Feature
Kampus
KKN
Pendidikan
Remaja Bijak, Finansial Sehat: Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Sosialisasi Bahaya dan Risiko Pinjaman Online bagi Karang Taruna Dukuh Njurang
APERO FUBLIC I Sono, Mondokan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 41 melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya dan risiko pinjaman online (pinjol) kepada anggota Karang Taruna Dukuh Njurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, sebagai bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN.
Kegiatan yang disampaikan oleh Dava Bagus Maulana tersebut mengangkat tema “Remaja Bijak, Finansial Sehat” sebagai upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya bersikap bijak dalam mengelola keuangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan layanan pinjaman online secara tidak tepat.
Dalam kegiatan tersebut, Dava Bagus Maulana memberikan pemaparan secara mendalam mengenai perkembangan pinjaman online yang semakin mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat melalui perangkat telepon pintar, sehingga masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pemuda, perlu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menggunakan layanan keuangan digital tersebut.
Sosialisasi ini menekankan bahwa kemudahan dalam mengajukan pinjaman secara online tidak selalu diikuti dengan pemahaman yang baik mengenai bunga, biaya tambahan, jangka waktu pembayaran, denda keterlambatan, serta konsekuensi apabila peminjam tidak mampu memenuhi kewajibannya, sehingga keputusan untuk melakukan pinjaman perlu dipertimbangkan secara matang berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Dava menjelaskan kepada Karang Taruna Dukuh Njurang bahwa pinjaman online pada dasarnya merupakan salah satu bentuk layanan keuangan yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bertanggung jawab dan melalui penyelenggara yang resmi, namun pengguna tetap harus berhati-hati karena terdapat berbagai risiko yang perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang tergiur dengan proses pencairan dana yang cepat tanpa mempertimbangkan kemampuan untuk melakukan pembayaran kembali.
Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat menyebabkan seseorang mengambil pinjaman untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, mengikuti gaya hidup, atau menutup utang sebelumnya, yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan permasalahan finansial yang semakin besar.
Selain membahas risiko finansial, kegiatan sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali ciri-ciri layanan pinjaman online yang tidak resmi atau ilegal, termasuk kewaspadaan terhadap penawaran pinjaman yang datang melalui pesan singkat, media sosial, maupun berbagai platform digital dengan iming-iming pencairan dana yang sangat mudah dan cepat.
Para peserta diingatkan agar tidak sembarangan memberikan data pribadi, seperti nomor identitas, informasi rekening, kata sandi, kode OTP, maupun data penting lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipercaya, karena data tersebut dapat disalahgunakan dan menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UNISRI Kelompok 41 berharap para anggota Karang Taruna Dukuh Njurang dapat menjadi generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan berkaitan dengan keuangan.
Dava juga mengajak para peserta untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat perencanaan keuangan sederhana, menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan, serta menghindari keputusan finansial yang dilakukan secara terburu-buru hanya karena adanya dorongan dari lingkungan maupun gaya hidup.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PPM UNISRI Kelompok 41 dalam memberikan edukasi yang relevan dengan perkembangan kehidupan masyarakat di era digital, khususnya bagi generasi muda di Dukuh Njurang, Desa Sono.
Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya dan risiko pinjaman online, diharapkan anggota Karang Taruna tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri dari potensi permasalahan finansial, tetapi juga dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar sehingga tercipta kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi keuangan.
Program kerja individu yang dilaksanakan oleh Dava Bagus Maulana tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam membentuk pola pikir bahwa kemudahan memperoleh pinjaman bukan berarti seseorang harus selalu menggunakan fasilitas tersebut.
Sebaliknya, keputusan keuangan perlu didasarkan pada kebutuhan yang benar-benar penting, kemampuan membayar, serta pertimbangan terhadap risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari.
Dengan semangat “Remaja Bijak, Finansial Sehat”, mahasiswa KKN-PPM UNISRI Kelompok 41 mengajak generasi muda Dukuh Njurang untuk lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital dan menjadikan literasi keuangan sebagai salah satu bekal penting dalam membangun masa depan yang mandiri, aman, dan sejahtera.
Oleh: Kelompok 41
Mahasiswa KKN-PPM UNISRI dan Karang Taruna Dukuh Njurang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment