Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Kolaborasi Mahasiswa KKN UM Riau dan UIN Suska Riau, Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk untuk Warga Desa Sialang Kayu Batu
APERO FUBLIC I PELALAWAN.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau berkolaborasi dengan mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar penyuluhan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) bagi warga Desa Sialang Kayu Batu, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, ini diikuti sekitar 20 warga, sebagian besar ibu-ibu rumah tangga dan anggota PKK setempat. Penyuluhan digelar di rumah salah seorang warga, Ibu Yuni, dan sengaja diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan wirit rutin ibu-ibu agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Lisman, S.E.I., ME. Kegiatan ini turut menghadirkan Lutfhi, mahasiswa UIN Suska Riau, yang bergabung bersama tim KKN Universitas Muhammadiyah Riau sejak proses pembuatan pupuk hingga hari pelaksanaan penyuluhan.
Berangkat dari Masalah Sampah Dapur
Ketua tim penyusun materi kegiatan, Ajeng Ayun Dining Utami, menjelaskan bahwa program ini lahir dari pengamatan terhadap kebiasaan warga yang membuang limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan air cucian beras begitu saja tanpa diolah.
Kebiasaan ini dinilai berpotensi menimbulkan bau tidak sedap hingga pencemaran lingkungan, sementara di sisi lain banyak warga yang berprofesi sebagai petani dan pekebun justru bergantung pada pupuk kimia yang harganya kian mahal.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi program penyuluhan pembuatan POC berbahan dasar limbah dapur, dengan harapan warga dapat mengurangi volume sampah organik sekaligus memperoleh alternatif pupuk yang murah dan ramah lingkungan.
Tunjukkan Produk Jadi, Bukan Sekadar Teori
Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, mahasiswa KKN lebih dahulu membuat POC secara mandiri sebelum acara berlangsung, dan kali ini proses pembuatannya dikerjakan bersama-sama dengan mahasiswa UIN Suska Riau.
Pembuatan pupuk dimulai sejak 4 Agustus 2026 menggunakan bahan-bahan seperti sisa sayuran, kulit buah, air cucian beras, gula merah atau tetes tebu, serta larutan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms), yang kemudian difermentasi secara anaerobik selama dua hingga tiga minggu.
Lutfhi bersama sejumlah mahasiswa UIN Suska Riau lainnya turut ambil bagian langsung dalam proses produksi POC ini, berdampingan dengan Penanggung jawab produksi dari tim Universitas Muhammadiyah Riau, Shiva Sri Wahyuningsih.
Pada sesi penyuluhan, materi disampaikan secara bergantian oleh Kholijah dari tim Universitas Muhammadiyah Riau dan Lutfhi dari UIN Suska Riau. Keduanya menjelaskan kepada warga ciri-ciri POC yang berhasil dilihat dari warna, aroma, dan kekentalannya, sekaligus cara pengenceran yang tepat sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Sesi penyuluhan berlangsung dengan metode ceramah dan diskusi interaktif, membahas dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan, manfaat POC, hingga bahan dan tahapan pembuatannya. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan evaluasi untuk mengukur pemahaman warga.
Sambutan Positif dan Rencana Keberlanjutan
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Selain menambah pengetahuan tentang bahaya limbah rumah tangga yang tak dikelola, warga juga mendapat gambaran nyata proses pembuatan POC melalui contoh produk yang ditunjukkan langsung.
Untuk menjamin keberlanjutan program, mahasiswa KKN menyerahkan modul sederhana pembuatan POC kepada perangkat desa dan kelompok PKK. Mereka juga merekomendasikan agar praktik ini terus dikoordinasikan oleh kelompok tani atau kader lingkungan desa. Tidak menutup kemungkinan, ke depan hasil POC bisa dikemas dan dipasarkan sebagai salah satu bentuk usaha mikro warga atau "UMKM Hijau".
Meski demikian, tim KKN mencatat sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan waktu sehingga proses fermentasi POC belum bisa diamati hasil akhirnya secara langsung bersama seluruh warga, serta perlunya pendampingan lanjutan agar warga terbiasa membuat POC secara mandiri.
Program penyuluhan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan KKN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau di Desa Sialang Kayu Batu, yang kali ini terlaksana berkat kolaborasi lintas kampus bersama mahasiswa UIN Suska Riau, serta turut melibatkan perangkat desa dan kelompok tani setempat sebagai mitra pelaksanaan.
Oleh: Tim KKN Sialang Kayu Batu
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau berkolaborasi dengan mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment