Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Sosiologi
RAYA BERDARAH
APERO FUBLIC I OPINI.- Arus mudik tahun ini secara umum sangat lancar dan minim kecelakaan. Upaya pemerintah untuk membuat arus mudik sangat banyak serta peningkatan pengawasan untuk membuat suasana hari raya menjadi lebih bermakna.
Namun di tengah keberhasilan tersebut, muncul pertanyaan mengenai situasi yang berbeda di Belitung. Pulau yang selama ini dikenal aman justru kembali diwarnai peristiwa kecelakaan di momen hari raya.
Belitung di kenal sebagai pulau yang tenang dan jauh dari kemacetan. Akan tetapi setiap hari raya kecelakaan makin marak terjadi. Apa lagi di tahun ini menurut masyarakat Belitung tahun ini merupakan tahun yang buruk karena hari raya setiap agama yang saling berdekatan.
Masyarakat Belitung yang masih banyak mempercayai hal-hal mistis membuat fenomena ini terasa seperti nyata.
Biasanya satu minggu sebelum hari raya para orang tua di Belitung tidak mengizinkan anaknya untuk keluar rumah karena merasa hal buruk akan terjadi. Semakin dekat hari raya bukan menjadi hari yang menyengkan namun menjadi hari yang menegangkan.
Pada beberapa hari menjelang hari raya dan seminggu suana hari raya jalanan di Belitung ramai karena hari raya di Belitung bisa berlangsung hingga 1 minggu penuh. Jalan yang biasanya sepi mendadak dipenuhi kendaraan roda 2 maupun roda 4.
Selain itu, banyak pengendara yang kurang terbiasa menghadapi peningkatan volume lalu lintas tersebut. Dalam kondisi seperti ini, pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau membawa penumpang berlebihan karena sodara yang ramai. Situasi inilah yang menimbulkan kecelakaan meskipun tidak terjadi macet panjang.
Masyarakat belitung yang hidup Saling berdampingan dengan agama lain membuat hari raya lebaran ini bukan hanya di rayakan oleh umat beragama islam namun, menjadi hari libur seluruh agama yang ada di Belitung.
Hal ini membuat aktivitas lalu lintas di Belitung saat lebaran menjadi jauh lebih padat dan momen ini tidak hanya terulang satu kali tapi 1 minggu penuh.
Ada satu kampung bernama Trasbali yang mayoritasnya beragama hindu di Belitung mereka mengadakan acara ogoh-ogoh satu hari sebelum lebaran yang membuat lalu lintas di Belitung semakin padat.
Dengan demikian,kelancaran arus mudik secara nasional tidak selalu mencerminkan kondisi di setiap daerah, termasuk Belitung. Mesti dikenal sebagai kota tanpa macet peningkatan mobilitas saat hari raya tetap memicu kecelakaan jika masih tidak memikirkan keselamatan.
Fenomena tahun ini menunjukkan pentingnya eduksdi berkendara dan kesiapan masyarakat menghadapi lonjakan aktifitas.Oleh karena itu, perhatian bersama perlu dilakukan agar momen hari raya menjadi aman dan penuh kebahagian.
PENULIS: Bunga Aisyah Jingga
Mahasiswi Universitas Bangka Belitung, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jurusan Sosiologi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment