Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa/i KKN Universitas Muhammadiyah Riau Kelompok 92 Ajak Masyarakat Desa Sialang Kayu Batu Bijak Gunakan Obat dan Kosmetik
APERO FUBLIC I PELALAWAN.-- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan tema “Keluarga Sehat dan Aman: Kenali Batas Simpan Obat (BUD), Bahaya BKO, dan Kosmetik yang Tepat” Kamis (20/08/2026) kemarin di Desa Sialang Kayu Batu, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan dan penyimpanan obat yang tepat, mengenali bahaya Bahan Kimia Obat (BKO), serta meningkatkan pengetahuan dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang aman.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai Beyond Use Date (BUD) atau batas waktu penggunaan obat setelah obat dibuka, diracik, atau dipersiapkan. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa setiap obat memiliki batas penggunaan tertentu setelah kemasan dibuka dan harus disimpan sesuai dengan kondisi yang dianjurkan agar kualitas dan keamanan obat tetap terjaga.
Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang dapat ditemukan pada produk tertentu dan berpotensi membahayakan kesehatan apabila digunakan secara tidak tepat. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap produk yang memberikan klaim khasiat secara berlebihan atau memberikan hasil secara instan.
Materi selanjutnya membahas mengenai pemilihan kosmetik yang tepat dan aman. Peserta diberikan edukasi untuk selalu memperhatikan kemasan, label, komposisi, tanggal kedaluwarsa, serta izin edar BPOM sebelum membeli dan menggunakan kosmetik. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari penggunaan produk yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit dan tubuh.
Kegiatan penyuluhan ini juga dibersamai oleh Ibu Bidan Rosi. Dengan melibatkan dan berkolaborasi bersama Ibu Bidan Desa, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat, keamanan obat herbal, bahaya BKO, serta pemilihan kosmetik yang aman.
“Kegiatan ini sangat bagus demi meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, yang biasanya masih sangat minim informasi tentang waktu penggunaan obat yang tepat dan penggunaan obat herbal yang aman. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami cara menggunakan obat dengan benar dan lebih berhati-hati dalam memilih serta menggunakan obat herbal agar tetap aman bagi kesehatan,” ujar Ibu Rosi.
Menurutnya, edukasi mengenai obat dan kesehatan sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa penggunaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar agar dapat menggunakan obat secara bijak dan bertanggung jawab.
Untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab yang berkaitan dengan materi penyuluhan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai batas penggunaan obat, cara penyimpanan obat, bahaya BKO, obat herbal, maupun pemilihan kosmetik yang aman.
Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap informasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Mahasiswa menyampaikan bahwa menjaga kesehatan keluarga dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengetahui batas penggunaan obat, menyimpan obat dengan benar, tidak menggunakan produk yang mengandung BKO secara sembarangan, serta memilih kosmetik yang aman dan memiliki izin edar.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya penggunaan obat yang tepat, pemilihan obat herbal yang aman, kewaspadaan terhadap BKO, serta penggunaan kosmetik yang sesuai. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan keluarga yang lebih sehat, aman, dan memiliki pengetahuan yang baik dalam menjaga kesehatan.
Oleh : Kelompok 92
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment