Cerita Kita
Kampus
Keislaman
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Kebersamaan di Pesantren “ Sekolah Hidup Paling Jujur di Kabupaten Malang ”
APERO FUBLIC I OPINI.- Kebersamaan di pesantren sering disebut sebagai “sekolah hidup paling jujur”, dan menurut saya itu memang benar adanya, terutama jika melihat kehidupan di pesantren-pesantren di kabupaten Malang.
Disana hidup dijalani dengan sederhana, apa adanya, dan penuh makna. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua berjalan secara alami, sehingga setiap santri ataupun santriwati benar-benar belajar dari kehidupan sehari-hari.
Sebagai penulis, saya “Nailul Mazidah” melihat bahwa kebersamaan di pesantren bukan sekadar tinggal bersama saja dalam satu lingkungan, tetapi lebih dari itu, kehidupan di pesantren merupakan proses pembentukan karakter.
Para santri hidup bersama hampir 24 jam, mulai dari bangun sebelum subuh, antre mandi, belajar di kelas, hingga beristirahat di malam hari. Semua dilakukan secara bersama-sama, sehingga terciptalah hubungan yang dekat dan kuat satu sama lain.
Di lingkungan seperti ini, perbedaan menjadi hal yang tidak bisa dihindari.Santri berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi budaya, kebiasaan, maupun ekonomi.
Namun dari sinilah perbedaan itu melatih mereka untuk belajar memahami arti toleransi dan saling menghargai.Konflik-konflik kecil mungkin sering terjadi, tetapi itu menjadi bagian dari proses belajar para santri untuk memahami orang lain dan melatih para santri untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Kebersamaan di pesantren juga menumbuhkan rasa empati yang tinggi. Ketika ada teman yang sakit, teman lainnya dengan sigap membantu, seperti mengambilkan makan dan memberikan obat. Dan ada juga pada saat ada yang kesulitan dalam pelajaran, tidak jarang teman sebaya mereka menjadi tempat bertanya pertama.
Bahkan hal-hal sederhana seperti berbagi makanan kiriman dari rumah atau sekadar saling menguatkan saat rindu keluarga itu menjadi momen yang sangat berharga dan tidak mudah untuk dilupakan.
Di pesantren-pesantren Kabupaten Malang, meskipun ada keterbatasan fasilitas, hal itu tidak menjadi penghalang untuk tetap hidup yang rukun dan kompak. Justru dalam hal keterbatasan tersebut, dari situlah muncul rasa kebersamaan terasa semakin kuat, karena semua merasakan hal yang sama dan saling mendukung satu sama lain.
Namun, kehidupan di pesantren tentu saja tidak selalu mudah.Ada rasa lelah, jenuh, bahkan rindu rumah yang sering muncul.Tetapi dari situlah para santri belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, mandiri, dan kuat dalam menghadapi berbagai situasi. Semua pengalaman tersebut menjadi pelajaran hidup yang tidak ternilai.
Pada akhirnya, kebersamaan di pesantren bukan hanya tentang hidup bersama, melainkan tentang tumbuh bersama, saling menguatkan, dan belajar menjadi manusia yang lebih baik.
Inilah alasan mengapa pesantren layak disebut sebagai “sekolah hidup paling jujur”, karena semua pelajaran tidak hanya diajarkan, tetapi benar-benar dirasakan dan dijalani secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
PENULIS : Nailul Mazidah
Prodi PPKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Cerita Kita

Post a Comment