Puisi
Sastra Kita
Syarce
Sandhya
Sandhya
Sunyi berduri…
Luka tumbuh tanpa rasa,
samar langkah menyertai diri,
seakan bintang penuntun enggan bercahaya.
Di batas waktu bernama sandhya,
daun luruh di musim Semi,
tanya berserak di udara,
kemana harus ku bawa mimpi-mimpi ini?
Mereka melaju kilat,
aku tertinggal di tepi lara.
Sendiri, tersesat,
di gelapnya lorong nirmala.
Jika esok masih nirguna rupa,
aku tetap melangkah pelan, tak bersuara.
Sebab di ujung yang tak berbaca,
ada bisik yang belum selesai kupahami.
Purwokerto, Juni 2026
OLEH: Mutiara Novelia
Bionarasi Penulis
Mutiara Novelia. Seseorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yang gemar menulis dan mengabadikan berbagai cerita dalam rangkaian kata. Menyukai hal-hal sederhana dan suasana tenang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Puisi

Post a Comment