6/24/2021

Rendahnya Kebiasaan Membaca di Tengah Masyarakat Indonesia

APERO FUBLIC.- Pada saat ini di indonesia budaya membaca sangatlah rendah dibandingkan negara-negara lain. Orang-orang di indonesia cenderung menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dalam bersosial media dan bermain game online. Berbeda halnya dengan budaya membaca orang jepang yang menghabiskan waktunya untuk membaca bahkan dalam berjalanan sekalipun.

Menurut Riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada maret 2016, indonesia dinyatakan peringkat kedua dari bawah yaitu peringkat 60 dari 61 negara. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat indonesia sangat memprihatinkan hanya 0,001 % yang artinya dari 1,000 orang indonesia, hanya 1 yang rajin membaca. Faktanya orang indonesia yaitu mengutip dari data wearesocial per januari 2021 jumlah pengguna internet di indonesia naik 73,7%  dari populasi di indonesia 274,9 juta atau menembus 202,6 juta pengguna dan selama satu tahun terakhir terjadi penambahan 27 juta pengguna.

Peningkatan waktu yang digunakan yaitu untuk mengakses internet yaitu dari 7 jam 59 menit menjadi 8 jam 52 menit. Dengan penggunaan untuk jejaring sosial 96,3%, shopping 78,2%, chat 96,5%, entertaiment 86,2% dan lain sebagainya. Beberapa operator telekomunikasi menyampaikan kenaikan dalam segi trafik sebagai dampak pandemi Covid-19  yang mencapai 40 persen. Hal ini menjadikan merosotnya budaya membaca pada masyarakakt di Indonesia.        

Sangat disayangkan sekali jika dampak pandemi covid-19 masyarakat di indonesia tidak dimanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin. Seharusnya peningkatan waktu dalam penggunakan akses internet ini digunakan  untuk mencari  informasi yang dibutuhkkan untuk meningkatkan minat baca.

Dengan memperkaya ilmu pengeetahuan dengan melakukan hal yang produktif seperti membaca buku dan memanfaatkan literasi digital dengan penggunaan media digital untuk menambah ilmu pengetahuan agar memperkaya literasi informasi. Pentingnya budaya membaca tidak hanya untuk anak-anak saja melainkan untuk semua orang jika ingin maju seperti orang-orang di negara maju.

Dapat disimpulkan bahwa budaya membaca sangat penting dalam kehidupan bangsa. Rendahnya minat baca akan berpengaruh dengan kualitas bangsa. Sebab tanpa adanya budaya membaca negara ini tidak akan pernah menjadi maju. Karna membaca adalah jendela dunia. Jika minat membaca di indonesia sangat rendah maka bangsa indonesia akan sulit bersaing. Untuk itu budaya membaca sangat dibutuhkan tanpa adanya budaya membaca akan sulit untuk menuju gerbang kesuksesan. Maka dari itu mulailah membaca dengan sesuatu yang kita sukai, agar tumbuhnya motivasi minat  membaca, menyisihkan waktu yang tepat unutk membaca, menumbuhkan rasa ingin tahu minat baca.

Dengan seringnya membaca, akan menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan memperkaya kosakata yang kita miliki. Maka tanpa disadari pula menjadikan minat membaca menjadi budaya membaca.

Oleh: Samha Meristin.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 24 Juni 2021.
Mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment