Kampus
Mahasiswa
Media Sosial
Opini
Pendidikan
Fenomena Media Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Masyarakat Modern
APERO FUBLIC I OPINI.- Penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal-hal yang dahulu hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu kini menjadi sesuatu yang mudah diakses oleh hampir semua orang melalui media digital.
Berbagai informasi, hiburan, hingga tren dapat tersebar dengan sangat cepat dan mudah dijangkau hanya melalui sebuah perangkat dan koneksi internet. Namun, di balik kemudahan tersebut, media sosial juga membawa berbagai dampak terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Penyebaran konten yang begitu cepat, munculnya berbagai standar kehidupan yang tidak realistis, serta tren yang terus berubah tanpa henti dapat memengaruhi kondisi mental dan cara masyarakat memandang kehidupan sosial di sekitarnya.
Kalimat seperti “tidak masalah kurang tidur selama bisa scroll media sosial” atau “mengurangi uang jajan demi bisa beli kuota internet”, merupakan contoh sederhana yang sering dilontarkan masyarakat saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan seolah menjadi kebutuhan pokok yang sulit untuk dipisahkan.
Bagi sebagian generasi muda, media sosial telah hadir dan berkembang bersamaan dengan proses pertumbuhan mereka. Melalui jejaring internet, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh hiburan, informasi, serta mengikuti berbagai macam tren yang sedang populer. Kemudahan tersebut memberikan kepuasan secara instan dan tanpa disadari dapat menimbulkan ketergantungan terhadap media sosial secara perlahan.
Maka tidak mengherankan juga, dari media sosial ini, bermunculan banyak tren yang tidak pernah memiliki jeda. Para konten kreator berlomba-lomba untuk mendapatkan sebanyak mungkin penggemar serta membuat konten yang ditonton jutaan bahkan miliar kali seperti sebuah tujuan yang utama dan keharusan mutlak.
Dari sini, maka para kreator sibuk membuat konten dan tren semenarik dan bahkan seabsurd mungkin, dengan harapan akan banyak yang melihat dan mengikuti karena tertarik. Semakin banyak penggemar yang mengikuti, semakin tinggi jumlah pengikut mereka.
Bahkan jika konten yang mereka buat kontroversial dan menimbulkan keributan, banyak juga konten kreator yang seakan tidak peduli jika mereka tidak disukai karena konten yang dibuat kurang baik, selama nama mereka terus disebut dan ramai jadi perbincangan, mereka tidak akan pernah mau benar-benar berhenti.
Atensi dari banyak para warganet seolah puncak kehidupan yang harus dicapai.
Akun flexing/ pamer kehidupan adalah contoh yang paling umum ditemukan. Memamerkan kekayaan pribadi atau orang terdekat, tipe konten seperti room tour, review barang-barang mewah, sampai penghasilan mereka yang di atas rata-rata masyarakat kebanyakan ialah sedikit dari sekian banyaknya jenis konten bertebaran di media digital dari akun para selebgram.
Uniknya, meski manfaatnya kurang jelas dan isi kontennya cenderung begitu-begitu saja, konten dengan jenis ini selalu ramai dan tidak pernah padam. Ada kemungkinan hal ini terkait dengan bagaimana konten disajikan, yang memberi kesenangan, fantasi yang terpenuhi sejenak, atau kepuasan palsu saat menontonnya.
Namun, segala sesuatu yang instan tidak selalu berdampak baik. Dari konten flexing juga, seseorang bisa menjadi lebih banyak berpikir tentang kehidupannya. Maka, tidak bisa dihindari dengan hadirnya kebiasaan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain muncul.
Masalah ini paling berdampak pada banyak generasi muda yang berkembang bersamaan dengan internet dan media sosial sebagai sajian di kehidupan mereka. Hal ini dapat menyebabkan sebagian dari mereka cenderung tumbuh dengan kepribadian kurang percaya diri, antisosial, bahkan kurangnya kepedulian pada lingkungan sekitar.
Maka tentunya, bukanlah hal mudah dan bijak jika memisahkan media sosial secara keras dari mereka, karena fakta lainnya juga, generasi muda sebenarnya banyak belajar hal dari media digital, bahkan banyak dari mereka juga lebih paham dan cakap dalam ilmu dan keterampilan teknologi.
Di sisi lain, tidak hanya generasi muda, namun juga orang-orang dewasa di masyarakat yang menggunakan media sosial juga memiliki kerumitan yang tidak kalah kritis. Karena tumbuh tanpa gencatan internet secara intens, lalu waktu berlalu dan zaman berganti, media sosial dari internet semakin lazim.
Zaman seakan mendorong banyak aktivitas sehari-hari untuk bergantung pada penggunaannya, ditambah juga keharusan membaur dengan orang lain yang dipermudah dengan penggunaan perangkat seluler yang aktif di media sosial, maka mau tidak mau, generasi terdahulu harus mampu beradaptasi mengikuti zaman.
Hal itu pastinya menimbulkan banyak hal lainnya juga yang muncul, karena kurang akrab dan tidak setanggap generasi muda dalam menghadapi konten dan banyak hal di internet, tidak heran generasi terdahulu lebih rentan dalam menerima berita palsu dan pernyataan liar yang belum pasti kebenarannya.
Di media sosial, antara kenyataan dan kekeliruan bisa sangat mudah dimanipulasi, terutama maraknya penggunaan AI yang berkembang luar biasa cepat bisa jadi alat yang mempermudah menciptakan berbagai hoax yang tampak sangat nyata dan benar. Ini bisa mengganggu dan merusak nilai-nilai dasar kewarganegaraan yang sudah lama ditanamkan bagi setiap masyarakat di negara.
Pada akhirnya, media sosial bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk bagi masyarakat.
Kehadirannya telah memberikan banyak dampak positif seperti kemudahan untuk belajar, hiburan, serta membantu perkembangan informasi dan teknologi di kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga dapat memberikan banyak dampak negatif terhadap kondisi mental dan kehidupan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar dan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terpengaruh oleh tren, informasi palsu maupun standar kehidupan yang tidak realistis di duniaIndonesia
Masyarakat juga harus tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai Pancasila yang sudah lama menjadi fondasi dan kekuatan bangsa Indonesia.
PENULIS : Faatin Alifah
Instansi: Mahasiwa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Email: faatinalifah61@gmail.com
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment