11/15/2020

Pameran Bersama: Museum Balaputradewa 10-19 November 2020

Apero Fublic.- Palembang. Pameran Bersama Museum Negeri Sumatera Selatan Tahun 2020 yang berlangsung dari tanggal 10 sampai 19 November 2020, dengan tema, “Warisan Budaya dan Sejarah Sumatera Selatan.” Acara pameran bersama di buka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa lalu, diikuti oleh beberapa museum di Sumatera Selatan dan juga komunitas-komunitas budaya.

Seperti Museum Sriwijaya, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum A.K. Gani, Balai Arkeologi Sumatera Selatan dan lainnya. Selain itu Pameran Bersama juga diikuti oleh Komunitas-komunitas seperti komunitas KOMPAKS (Komunitas Pecinta Antik Kreatif Sriwijaya). Diantaranya koleksi Wak Jaya Collection yang memamerkan meriam perunggu, batu candi, manuskrip kuno, koin emas Kerajaan Jenggala, koin emas Kedatuan Sriwijaya dan lainnya. Dulkafa yang memamerkan berbagai jenis motif songket klasik. Andalas Collection yang mengkoleksi berbagai perangko, Paspor Haji Palembang tahun 25 Juli 1910.

Kemudian KMDS ATMI GANDHI mengkoleksi koin Dinasti Ming zaman kekaisaran Yongle, senjata Pengout. Musi Treasure Gallery yang memamerkan jenis badong, keris dan kacip, prasasti emas dan lainnya. Natasya Antik yang mengkoleksi Meriam Tangan, manik-manik kuno, koin palembang, koin Palembang bertulis “Shi Li Dan Bao” uang Sultan antara tahun 1470-1659.

Komunitas Sriwijaya Motorcycle Club yang memamerkan jenis sepeda dan sepeda motor antik. Munzir Haris, Ali dan Yudi yaitu batu pipis bertuliskan aksara Pallawa, Surat Akoean atau Bewijs van Arkenning. Palembang Pusaka Bahari banyak mengkoleksi jenis senjata tradisional.

Selain itu, Koleksi dari Gending Sriwijaya Galeri yang banyak memamerkan benda-benda arkeologis peninggalan masa Kedatuan Sriwijaya. Seperti beberapa jenis mata panah dan tulup. Jenis pedang seperti pedang Khanda, Pedang Lar Bango, Pedang Khadga, Khudi, Belati Khadga, Trisula Sriwijaya, Tulup, Pedang Pinrang peninggalan tentara Chola India sewaktu menyerang Sriwijaya. Semua barang ditemukan di dasar Sungai Musi. Selain itu, ada juga manik-manik, fotongan relief candi, potongan tangan arca perunggu, dan lainnya.

Hal yang sangat menarik adalah beberapa jenis senjata pedang dan belati terdapat pada pahatan di dinding Candi Borobudur. Hal demikian menunjukkan selain prasasti,    juga jenis senjata tersebut memastikan candi Borobudur warisan Kedatuan Sriwijaya.

Banyak lagi yang seperti dari Komunitas Perupa Muda Palembang oleh Angga, S.P. Pameran Kesultanan Palembang, dan juga pameran dari Musium Balaputradewa atau Museum Negeri Sumatera Selatan.

Juga hadir dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang diwakili oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Mari kunjungi dan hadiri wisata edukasi yang mencerdaskan dari 10 sampai 19 November 2020.

Oleh. Totong Mahipal
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 10 November 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment