Cerita Kita
Feature
Mahasiswa Psikologi UB Jajal Dunia HR di Industri Manufaktur Logam Cikarang
APERO FUBLIC I FEATURE.- Program Magang MBKM yang difasilitasi oleh Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) membuka kesempatan bagi mahasiswa semester 6 untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu psikologi yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam berbagai setting profesional, termasuk industri dan organisasi.
Salah satu mahasiswa, yaitu Indria Susilo Hapsari, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjalani magang di sebuah perusahaan industri manufaktur pengecoran logam yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai Human Resource Development (HRD) Intern dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan industri.
Melalui program MBKM Magang, kegiatan pemagangan dirancang tidak hanya sebagai pengalaman kerja, tetapi juga sebagai proses pembelajaran terstruktur yang terintegrasi dengan konversi mata kuliah hingga setara sekitar 20 SKS.
Mahasiswa juga menjalankan berbagai aktivitas akademik seperti observasi, wawancara, analisis permasalahan organisasi, hingga perancangan program berbasis psikologi yang relevan dengan kebutuhan institusi mitra.
Belajar Langsung di Dunia Manufaktur
Selama menjalani magang, mahasiswa tidak hanya mempelajari praktik pengelolaan sumber daya manusia, tetapi juga mendapatkan wawasan baru mengenai proses produksi di industri manufaktur pengecoran logam. Pengalaman tersebut memberikan perspektif yang berbeda mengenai bagaimana sebuah organisasi industri beroperasi.
“Ternyata dunia manufaktur pengecoran logam sangat luas dan belajar bagaimana proses suatu barang dari logam sangat berkesan untuk saya karena saya beberapa kali belajar langsung di lapangan dan diajari langsung oleh engineer yang berpengalaman,”
Indria Susilo Hapsari, Mahasiswa Psikologi UB
Rekrutmen & Seleksi: Dari MPP Hingga Wawancara.
Dalam bidang rekrutmen, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari secara langsung keseluruhan proses pengadaan sumber daya manusia di lingkungan industri. Kegiatan yang dipelajari dan dilakukan meliputi:
• Mempelajari Man Power Planning (MPP) dan HR Plan sebagai dasar perencanaan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
• Melakukan screening CV dan shortlisting kandidat sesuai kualifikasi jabatan yang dibutuhkan.
• Mengelola administrasi alat tes psikologi untuk calon karyawan, mulai dari persiapan hingga skoring hasil tes.
• Melakukan observasi dan membuat notulensi proses wawancara seleksi kandidat bersama tim HRD.
Industrial Relations: Regulasi, PKB, dan Hubungan Industrial
Pada bidang Industrial Relations (IR), mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dan hubungan industrial di lingkungan industri. Kegiatan yang dipelajari meliputi:
• Mempelajari regulasi dan hukum ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk ketentuan dalam UU Cipta Kerja.
• Memahami isi dan implementasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati oleh perusahaan dan serikat pekerja.
• Mempelajari mekanisme penanganan keluhan (grievance) karyawan secara prosedural dan profesional.
Compensation & Benefit: Sistem Penggajian hingga BPJS
Di bidang compensation dan benefit (comben), mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan administratif yang berkaitan dengan sistem imbalan kerja karyawan. Kegiatan yang ditangani antara lain:
• Menginput dan merekap data absensi serta lembur karyawan sebagai dasar perhitungan upah.
• Membantu administrasi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan karyawan.
• Mempelajari mekanisme perhitungan tunjangan karyawan sesuai kebijakan perusahaan.
• Membantu administrasi dokumen ketenagakerjaan yang berkaitan dengan hubungan industrial di perusahaan.
• Mendapatkan pemahaman tentang sistem penggajian (payroll) yang berlaku di lingkungan industri manufaktur.
Training & Pengembangan: Dari Perencanaan hingga Pelaksanaan
Bidang training menjadi salah satu pengalaman berharga yang turut dipelajari mahasiswa selama magang. Mahasiswa mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana perusahaan manufaktur merancang dan mengelola program pelatihan karyawannya, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Perencanaan Pelatihan
• Mempelajari proses identifikasi kebutuhan pelatihan.
• Memahami penyusunan rencana pelatihan tahunan yang diselaraskan dengan target dan kebutuhan perusahaan.
Jenis dan Cakupan Pelatihan
• Mengenal berbagai jenis pelatihan yang diselenggarakan perusahaan.
• Memahami cakupan peserta pelatihan berdasarkan level jabatan, divisi, dan kebutuhan kompetensi spesifik di lingkungan industri manufaktur.
• Mempelajari metode pelatihan yang digunakan.
Sumber dan Kualifikasi Trainer
• Memahami kriteria dan kualifikasi yang diperlukan bagi trainer internal maupun eksternal yang dilibatkan dalam program pelatihan perusahaan.
• Mempelajari mekanisme seleksi dan penunjukan trainer, termasuk pertimbangan antara menggunakan tenaga ahli internal atau vendor pelatihan eksternal.
• Mengenal pentingnya sertifikasi dan rekam jejak trainer dalam menentukan kualitas dan relevansi pelatihan bagi karyawan industri.
Pelaksanaan dan Penjadwalan Training
• Membantu administrasi penjadwalan pelatihan, termasuk koordinasi ketersediaan peserta, ruang, dan trainer agar tidak mengganggu jalannya proses produksi.
• Mempelajari dokumentasi pelaksanaan pelatihan, mulai dari daftar hadir, materi, hingga evaluasi hasil pelatihan (post-test dan feedback peserta).
• Memahami proses monitoring dan evaluasi efektivitas pelatihan sebagai dasar perbaikan program di periode berikutnya.
Pengembangan Kompetensi dan Jejaring Profesional
Program magang MBKM di Departemen Psikologi UB berlangsung selama kurang lebih tiga bulan atau setara dengan 480 jam kegiatan di tempat magang. Dalam periode tersebut, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing dari kampus serta pembimbing lapangan dari institusi mitra untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal.
Selain itu, pengalaman magang juga membuka wawasan mahasiswa terhadap penggunaan teknologi informasi dalam aktivitas kerja HR serta pemahaman mengenai sistem kerja di industri manufaktur pengecoran logam.
Mahasiswa juga berkesempatan mempelajari berbagai alat dan mesin produksi yang cukup kompleks, sehingga harus memahami proses produksi serta fungsi alat-alat yang digunakan dalam pengolahan logam.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesional, seperti kemampuan komunikasi, analisis dalam pemecahan masalah, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.
Selain itu, kegiatan magang juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring profesional dan memahami budaya kerja secara lebih nyata.
Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di dunia kerja, sehingga mahasiswa Psikologi UB memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan karir di masa depan.
Penulis : Indria Susilo Hapsari
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Cerita Kita

Post a Comment