Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Sisa Buah dan Sayur Disulap Jadi Eco-Enzyme melalui Program Waste to Worth KKN-T IPB University 2026
APERO FUBLIC I SUKABUMI. – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanakan program kerja kedua bertajuk Waste to Worth: Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco-Enzyme Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Program Waste to Worth dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama masyarakat. Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya sisa buah dan sayuran, untuk diolah menjadi eco-enzyme melalui proses fermentasi.
Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN-T IPB University memberikan pemahaman mengenai konsep eco-enzyme, manfaatnya, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Peserta juga turut mengikuti praktik secara langsung sehingga dapat memahami proses pengolahan limbah organik dan diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
Setelah kegiatan sosialisasi dan praktik selesai dilaksanakan, Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 juga membagikan eco-enzyme hasil produksi dari IPB University kepada para peserta. Pembagian ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan secara langsung pemanfaatan eco-enzyme sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, masyarakat diajak untuk melihat limbah organik bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
Pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Novan Atha Ariq, menyampaikan bahwa program Waste to Worth merupakan salah satu langkah untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik. Melalui edukasi dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program Waste to Worth menjadi bagian dari komitmen Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, limbah organik diharapkan dapat dikelola menjadi sesuatu yang lebih bernilai serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Oleh: Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026
Editor. Tim Redaksi
Deskripsi Singkat Penulis
Novan Atha Ariq merupakan mahasiswa Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, serta menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment