-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Cerita Rakyat Cerita Rakyat Toraja: Datu Lumuran
Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Toraja: Datu Lumuran

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Dec, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Datu Lumuran adalah seorang wanita yang cantik. Dia berasal dari alam lain, bukan alam manusia. Datu Lumuran tinggal di dalam sungai. Tapi dia bisa pergi ke daratan dan tampak seperti manusia biasa. Suatu ketika ada seorang petani bernama Batara Kassa membuka ladang di pinggir sungai dimana Datu Lumuran tinggal. Selain menanam sayur mayur, petani itu juga menanam kaiseq. Kaiseq sejenis tanaman untuk dupa.

Beberapa waktu kemudian tanaman kaiseq berbuah, satu demi satu pun masak. Namun aneh, setiap ada buah yang masak selalu saja hilang. Batara Kassa merasa penasaran dan dia memutuskan untuk mengintai di sekitar tanaman kaiseqnya. Waktu itu pagi-pagi buta, Batara Kassa datang dan mengintai dari kejauhan. Beberapa saat mengintai, dia melihat seorang wanita cantik berambut panjang datang dan memetik buah kaiseq miliknya. Diam-diam Batara Kassa mendekati wanita itu.

“Pantas buah kaiseqku selalu hilang, ternyata dirimu yang mencurinya. Tapi tidak mengapa, asal kau mau menjadi istriku.” Kata Batara Kassa sambil memegang rambut panjang wanita cantik itu.

“Apa yang kau harapakan itu mustahil terjadi karena dunia kita berbeda. Saya hidup di air, sedangkan kau hidup di darat.” Jawab Datu Lumuran.

“Saya tidak perduli semua alasan itu, yang penting engkau menjadi istriku.” Kata Batara Kassa tidak mau peduli alasan apapun.

“Bagimu memang demikian, tapi bagi saya lain. Terlalu sulit akan terlaksana maksudmu itu. Sebab saya memiliki pantangan yang sukar diikuti oleh manusia.” Jawab Datu Lumuran.

“Pantangan apakah itu. Tanya Batara Kassa. “Bagi saya semua yang kau perintahkan akan saya patuhi. Bagaimana pun sulitnya saya akan berusaha mematuhinya. Yang menjadi inti dalam permasalahan, kita menikah.” Batara Kassa bertanya dan menegaskan kalau keinginannya tidak dapat di tawar lagi.

“Baiklah kalau begitu, pantangan pertama jangan mencaci seseorang dengan mempergunakan kata, “pida.” Kedua, jangan menolak sesuatu yang kurang berkenan di hati kita atau sesuatu yang kurang baik dalam pandangan kita menggunakan kata, “pongpai.” Dari pantangan ini seperti sulit kau patuhi.” Jelas Datu Lumuran.

“Kalau hanya seperti itu saja, saya bersedia mematuhi kedua pantangan itu.” Jawab Batara Kassa. Sehingga keduanya menjadi suami istri. Kemudian membangun rumah panggung di sisi tebing sungai tempat tinggal Datu Lumuran. Setahun kemudian Datu Lumuran melahirkan seorang anak perempuan dan diberi nama, Pasuloan.

Pada suatu hari, Datu Lumuran sedang menenun kain di serambi depan rumah mereka. Anak tidur di ruang tengah rumah. Sementara Batara Kassa sedang meraut rotan di bawah rumah mereka tepat berada di bawah anaknya terbaring tidur. Sebagaimana biasanya anak kecil sering buang air kecil. Sehingga air kencing Pasuloan menetes melalui celah lantai dan mengenai Batara Kassa. Terkejut dan dengan tidak sadar Batara Kassa tiba-tiba berteriak.

“Wahhh, pida, Pasuloan mengencingi saya.” Teriak Batara Kassa. Dengan berkata demikian maka anak mereka telah di caci-maki dengan kata pantangan oleh Batara Kassa. Kata-kata itu didengar oleh Datu Lumuran yang sedang menenun. Maka dia berhenti menenun dan bangkit berdiri. Kemudian dia berjalan pergi meninggalkan rumah lalu menuju sungai tempat kediamannya. Membawa sehelai kain dinamakan Lullungna Datu Lumuran. Batara Kassa mengejar untuk menghentikan Datu Lumuran, tapi sudah terlambat dia hanya dapat menangkap kain tenun yang di bawa oleh Datu Lumuran.

“Maafkan saya istriku.” Kata Batara Kassa, namun apa hendak mau dikata pantangan sudah di langgar. “Istriku kalau kau kembali kedalam sungai, siapa yang menyusui anak kita.” Kata Batara Kassa.

“Bawah anak kita setiap hari ke pinggir sungai, dan Aku akan menyusuinya sampai kenyang.” Jawab Datu Lumuran. Satu keanehan terjadi saat di sisi tebing sungai. Walau anak mereka hanya dipegang oleh Batara Kasa tapi anak mereka seolah-olah sedang menyusui. Setelah kenyang Batar Kassa membawa anaknya kembali pulang ke rumah. Selama hidup Pasuloan tidak pernah berjumpa dengan ibunya, Datu Lumuran.

Waktu berlalu, Pasuloan tumbuh menjadi gadis remaja. Sejak itu juga dia tidak pernah keluar rumah lagi. Pekerjaannya hanya tidur dan makan saja. Tidak pernah bergaul dengan gadis atau pemuda yang seumuran dengannya. Sehingga Pasuloan menjadi buta dan tidak mengerti hidup bermasyarakat. Waktu itu, setiap soreh berdatangan pemuda dari jauh untuk berolahraga di halaman rumah Batar Kassa. Banyak warga tertarik menonton permainan olahraga sehingga disekitar rumah Batara Kassa selalu ramai.

Saat para pendatang sedang bermain di halaman rumah. Pasulaon selalu mengintip dari jendela rumahnya. Salah seorang pemuda yang berolah raga menarik perhatian Pasuloan dan mungkin dia menyukainya. Pemuda itu bernama Kawanna yang berasal dari Uluwai, Kecamatan Mangkendeq. Kawanna tidak pernah absen bermain, bahkan dia sering bermalam disekitar rumah Pasuloan. Kawanna dan Pasuloan sering bermain mata dari jendela saat orang-orang sedang berolahraga.

Sebagaimana hukum adat laki-laki tidak boleh menemui seorang gadis di rumah. Maka Kawanna tidak dapat ke rumah bertemu Pasuloan. Kawanna berpikir keras, sehingga dia menemukan cara.  Setelah lelah bermain, Kawanna bersitirahat dan berbaring di bawah jendela Pasuloan. Pasuloan setiap hari makan sirih, untuk membuang cairan merah sirinya dia meludah ke luar jendela. Tanpa ampun air ludah berwarna merah mengenai kain Kawanna. Kawanna pura-pura marah, dan Pasuloan pun meminta maaf dan dia akan mencucikannya.

Permintaan Kawanna dipenuhi oleh Pasuloan, dia kemudian pergi ke sumur dan mencucikan kain Kawanna. Saat itulah, Kawanna mendatangi Pasuloan dan keduanya berbincang-bincang. Mereka pun akhirnya menjalin hubungan gelap. Beberapa bulan kemudian Pasuloan akhirnya hamil. Kehamilan Pasuloan lambat laun diketahui oleh warga kampung. Karena dia hamil tanpa suami maka dikenakan hukum adat yang disepakati yang dinamakan hukum adat “Ditekte bannang malata” artinya yang bersalah harus di usir. Kalau orang tersebut kembali ke kampung dia boleh dihukum mati dan pelakunya tidak dituntut hukum.  Karena orang berbuat zinah dianggap mengotori kampung.

Tibalah waktunya pelaksanaan hukum adat pada Pasuloan. Dia akan mengikuti upacara adat dan hari pengusirannya. Upacara adat harus dihadiri semua tetua adat dan menyaksikannya.  Kemudian yang terkena hukum adat duduk diatas gendang tandu, diikuti bacaan syair dari penyair, kemudian leher, kaki, tangan diikat dengan kain putih, lalu pelepasa atau mengusir orang terhukum, setelah orang tersebut pergi jauh baru semua yang hadir pulang kerumah-rumah masing-masing.

Hari itu, Pasuloan telah bersiap-siap. Ayahnya tidak dapat berbuat apa-apa. Dia menghadapi sidang adat atas tuduhan berzinah. Sehingga dia diminta membuat pernyataan dan mengakui perbuatannya. Pasuloan berkata pada Datu kampung dan didengar semua yang hadir.

“Datu dan tetua adat semuanya, sesungguhnya saya memiliki seorang suami. Dia hari ini akan datang ke kampung kita dan akan menikahi saya secara adat. Saya meminta diberi waktu sampai matahari tegak menjelang tengah hari. Akan muncul seorang laki-laki dari sebelah timur gunung, berpakaian putih dan berteriak. Apabilah semua yang Aku katakan tidak terjadi, laksanakan keputusan adat sebagaimana biasanya dan Aku tidak keberatan menerimanya.” Kata Pasuloan.

Permintaan Pasuloan dituruti, tapi dia harus menepati janji. Apabila tepat matahari tegak menjelang tengah hari laki-laki tidak datang, dia akan melaksanakan hukum adat. Mereka semua menunggu dengan sabar.

“Pasuloan, Pasuloan, Aku suamimu dan akan menikahi secara adat hari ini.” Teriak seorang pemuda datang, dan menemui Pasuloan. Ternyata dia adalah Kawanna kekasih Pasuloan. Dengan demikian, Pasuloan dan Kawanna dinikahkan ayahnya dan disaksikan oleh Datu Kampung dan tetua adat mereka.

Demikianlah kisah Datu Lumuran dan anaknya Pasuloan. Cerita Rakyat ini berasal dari daerah Bau, Kecamatan Bonggakaradeng. Peninggalan Datu Lumuran berupa kain tenun tersimpan sampai sekarang yang dinamakan, “Lullungna Datu Lumuran.” Dalam cerita ini, kita dapat memetik pelajaran bahwa melakukan hubungan tanpa ikatan sah tidak dibenarkan dari zaman ke zaman. Setiap pelaku harus di hukum dan perbuatan demikian adalah perbuatan tidak baik di tengah masyarakat.

Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Totong Mahipal
Palembang, 12 April 2022.

Sy. Apero Fublic

Via Cerita Rakyat
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Road to Rang Mudo Fest 2026 Resmi Dimulai, Pemkab Pasbar Dorong Kreativitas Anak Muda dan Ekonomi Kreatif

PT. Media Apero Fublic- Saturday, July 11, 2026 0
Road to Rang Mudo Fest 2026 Resmi Dimulai, Pemkab Pasbar Dorong Kreativitas Anak Muda dan Ekonomi Kreatif
APERO FUBLIC   I  PASAMAN BARAT.--  Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi memulai rangkaian Road to …

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261398
  • 20251140
  • 2024205
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja
    APERO FUBLIC  I  ESAI . -  Data BPS per Februari 2025 mencatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan ...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba
    APERO FUBLIC.- Makanan "Pundang Muba" merupakan salah satu kekayaan kuliner yang membanggakan dari Kota Sekayu, Kabupaten Musi B...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980
    Apero Fublic.- Harimau Sumatera adalah subspesies harimau di dunia. Habitat aslinya adalah Pulau Sumatera. Harimau sumatera dalam bahas...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.
    Apero Fublic.- Arsitektur Masjid Agung Palembang Adalah Induk Dari Atap Masjid-Masjid Ttradisional di Sumatra Selatan. Mengapa demiki...
  • Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat
    APERO FUBLIC   I  BANDUNG .— Tingginya jumlah angkatan kerja di Jawa Barat belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memad...
  • Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?
    Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial? Oleh: Muhammad Izaz Alhafiz Dosen Pengampu: Apriani Riyanti, S....
  • Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi
    Latifa Rahmawati Kebijakan Publik MBG Dalam Persefektif Sosiologi Hukum: Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substi...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026

Popular Post

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Mitos Harimau Jejadian: Hingga Krisis Harimau 1960-1980

Friday, October 18, 2019
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Hilangnya Arsitektur Asli Atap Masjid Sumatera Selatan.

Sunday, June 30, 2019
Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Mismatch Tenaga Kerja Masih Jadi Tantangan Besar di Jawa Barat

Monday, June 15, 2026
Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Kesejahteraan Sosial: Mengenal Apa Itu Profesi Pekerjaan Sosial?

Monday, June 29, 2026
Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi

Kasus Kolusi Pemasok Logistik Menganti Bahan Bergizi Menjadi Substitusi Rendah Kualitas dan Keterlambatan Distribusi

Saturday, June 13, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1731 Berita Daerah 1676 Berita Internasional 43 Berita Nasional 1220 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 61 Cerita Rakyat 12 Cerpen 30 Dongeng 67 Ekonomi 104 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 880 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 646 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 56 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 198 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us