Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Generasi Muda Indonesia dan Krisis Kesehatan Mental di Era Digitalisasi
APERO FUBLIC I OPINI.- Perkembangan teknologi digitalisasi di Indonesia ini membawa sangat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi generasi muda. Media sosial, internet , dan berbagai platform komunikasi sekarang ini mempermudah akses informasi serta memperluas relasi sosial.
Namun, dibalik manfaat tersebut muncul persoalan-persoalan yang serius dan semakin dirasakan oleh pelajar dan mahasiswa, yaitu krisis kesehatan mental akibat tekanan sosial di era digital ini.
Peristiwa ini menjadi perhatian yang penting karena berkaitan dengan kualitas generasi bangsa serta nilai-nilai yang terkandung dalam Pendidikan Kewarganeraan, yaitu khususnya mengenai tanggung jawab sosial, dan etika.
Pada saat ini banyak remaja tekanan psikologis karena tuntutan untuk terlihat sempurna di media sosial. Tidak sedikit generasi muda merasa minder ketika membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih bahagia, lebih sukses, atau bahkan lebih menarik.
Selain itu, semakin banyak kasus perundungan daring cyberbullying yang terus meningkat. Hal ini menyebabkan korban mengalami kecemasan, stress, bahkan hilangnya rasa percaya diri.
Jika dihubungkan dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagaian Masyarakat belum sepenuhna dapat menerapkan nilai kemanusiaan dan etika dalam kehidupan digitalisasi.
Persoalan Kesehatan mental di era digitalisasi menjadi isu yang sangat relevan. Bimbingan
dan Konseling memiliki peran untuk membantu setiap individu dalam memahami dirinya sendiri, mengelola emosi, serta menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Konselor tidak hanya bertugas memberikan Solusi ketika masalah itu muncul, tetapi juga melakukan Upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan mental dan penguatan karakter.
Permasalahan kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele, karena jika dibiarkan kondisi
ini dapat mempengaruhi prestasi belajar dan bahkan masa depan generasi muda. Edukasi tentang etika bermedia sosial juga perlu terus ditanamkan agar Masyarakat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digitalisasi.
Pada akhirnya, kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas
hidup, bukan justru menjadi penyebab munculnya tekanan psikologis. Generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk berpikir kritis, empati, dan harus dapat mengendalikan diri sendiri agar mampu menggunakan media sosial secara sehat dan bijaksana.
PENULIS : Isadora Putri Maharani
Mahasiswi Unibersitas Mercu Buana, Bidang Studi Bimbingan Konseling.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment