Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
CSR Bukan Sekadar Formalitas: Komitmen Jhonlin Group dalam Mendukung Pencegahan Stunting
APERO FUBLIC I Corporate Social Responsibility (CSR) tidak lagi cukup dimaknai sebagai kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan setiap tahun. Di tengah meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap isu sosial, publik kini lebih menilai apakah kepedulian tersebut benar-benar memberikan manfaat atau hanya menjadi bagian dari membangun citra.
Pandangan itu muncul karena masih ada kegiatan CSR yang berhenti pada seremoni tanpa memberikan dampak yang berkelanjutan. Padahal, perusahaan memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Penelitian Fadhilah dan Anggraini (2025) menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR di bidang kesehatan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut memungkinkan program yang dijalankan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pendekatan tersebut terlihat pada kegiatan yang dilakukan Jhonlin Group di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Jhonlin Magz menyebutkan bahwa pada 20 Juli 2026 perusahaan bekerja sama dengan Puskesmas Darul Azhar dan Puskesmas Simpang Empat dalam kegiatan percepatan pencegahan stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, serta bantuan alat kesehatan untuk Posyandu Mawar.
Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sosial tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Kehadiran dunia usaha mampu memperkuat upaya yang telah dilakukan tenaga kesehatan sehingga bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan Jurnal Ners (2025) yang menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan melalui CSR dapat mendukung percepatan penurunan stunting apabila dilakukan bersama pemerintah dan fasilitas kesehatan. Kerja sama lintas sektor menjadi salah satu faktor penting agar upaya yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan sesaat.
Dari sudut pandang komunikasi, kegiatan seperti ini juga membangun hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat. Kepercayaan publik tidak tumbuh karena banyaknya kegiatan sosial, tetapi karena masyarakat dapat merasakan manfaat yang nyata dari kepedulian yang diberikan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan. Persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kali kegiatan, sehingga komitmen untuk terus mendukung program kesehatan menjadi bagian yang menentukan keberhasilan sebuah CSR.
Ketika perusahaan mampu hadir sebagai mitra bagi pemerintah dan masyarakat, CSR tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial yang mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan maupun masyarakat.
Menurut penulis, kegiatan yang dilakukan Jhonlin Group menjadi contoh bahwa CSR akan lebih bermakna ketika dijalankan berdasarkan kebutuhan masyarakat, melibatkan pihak yang tepat, dan dilakukan secara konsisten.
Dengan cara tersebut, CSR tidak hanya membangun citra perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.
Oleh: Faradila Dita Putri
Mahasiswi Universitas Selamat Sri Batang, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment