-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Esai Kampus Keislaman Mahasiswa Pendidikan Psikologi Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah
Esai Kampus Keislaman Mahasiswa Pendidikan Psikologi

Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
29 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  ESAI.--   Manusia yang lahir ke dunia pada dasarnya telah diperkenalkan dengan agama melalui lingkungan keluarga, terutama oleh orang tua sebagai pendidik pertama dalam kehidupannya. Sejak masa kanak-kanak, seseorang mulai mengenal nilai-nilai keagamaan, tata cara ibadah, serta berbagai ajaran yang dianut oleh keluarganya.

Dalam perspektif Islam, agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fitrah manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 30.

 فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ ۝٣٠

Artinya : Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Qs. Ar Rum:30).

Ayat ini menerangkan bahwa manusia diciptakan dengan kecenderungan untuk mengenal dan mengakui Tuhan. Oleh karena itu, keberadaan agama tidak hanya menjadi identitas yang diwariskan oleh keluarga, tetapi juga merupakan kebutuhan dasar yang melekat dalam diri manusia sebagai makhluk spiritual.

Secara etimologis, kata agama berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti kacau. Dengan demikian, agama dapat dimaknai sebagai sesuatu yang menghindarkan manusia dari kekacauan serta mengarahkan kehidupan menuju keteraturan.

Agama hadir sebagai seperangkat aturan, nilai, dan pedoman yang memberikan arah bagi manusia dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, agama juga dipahami sebagai suatu sistem kehidupan yang mengatur, menata, serta mengikat perilaku manusia agar sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.

Melalui ajaran agama, individu memperoleh pedoman dalam membedakan antara yang baik dan yang buruk, serta mendapatkan landasan moral dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Nilai-nilai keagamaan juga berperan penting dalam membentuk karakter, mengembangkan kepribadian, dan membantu seseorang menemukan makna serta tujuan hidupnya.

Dalam kehidupan masyarakat saat ini, terdapat fenomena yang cukup sering dijumpai, khususnya di kalangan remaja, yaitu meningkatnya ketaatan beragama ketika mereka sedang menghadapi berbagai permasalahan hidup.

Namun, setelah masalah yang mereka hadapi berhasil diatasi atau keadaan kembali membaik, tidak sedikit dari mereka yang kembali mengabaikan kewajiban agama dan menjadi kurang konsisten dalam menjalankan ibadah. Dengan demikian, perubahan perilaku keagamaan yang terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu ini merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji lebih lanjut melalui perspektif psikologi agama.

Fenomena yang sering ditemukan pada kalangan remaja adalah meningkatnya ketekunan dalam beribadah ketika mereka sedang menghadapi berbagai permasalahan dalam hidup. Salah satu masalah yang umum dialami remaja adalah putus cinta. Pada situasi tersebut, remaja sering merasakan kesedihan, kekecewaan, kehilangan, bahkan kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang lain.

Tidak semua remaja memiliki someone to talk atau seseorang yang dapat dipercaya untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Kurangnya dukungan sosial ini membuat sebagian remaja memilih mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai tempat untuk mencurahkan perasaan dan mencari ketenangan batin.

Selain menghadapi masalah emosional, remaja juga sering meningkatkan aktivitas ibadah ketika memiliki keinginan atau target tertentu yang ingin dicapai. Misalnya, memperoleh nilai yang baik, lulus ujian, diterima di perguruan tinggi yang diinginkan, mendapatkan pekerjaan, atau mencapai tujuan lainnya.

Dalam kondisi tersebut, mereka menjadi lebih rajin berdoa, melaksanakan salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian keagamaan, atau melakukan berbagai ibadah lainnya. Aktivitas tersebut dilakukan dengan harapan Tuhan memberikan kemudahan, pertolongan, dan hasil yang sesuai dengan keinginan mereka.

Bagi sebagian remaja, ibadah menjadi salah satu cara untuk memperoleh ketenangan ketika tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita atau mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Mereka merasa bahwa Tuhan adalah tempat yang paling aman untuk menyampaikan segala keluh kesah, kekhawatiran, dan harapan yang tidak dapat mereka ungkapkan kepada orang lain.

Oleh karena itu, ketika menghadapi tekanan hidup atau sedang menginginkan sesuatu, tingkat religiusitas mereka cenderung meningkat. Namun, setelah masalah yang dihadapi berhasil diselesaikan atau tujuan yang diinginkan telah tercapai, sebagian remaja mulai mengurangi intensitas ibadahnya.

Kebiasaan berdoa, membaca Al-Qur'an, atau menjalankan ibadah yang sebelumnya dilakukan secara rutin menjadi semakin jarang dilakukan. Bahkan, ada yang kembali lalai dalam menjalankan kewajiban agama seperti sebelum menghadapi masalah tersebut. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa pada sebagian remaja, perilaku keberagamaan masih dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan situasi tertentu yang sedang mereka alami.
Fenomena ini meningkatnya religiusitas remaja di tengah masalah hidup seperti kesedihan dan rasa sakit hati akibat putus cinta.

Ketika remaja dihadapkan pada situasi yang menekan secara emosional sementara mereka tidak memiliki dukungan sosial atau sosok tepercaya untuk berbagi (someone to talk), mereka cenderung mengalihkan rasa aman kepada Tuhan.

Dalam kondisi ini, remaja sedang menerapkan apa yang disebut religious coping, yaitu menggunakan keyakinan dan ritual agama untuk menghadapi tekanan hidup. Seseorang beribadah bukan cuma biar hatinya merasa lebih tenang, tapi juga berharap keadaan atau masalahnya bisa benar-benar berubah. Bagi umat muslim di Indonesia, hal ini biasanya diwujudkan lewat ibadah nyata seperti salat, zikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa.

Secara teori, ahli psikologi Kenneth Pargament menjelaskan bahwa cara ini memang terbukti bisa langsung menjaga kesehatan mental dan membuat seseorang lebih kuat saat menghadapi stres. Menangis dan mengadu kepada Tuhan menjadi tempat curhat yang paling aman buat remaja, karena mereka tahu Tuhan Maha Mendengar dan tidak akan menghakimi mereka seperti manusia atau teman sebaya.

Selain karena ada masalah, fenomena rajin ibadah ini juga sering muncul saat remaja punya target tertentu yang ingin dicapai, misalnya ingin lulus ujian, dapat nilai bagus, masuk kampus impian, atau dapat kerjaan. Peningkatan ibadah karena alasan ini cocok dengan teori Gordon Allport tentang Orientasi Keagamaan Ekstrinsik.

Artinya, remaja menggunakan agama sebagai "alat" atau sarana untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, bukan karena murni urusan spiritualitas. Secara pikiran, hubungan mereka dengan Tuhan masih bersifat transaksional alias ada timbal balik mereka merasa kalau mereka "setor" ibadah yang rajin, maka Tuhan akan "kasih" bonus berupa kemudahan dan kelulusan.

Sayangnya, karena dasar ibadahnya cuma karena ada maunya, hal ini bikin perilaku mereka jadi tidak konsisten. Begitu masalahnya selesai atau apa yang mereka inginkan sudah tercapai, biasanya semangat ibadahnya langsung kendor lagi. Mereka kembali jarang berdoa, jarang baca Al-Qur'an, bahkan ada yang kembali malas-malasan seperti dulu.

Fenomena ini mirip seperti orang yang datang ke UGD rumah sakit cuma pas lagi sakit sakal, tapi kalau sudah sembuh ya langsung pulang dan lupa begitu saja. Ketika beban hidupnya hilang, motivasi mereka untuk beribadah ikut hilang karena ego mereka masih lebih dominan.

Di fase ini, iman seorang remaja memang masih labil, cair, dan gampang berubah tergantung suasana hati atau lingkungan sekitarnya. Naik-turunnya ibadah mereka menunjukkan bahwa nilai agama belum benar-benar meresap ke dalam hati sebagai kesadaran yang tulus (intrinsic religion). Ibadah mereka masih berfungsi sebagai tameng sementara untuk menenangkan emosi, yang sebenarnya menjadi bagian dari proses panjang mereka untuk belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam beragama.

Menurut pendapat kami fenomena remaja yang rajin beribadah hanya ketika sedang memiliki masalah merupakan hal yang cukup wajar terjadi pada masa remaja. Pada fase ini, kondisi emosional seseorang masih belum stabil sehingga mereka cenderung mencari tempat paling aman untuk menenangkan diri ketika menghadapi tekanan hidup.

Dalam situasi sedih, kecewa, putus cinta, atau memiliki banyak beban pikiran, agama sering menjadi tempat pelarian sekaligus sumber ketenangan batin. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya remaja masih memiliki kesadaran bahwa Tuhan adalah tempat terbaik untuk mengadu dan meminta pertolongan.

Namun, yang menjadi persoalan bukan ketika seseorang datang kepada Tuhan saat sedang susah, melainkan ketika ia mulai menjauh setelah masalahnya selesai.

Banyak remaja yang menjadikan ibadah hanya sebagai kebutuhan sementara, bukan sebagai kewajiban dan kebutuhan spiritual yang harus dijaga setiap waktu. Akibatnya, hubungan dengan Tuhan menjadi tidak konsisten dan hanya dilakukan saat membutuhkan sesuatu.

Padahal, ibadah seharusnya dilakukan baik dalam keadaan senang maupun susah karena agama bukan hanya tempat meminta pertolongan, tetapi juga pedoman hidup.
Kami juga berpendapat bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kurangnya pemahaman agama yang mendalam.

Banyak remaja memahami agama sebatas kewajiban formal, belum sampai pada tahap menjadikan agama sebagai kebutuhan hati. Selain itu, pengaruh media sosial, pergaulan, dan gaya hidup modern juga membuat sebagian remaja lebih mudah lalai dalam menjaga konsistensi ibadahnya.

Meskipun demikian, fenomena ini tetap memiliki sisi positif. Setidaknya, ketika berada dalam kondisi sulit, remaja masih memilih mendekat kepada Tuhan dibanding melakukan hal-hal negatif seperti pelampiasan emosi yang merugikan diri sendiri.

Dari situ dapat dilihat bahwa agama masih memiliki peran penting dalam kehidupan psikologis remaja. Oleh karena itu, fenomena ini seharusnya menjadi proses pembelajaran agar remaja dapat membangun hubungan spiritual yang lebih tulus dan stabil, bukan hanya karena kebutuhan sesaat.

Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa fenomena remaja yang rajin beribadah hanya ketika menghadapi masalah berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan perkembangan emosional remaja. Ketika mengalami tekanan hidup, kesedihan, rasa kecewa, atau memiliki target tertentu, remaja cenderung mendekatkan diri kepada Tuhan melalui berbagai aktivitas ibadah seperti salat, berdoa, membaca Al-Qur’an, dan zikir.

Dalam psikologi agama, kondisi ini dapat dipahami sebagai bentuk religious coping, yaitu usaha seseorang menghadapi masalah dengan melibatkan nilai dan aktivitas keagamaan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa agama memiliki fungsi penting sebagai sumber ketenangan, penguatan mental, dan tempat mencari harapan ketika seseorang berada dalam kondisi tertekan. Namun, pada sebagian remaja, perilaku keagamaan tersebut masih bersifat sementara dan dipengaruhi oleh situasi tertentu.

Setelah masalah selesai atau tujuan tercapai, semangat ibadah mereka cenderung menurun kembali. Hal ini menandakan bahwa religiusitas remaja masih berada pada tahap yang belum stabil dan belum sepenuhnya tumbuh menjadi kesadaran spiritual yang mendalam.

Melalui kajian psikologi agama, dapat dipahami bahwa naik turunnya ibadah pada remaja merupakan bagian dari proses pencarian jati diri dan perkembangan kepribadian. Oleh karena itu, diperlukan dukungan keluarga, lingkungan, serta pendidikan agama yang baik agar remaja mampu membangun pemahaman agama yang lebih matang dan konsisten supaya tidak jauh dari agama.

Dengan demikian, ibadah tidak hanya dilakukan ketika memiliki masalah atau keinginan tertentu, tetapi menjadi kebutuhan hidup dan bentuk kedekatan yang tulus kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

DAFTAR PUSTAKA

Salma, Yulia Widayanti. Tingkat Efektivitas Religious Coping Sebagai Penangganan Stres Pada Individu Muslim: Systematic Literature Review. Diss. UIN Raden Intan Lampung, 2026.
Anganthi, Nisa Rachmah Nur. Psikologi kepribadian dalam perspektif spiritual ilahiah: Mengenal konsep tauhid asma wa sifat asmaul husna. Muhammadiyah University Press, 2020.

PENULIS:
- Dania Faras Azzahra
- Rania Rizka Aulia
- Reza Pahlevi
Universitas Islam Negri Sunan Kudus, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Bimbingan Konseling Islam. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic
Via Esai
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts No results found
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah

PT. Media Apero Fublic- Monday, June 29, 2026 0
Analisis Psikologi Agama terhadap Fenomena Remaja yang Beribadah Hanya Saat Mengalami Masalah
APERO FUBLIC   I  ESAI .--   Manusia yang lahir ke dunia pada dasarnya telah diperkenalkan dengan agama melalui lingkungan keluarga, terutama oleh …

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261296
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa o...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Thursday, June 04, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 68 Berita 1652 Berita Daerah 1622 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1202 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 57 Cerita Rakyat 12 Cerpen 28 Dongeng 67 Ekonomi 99 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 862 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 636 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 63 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 53 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 193 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us