Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Mahasiswa Kehutanan Laksanakan Sosialisasi Konservasi Hutan di SMPN 018 Kota Jambi: Tekankan Pentingnya Peran DAS bagi Kehidupan
APERO FUBLIC I JAMBI. – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus dilakukan oleh mahasiswa. Kali ini, mahasiswa Program Studi Kehutanan melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema konservasi hutan di SMP Negeri 018 Kota Jambi, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Project Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Konservasi Sumberdaya Hutan yang bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga hutan sebagai penopang kehidupan, khususnya dalam menjaga keseimbangan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Tiga mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Asyhadul Yamin, Andrian Simanjuntak, dan Zena Agustin Manalu. Mereka hadir langsung ke sekolah untuk memberikan pemaparan materi secara interaktif kepada para siswa.
Berdasarkan surat keterangan dari pihak sekolah, kegiatan ini telah dilaksanakan secara resmi sebagai bagian dari praktikum mahasiswa pada semester genap tahun akademik 2026.
Edukasi Konservasi Sejak Dini
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian hutan konservasi serta perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Hutan konservasi dijelaskan sebagai kawasan hutan yang memiliki fungsi utama dalam pengawetan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, serta menjaga sistem penyangga kehidupan .
Tidak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis kawasan konservasi seperti Kawasan Hutan Suaka Alam (KHSA), Kawasan Hutan Pelestarian Alam (KHPA), hingga Taman Buru yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh nyata, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep yang disampaikan. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung.
Peran Penting Hutan dalam Menjaga DAS
Salah satu fokus utama dalam sosialisasi ini adalah hubungan antara hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Mahasiswa menjelaskan bahwa DAS merupakan suatu wilayah yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan ke sungai hingga ke laut secara alami.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa hutan memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan DAS. Vegetasi hutan mampu menyerap air hujan, menyimpannya dalam tanah, serta mengurangi aliran permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Sebaliknya, apabila hutan mengalami kerusakan, maka kemampuan tanah dalam menyerap air akan menurun. Hal ini dapat menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan di musim kemarau.
Mahasiswa juga menjelaskan pembagian zona DAS yang terdiri dari bagian hulu, tengah, dan hilir. Masing-masing zona memiliki fungsi berbeda, mulai dari konservasi hingga pemanfaatan air untuk kebutuhan masyarakat.
Contoh Kasus Bencana di Sumatra
Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa turut menyampaikan contoh kasus nyata yang terjadi di Pulau Sumatra pada November 2025. Pada saat itu, beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami banjir besar dan tanah longsor akibat kerusakan hutan serta curah hujan yang tinggi.
Bencana tersebut mengakibatkan jutaan orang terdampak, ribuan rumah rusak, serta infrastruktur seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah. Bahkan, sejumlah desa dilaporkan hilang akibat tertimbun longsor.
Dari kasus tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga kehidupan manusia secara langsung.
Ajakan Menjaga Lingkungan
Di akhir kegiatan, mahasiswa memberikan pesan kepada siswa agar mulai berperan aktif dalam menjaga lingkungan sejak dini. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, serta ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon.
Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menghentikan praktik penebangan liar yang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hutan.
“Menjaga hutan sama dengan menjaga sumber kehidupan. Jika hutan rusak, maka air, tanah, dan kehidupan manusia juga akan terancam,” ungkap salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Dukungan Pihak Sekolah
Pihak SMP Negeri 018 Kota Jambi menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Sekolah menilai bahwa edukasi lingkungan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap alam.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, karena mereka tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari mahasiswa yang terjun di bidang kehutanan.
Penutup
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
Langkah kecil seperti ini diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di masa depan. Sebab, menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah atau pihak tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
TIM PENULIS: Asyhadul Yamin, Zena Agustin Manalu dan Andrian Simanjuntak.
Mahasiswa Universitas Jambi, Fakultas Pertanian, Jurusan Kehutanan Program Studi Kehutanan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment