Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Unhas Paparkan Hasil Enam Program Kerja di Desa Borong Loe
APERO FUBLIC I BANTAENG.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Seminar Hasil Program Kerja di Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian akhir KKN-T sekaligus sebagai bentuk penyampaian hasil dan evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian.
Seminar hasil dilaksanakan sebagai wadah untuk memaparkan capaian kegiatan kepada pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan manfaat program serta mendorong keberlanjutan kegiatan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di Desa Borong Loe.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Borong Loe Sri Rahma Lilianti, aparat pemerintah desa, Babinsa, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN-T.
Selama berada di Desa Borong Loe, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berhasil melaksanakan enam program kerja, yaitu Edukasi dan Pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber), Penyusunan dan Pembuatan Peta Administrasi Desa Borong Loe, Penguatan Identitas Wilayah Melalui Pembuatan Plang Batas Dusun, Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi GEMARI (Gemar Makan Ikan) untuk Menghindari Stunting, Ecokomposter: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Limbah Rumah Tangga, serta Komposgo: Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Feses Kambing.
Program Budikdamber memberikan edukasi dan pelatihan mengenai budidaya ikan dengan memanfaatkan ember sebagai wadah sederhana. Program Peta Administrasi Desa menghasilkan peta yang memuat informasi wilayah dan pembagian administrasi Desa Borong Loe sebagai media informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat.
Sementara itu, program Plang Batas Dusun menghasilkan penanda wilayah yang dipasang pada sejumlah titik sebagai penguat identitas dan informasi wilayah. Program GEMARI memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai manfaat mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Di bidang lingkungan dan pertanian, program Ecokomposter memberikan edukasi pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Adapun Komposgo memberikan pelatihan pemanfaatan feses kambing sebagai bahan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian sekaligus mengurangi limbah peternakan.
Koordinator Desa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Haekal Fahri, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah membantu pelaksanaan seluruh program kerja.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa Borong Loe dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta membantu kami selama menjalankan KKN. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan bisa dilanjutkan oleh masyarakat,” ujar Haekal Fahri.
Sementara itu, Babinsa Desa Borong Loe, Misba, menyampaikan harapannya agar hasil kegiatan mahasiswa dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Ini bukan akhir dari perjalanan. Semoga apa yang dilakukan di sini betul-betul bisa bermanfaat dan warga bisa melanjutkan. Apa yang sudah diberikan dan diajarkan mahasiswa jangan berhenti sampai di sini, tetapi bisa diteruskan oleh masyarakat,” ujar Misba.
Seminar hasil ini menjadi penanda bahwa seluruh program kerja KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Borong Loe telah terlaksana. Mahasiswa berharap hasil kegiatan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikembangkan oleh masyarakat bersama pemerintah desa.
Melalui enam program tersebut, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kegiatan selama masa KKN-T, tetapi juga berupaya memberikan pengetahuan, keterampilan, dan hasil nyata yang dapat mendukung pemberdayaan masyarakat di bidang pangan, lingkungan, pertanian, administrasi wilayah, dan edukasi.
Kegiatan seminar hasil sekaligus menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Borong Loe.
Meskipun masa KKN-T telah berakhir, mahasiswa berharap hubungan baik dengan pemerintah desa dan masyarakat tetap terjalin serta berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Oleh: Tim KKN-T Borong Loe
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment