Berita
Kampus
Mahasiswa
Yogyakarta
Pameran “Dekap Rasa” Prodi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.- Gedung Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6.5, Glondong, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Di Yogyakarta, Indonesia.
"Sinergi Empu Gampingan di 'Dekap Rasa': Sukses Ubah Galeri Jadi Ruang Dialog Ibu-Anak yang Jujur."
Berlangsung pada 23-26 April 2026, Lokasi: On The Pop Cafe, Jl. Nogosari No.1, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132
Kurator: Kristiana Bondan Wicaksaning Galih
Seniman: Liesti Yanti Purnomo, Ary Okta, Kana Fuddy Prakoso, Laila Tifah, Justina TS, Feintje Likawati, Warsiyah, Kristi Nugra, Anik Indrayani, Tini Jameen, Agni Tripratiwi, Steph Moe, Media Noverita, Endang Lies Suseno, Yuniar Tristi, Dewi Indah Prasetowati
Kelompok mahasiswa Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta yang tergabung dalam Anjastha Collective sukses menggelar pameran seni visual bertajuk "Dekap Rasa".
Pameran yang berlangsung pada 23-26 April 2026 di On The Pop Cafe ini merupakan hasil kolaborasi dengan Empu Gampingan, sebuah kolektif perupa perempuan yang semua anggotanya merupakan alumni FSRD ISI Yogyakarta angkatan tahun 90-an. Pameran ini dibuka dan diresmikan oleh Arsita Pinandita, Direktur Kreatif CherryPop.
Meskipun pameran telah usai, wacana dan dialog yang tercipta dari karya-karya yang ditampilkan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat seni Yogyakarta. Keberhasilan "Dekap Rasa" terletak pada keberaniannya mengemas isu sensitif menjadi sebuah pengalaman estetik yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.
Antusias pengunjung tidak hanya terletak di dalam ruang galeri, namun juga terletak pada acara-acara sampingan. Melalui sesi Artist Talk, para seniman berbagi cerita tentang tantangan menjadi perempuan sekaligus perupa, yang disambut tangis haru hingga tawa hangat dari audiens.
Tak hanya sesi Artist Talk, namun juga ada Workshop Art Awareness yang digelar sebagai acara pendamping menjadi ruang bagi pengunjung untuk "pulang" ke dalam diri sendiri, memproses rasa melalui warna dan bentuk.
”Dekap Rasa hadir bagi mereka yang pernah merasa kehilangan, namun tetap belajar merasakan. Untuk pelukan yang tidak pernah benar-benar hadir, namun tetap hidup dalam bayangan. Dan untuk mereka yang dalam diam belajar menciptakan pelukannya sendiri,” ujar Galih, kurator pameran Dekap Rasa.
Dekap Rasa hadir sebagai upaya memahami pengalaman emosional yang tidak selalu utuh. Pameran ini berangkat dari kesadaran bahwa tidak semua individu tumbuh dalam kelekatan yang penuh, pameran ini menyoroti bagaimana sosok ibu sebagai sumber rasa aman tidak selalu hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan setiap manusia.
Namun, narasi yang dibangun bukanlah tentang keputusasaan. Dalam ketiadaan tersebut, kebutuhan akan kasih sayang tetap tinggal secara diam dan terus membentuk cara seseorang memaknai hidupnya.
Melalui karya-karya kolektif Empu Gampingan, pengalaman tentang kehilangan, kelekatan, dan pencarian makna dihadirkan sebagai refleksi yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Pameran ini mengajak pengunjung menyadari bahwa rasa utuh yang dicari mungkin tidak pernah benar-benar pergi, melainkan berdiam, tumbuh pelan di dalam diri, dan menunggu untuk dirasakan kembali.
Kontak Media:
Anjastha Collective
Email: anjasthacollective@gmail.com
Instagram: @Anjasthacollective
Telepon/WhatsApp: 083827582xxx (ifa)
PENULIS: Alifa Tsabita Khoirunnisa
Mahasiswi Tata Kelola Seni, FSRD ISI, Yogyakarta
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Berita

Post a Comment