinggiran secara paralel dengan pembentukan dewan aglomerasi, sehingga daerah-daerah yang menerima limpahan pertumbuhan penduduk akibat suburbanisasi memiliki sumber daya memadai untuk menyediakan infrastruktur dasar.

Ketiga, transparansi dan partisipasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana induk pembangunan kawasan aglomerasi, agar legitimasi kelembagaan ini tidak hanya bersandar pada kewenangan formal dari pemerintah pusat, melainkan juga pada dukungan aktif pemerintah daerah yang menjadi anggotanya.

Kesimpulan

Kajian terhadap kawasan aglomerasi Jabodetabekjur menunjukkan bahwa suburbanisasi dan desentralisasi tetap menjadi dua kekuatan yang saling bertautan dalam membentuk arah pertumbuhan kota metropolitan Indonesia hingga saat ini. 

Pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi melalui UU DKJ merupakan langkah kelembagaan paling mutakhir untuk mengatasi fragmentasi tata ruang antarwilayah yang selama ini menyertai suburbanisasi di kawasan penyangga Jakarta.

Namun, desain sentralistis dalam penunjukan kepemimpinan dewan ini menyisakan ketegangan antara kebutuhan koordinasi metropolitan yang efektif dan prinsip otonomi daerah yang bermakna.

Keberlanjutan kota Jabodetabekjur ke depan tidak akan ditentukan oleh keberadaan Dewan Kawasan Aglomerasi semata, melainkan oleh sejauh mana lembaga ini mampu menjalankan fungsi koordinasi secara mengikat tanpa mereduksi kapasitas dan legitimasi pemerintah daerah anggotanya.

Tanpa keseimbangan tersebut, kawasan metropolitan terbesar di Indonesia ini berisiko mengulangi pola lama: pertumbuhan pinggiran yang terus meluas, namun tata kelola yang tetap tertinggal di belakangnya. 


Daftar Pustaka

Hidayati, I. (2021). Urbanisasi dan Dampak Sosial di Kota Besar Indonesia. 7(2), 212–221.

Monkam, N., & Mangwanya, M. G. (2024). Digital Tools for Boosting the Impact of Fiscal Decentralization in Africa ’ s Local Economies [ version 1 ; peer review : 2 approved , 1 approved with reservations ]. 1–25.

Sadewo, E., & Syabri, I. (2018). Deteksi Perubahan Luasan Mangrove Teluk Youtefa Kota Pinggiran Jayapura Menggunakan dan Tantangan Pembangunan di Kawasan Metropolitan : Citra Landsat Multitemporal Suatu Tinjauan Literatur. 1790. https://doi.org/10.22146/mgi.33755.


Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur

PT. Media Apero Fublic- Monday, August 03, 2026 0
Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur
Pengaruh Suburbanisasi dan Desentralisasi terhadap Keberlanjutan Kota: Studi Kasus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur Oleh: Hasna Rifdah Fasy…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261582
  • 20251140
  • 2024213
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio
    APERO FUBLIC.- Bulan Ramadhan 1439 Hijriah telah berlalu, sekitar sebulan lalu. Aktivitas perkuliahan Aisyah dalam libur smester. Kampu...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan
    APERO FUBLIC.- Memelihara burung puyuh merupakan bagian dari hobi memelihara burung sebagaimana orang biasanya. Namun memelihara burung puy...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

Tuesday, September 26, 2023

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 70 Berita 1822 Berita Daerah 1732 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1236 Brand 117 Budaya Daerah 39 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 67 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 124 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 977 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 682 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 55 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 69 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 63 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 203 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 37 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us