Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Gali Cerita Leluhur, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Produksi Video Profil Sejarah Balla Tujua
APERO FUBLIC I BANTAENG,– Menyimpan nilai sejarah dan kesakralan bagi warga sekitar, Balla Tujua kini diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat melalui program kerja video profil yang digagas mahasiswa KKN-T di Kelurahan Onto. Program ini bertujuan mendokumentasikan sekaligus menyebarluaskan kisah asal-usul Balla Tujua yang selama ini menjadi salah satu tempat sakral sekaligus destinasi wisata di wilayah tersebut (09/08/2026).
Balla Tujua merupakan salah satu potensi unggulan Kelurahan Onto berupa kawasan cagar budaya yang terdiri dari tujuh rumah adat peninggalan leluhur masyarakat setempat.
Kawasan ini dahulu menjadi tempat pertemuan tujuh pemimpin wilayah yang masing-masing
dipimpin seorang Kare, dan secara kolektif dikenal dengan sebutan "Tau Tujua". Selain itu,
Balla Tujua juga kerap digunakan sebagai lokasi berbagai upacara adat, seperti pelantikan kaum (tau toa), pesta pernikahan, hingga upacara kelahiran bayi.
Nilai sejarah dan budaya inilah yang menjadikan Balla Tujua daya tarik wisata yang terus didorong pengembangannya oleh pemerintah kelurahan bersama masyarakat, sekaligus menjadi ciri khas yang membedakan Kelurahan Onto dari wilayah lain di Kabupaten Bantaeng.
Proses pembuatan video profil diawali dengan penelusuran sejarah terbentuknya Balla
Tujua melalui wawancara bersama Bapak Muh. Yunus, narasumber yang dinilai memahami
betul asal-usul dan nilai historis kawasan tersebut. Dari wawancara ini, mahasiswa berupaya merekam cerita turun-temurun mengenai terbentuknya Balla Tujua serta makna sakral yang melekat bagi masyarakat setempat.
Menariknya, penggunaan bahasa daerah masih sangat kental terdengar sepanjang proses wawancara, mencerminkan bahwa kearifan lokal di kawasan ini masih terjaga dengan baik hingga kini. Di samping itu, mahasiswa turut menyoroti adanya perubahan pada wajah permukiman di sekitar Balla Tujua, di mana sejumlah rumah tradisional berbahan kayu kini beralih menjadi rumah berbahan batu atau beton.
Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran akan lunturnya identitas arsitektur khas kawasan tersebut apabila tidak diiringi upaya pelestarian, sehingga pembuatan video profil dipandang sebagai langkah penting untuk merekam jejak sejarah dan budaya sebelum semakin tergerus perkembangan zaman.
Hasil wawancara dan dokumentasi lapangan tersebut kemudian dirangkum menjadi video
profil yang ringkas dan informatif, diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus
promosi bagi Balla Tujua. Video ini nantinya dapat dimanfaatkan Pemerintah Kelurahan
Onto sebagai bahan pengenalan kepada masyarakat luas maupun wisatawan.
Sebagai bentuk penyebarluasan, video profil ini turut dirilis melalui website resmi Kelurahan Onto agar mudah diakses, baik oleh warga setempat maupun calon wisatawan dari luar daerah. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga, Bapak Caring, mengaku prihatin dengan kondisi Balla Tujua yang menurutnya memiliki potensi besar
namun belum banyak dikenal.
"Balla Tujua ini sebenarnya punya potensi besar untuk jadi objek wisata, tapi juga
merupakan tempat bersejarah yang harus dilestarikan. Saya senang ada program seperti ini, semoga bisa membuat masyarakat, terutama generasi muda, lebih mengenal dan peduli terhadap Balla Tujua," ujarnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T berharap video profil yang dihasilkan dapat
menjadi warisan dokumentasi bermanfaat jangka panjang, baik sebagai sarana pelestarian sejarah lisan dan bahasa daerah, maupun sebagai bahan promosi yang mendukung pengembangan potensi wisata Balla Tujua ke depannya.
Via
Kampus

Post a Comment