Bantaeng
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Penataan Jalur Interpretasi Wisata Sejarah Balla Tujua, Upaya Memperkuat Edukasi dan Days Tarik Wisata Budaya di Onto
APERO FUBLIC I BANTAENG.— Upaya memperkenalkan dan meningkatkan daya tarik wisata sejarah di Kawasan Balla Tujua, Kelurahan Onto, Kabupaten Bantaeng, dilakukan melalui program kerja Penataan Jalur Interpretasi Wisata Sejarah Balla Tujua yang menjadi program kerja individu, Rachmat Andyka, mahasiswa jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin yang diimplementasikan pada kegiatan KKN-T Gelombang 116 (08/08/2026).
Program ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk membantu pengunjung mengenal sejarah, budaya, serta nilai penting yang terdapat di kawasan tersebut dengan cara yang lebih mudah dan menarik.
Balla Tujua merupakan salah satu kawasan budaya penting di Onto yang dikenal dengan keberadaan tujuh rumah adat. Kawasan ini berada di perkampungan tua Onto dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah serta tradisi masyarakat setempat. Pemerintah melalui platform Jadesta juga mencatat Balla Tujua Onto sebagai desa wisata dengan atraksi budaya dan sejarah, termasuk pesta adat tahunan serta wisata alam Sungai Calendu.
Melalui program ini, jalur kunjungan ditata dengan menghubungkan sejumlah objek penting di dalam kawasan Balla Tujua. Setiap titik yang memiliki nilai sejarah dan budaya diberikan penanda serta informasi interpretatif sehingga pengunjung tidak hanya melihat objek, tetapi juga dapat memahami cerita, fungsi, dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Penataan jalur interpretasi juga dilengkapi dengan peta sederhana kawasan, papan informasi, pemberian titik objek, serta buku saku wisata. Media tersebut dirancang agar pengunjung dapat mengikuti rute secara lebih terarah sekaligus memperoleh informasi secara singkat dan mudah dipahami.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga warisan budaya masyarakat Onto. Tradisi di Balla Tujua masih diwariskan secara turun-temurun dan memiliki berbagai nilai sosial, budaya, serta kebersamaan masyarakat.
Salah satu penelitian mengenai pesta adat Balla Tujua mencatat adanya berbagai prosesi adat seperti Akkawaru, pertunjukan tari, Assampulonrua, dan prosesi ayunan (Attoeng).
Dengan adanya jalur interpretasi, diharapkan pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Balla Tujua menjadi lebih informatif, terarah, dan edukatif. Pengunjung dapat mengenal setiap objek secara bertahap sambil memahami hubungan antara bangunan, tradisi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Program Penataan Jalur Interpretasi Wisata Sejarah Balla Tujua diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan wisata sejarah dan budaya di Onto yang tetap mengedepankan pelestarian nilai-nilai adat. Dengan pengelolaan yang baik dan keterlibatan masyarakat, Balla Tujua tidak hanya menjadi tempat untuk dikunjungi, tetapi juga ruang untuk belajar dan mengenal sejarah serta budaya Bantaeng.
Oleh: KKN Kelurahan Onto
Mahasiswa KKN-T 116 Kelurahan Onto, Universitas Hasanuddin.Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bantaeng

Post a Comment