Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Di Tengah Maraknya AI, Siswa SDN 1 Tawangsari Diajak Berkarya Sendiri Lewat Canva Edu
APERO FUBLIC I TAWANGSARI.- Di tengah semakin maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), anak-anak SDN 1 Tawangsari justru diajak untuk kembali mengeksplorasi kreativitas mereka sendiri melalui desain digital. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Canva Edu yang menjadi bagian dari inovasi KKN dengan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada 22 Agustus 2026.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Raflyn Zakyaa Zahra, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang memberikan pendampingan kepada siswa SDN 1 Tawangsari dalam mengenal dan menggunakan Canva Edu.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlebih dahulu mendapatkan akun atau email Edu dari sekolah yang kemudian digunakan untuk mengakses Canva Edu. Setelah itu, siswa diperkenalkan dengan berbagai fitur dasar Canva dan diarahkan untuk membuat desain secara mandiri.
Tidak hanya sekadar mengikuti instruksi, para siswa diberikan ruang untuk bereksplorasi sesuai dengan ide dan kreativitas masing-masing. Mereka bebas memilih elemen, warna, bentuk, maupun konsep desain yang ingin dibuat.
Antusiasme paling terlihat dari siswa kelas 6, yang menjadi salah satu sasaran utama kegiatan. Sebagai siswa yang akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, pengenalan keterampilan digital seperti desain menjadi bekal tambahan yang dapat mereka manfaatkan dalam proses pembelajaran di jenjang berikutnya.
Suasana pembelajaran pun berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mencoba berbagai fitur Canva dan menikmati proses ketika ide yang mereka miliki mulai dituangkan ke dalam bentuk visual.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan aplikasi desain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun literasi dan kreativitas digital sejak usia sekolah dasar. Melalui Canva Edu, siswa diperkenalkan bahwa teknologi dapat digunakan bukan hanya untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga untuk menciptakan sebuah karya.
Di tengah kemudahan teknologi AI yang kini mampu menghasilkan berbagai bentuk desain secara instan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka diajak untuk mengembangkan ide sendiri, menentukan konsep, mencoba, melakukan kesalahan, dan menikmati proses kreatif tanpa sepenuhnya bergantung pada AI.
Bagi Raflyn, pengenalan teknologi kepada anak-anak tidak harus selalu berorientasi pada penggunaan teknologi secara instan. Justru, teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan kreativitas mereka.
Melalui inovasi KKN dengan Teknologi Tepat Guna (TTG) ini, siswa SDN 1 Tawangsari diharapkan tidak hanya mengenal Canva Edu, tetapi juga memiliki keberanian untuk bereksplorasi dan menghasilkan karya berdasarkan gagasan mereka sendiri.
Sebab, di zaman ketika AI mampu menciptakan banyak hal dalam hitungan detik, kemampuan untuk memiliki ide, mengeksplorasinya, dan menikmati proses menciptakan sesuatu dengan tangan sendiri tetap menjadi keterampilan yang tidak kalah penting.
Oleh: Monica Marchelina Iskandar
Mahasiswa PTS Muhammadiyah dan Aisyiyah
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment