9/11/2022

Mengenal Irhasat: Pengakuan Keislaman Sebelum Kedatangan Nabi Muhammad SAW

APERO FUBLIC.- Irhasat adalah sejenis ramalan kedatangan Nabi Muhammad yang dibuat oleh para peramal dan orang yang berilmu hidup diantara zaman Nabi Isa (Yesus) dan sebelum datangnya kenabian Rasulullah SAW. Pada masanya orang-orang tersebut dianggap orang suci atau tokoh agama.

Mereka meramalkan kedatangan Rasulullah dan mengungkapkan ramalan dengan puisi lalu mempercayakan pada generasi berikutnya. Banyak kejadian tersebut, yang diterima dan disampaikan oleh para ahli sejarah dan penulis biografi Nabi.

Salah satu pemimpin Yaman yang dikenal dengan nama Tuba menemukan gambaran Rasulullah di dalam kitab-kitab sebelumnya, lalu dia beriman kepadanya yang dia nyatakan di dalam syairnya, berikut ini.

“Aku bersaksi kepasa Ahmad bahwa ia adalah utusan tuhan, pencipta manusia.”

“Seandainya Aku hidup cukup lama sehingga bertemu dengannya, Aku akan menjadi menterinya, dan seperti sepupu baginya.”

Kemudian seorang bernama Saida yang merupakan ahli pidato yang paling ternama dan menonjol diantara orang-orang Arab. Dia adalah monoteis yang berwawasan luas. Sebelum Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi, dia mengumumkan kerasulan Muhammad dengan syair-syairnya. Berikut cuplikan syairnya.

“Dia anatar kita (Allah), mengirimkan Ahmad sebagai Nabi SAW yang terbaik dari yang pernah diangkat.”

Selanjutnya, diantara salah satu nenek moyang Rasulullah, bernama Ka’ab bin Lu’ay mengumumkan kenabian Muhammad SAW, dengan jalan ilham sebagai berikut.

“Di masa-masa ketidakpedulian, Muhammad tiba-tiba akan muncul; dia akan mengngabarkan berita-berita yang semuanya benar.”

Irhasat selanjutnya dari Sayf bin Dhiyazan juga salah satu pemimpin Yaman, melihat gambaran Rasulullah dalam kitab-kitab terdahulu, beriman kepada Nabi Muhammad SAW, dan sangat mencintainya. Ketika Abdul Muttalib, kakek Rasulullah tiba di Yaman dengan kafilah dagang dari Quraysh.

Melihat itu, Sayf bin Dhiyazan menyapa kakaek Rasulullah dan berkata: “Seorang anak akan lahir di Hijaz, dengan tanda diantara kedua bahunya yang menyerupai stempel. Dia akan menjadi pemimpin umat manusia. Lalu dengan secara rahasia dia memberi tahu Abdul Muttalib “Anda adalah Kakeknya.” Dengan demikian dia meramalkan kenabian Rasulullah dengan cara yang luar biasa.

Kisah sesaat setelah Rasulullah menerima wahyu pertama. Istri Rasulullah Khadijah menceritakan kejadian tersebut pada Warqah bin Nawfal. Lalu salah satu sepupu dari pihak ayahnya yang kemudian memberi tahu Khadijah agar membawa Rasulullah menemui  Waraqa. Setibanya, kemudian Rasulullah memberitahu tentang peristiwa penerimaan wahyu tersebut. Waraqa kemudian menjelaskan ‘kabar gembira bagimu, hai Muhammad. Aku bersaksi bahwa kau adalah Nabi yang ditunggu-tunggu, dan Yesus telah mengabarkan berita gembira tentangmu.

Seorang penganut ilmu ghaib bernama Askalan al-Himyeri. Apabila berpapasan dengan orang-orang Quraisy dia selalu bertanya pada mereka. ‘Apa ada diantara kalian yang menyatakan kenabian?. Semua orang-orang Quraisy menjawab tidak. Hal demikian terus berlalu, sampai pada akhirnya pertanyaan dijawab orang Quraisy dengan, Ya. ‘Ada seseorang yang menyatakan kenabiannya. Askalan membalas: Dialah yang telah lama ditunggu-tunggu oleh dunia.

Ibnu al-A’la salah satu ulama Kristen yang terkenal, meramalkan Kenabian Rasulullah SAW sebelum adanya pernyataan kenabian Rasulullah SAW, tanpa bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Baru beberapa waktu kemudian tersiar kabar kenabian Rasulullah SAW. Dia datang menemui Nabi dan menyatakan: ‘Demi dia yang mengirimmu kebenaran, Aku telah menemukan gambaranmu di dalam Injil, dan Perawan Maria mengabarkan berita gembira tentangmu.

Demikianlah sedikit kisah tentang irhasat atau kejadian luar biasa sebelum kenabian Muhammad SAW. Irhasat juga ditulis dengan irhas saja. Sesungguhnya banyak hal-hal yang terjadi sangat luar biasa. Namun sediki yang dapat dibahas. Namun sudah cukup untuk menamba wawasan kita tentang khazanah ilmu Islam.

Disusun: Tim Apero Fublic
Sumber: Said Nursi. Terj. Sugeng Hariyanto, Mohammad Rudi Atmoko, dan Umi Rohima. Risalah An-Nur: Pemikir dan sufi besar abad ke 20. RajaGrafindo Persada. Jakarta, 2003.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment