11/15/2020

Pameran Bersama: Stand Komunitas Pecinta Sejarah UIN Raden Fatah Palembang

Apero Fublic.-  Kota Palembang. Tim Apero Fublic dalam meliput acara Pameran di Museum Negeri Sumatera Selatan, dengan tema “Sejarah dan Kebudayaan Sumatera Selatan. Pameran yang diikuti kurang lebih 28 peserta, 17 diantaranya dari komunitas. Acara dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Sultan Mahmud Badaruddin IV.

Tim Apero Fublic menyempatkan mampir pada stand Pameran dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Yang Memiliki koleksi-koleksi menarik yang dapat dijadikan edukasi visual bagi pengunjung.

Seperti replika bubu, merupakan alat tangkap ikan tradisional yang rama lingkungan. Suatu cara edukasi bagaimana masyarakat menangkap ikan dengan benar. Apalagi dizaman sekarang dengan banyaknya jenis pestisida, lalu digunakan penduduk meracuni sungai atau sumber air untuk menangkap ikan. Tentu sangat merugikan masyarakat serta merusak lingkungan ekosistem sungai dan danau. Bubu dibuat dari bila bambu dan berpenjalin terbuat dari jenis tumbuhan merambat (resam).

Kemudian koleksi menarik, tepak sirih. Tepak sirih adalah wadah untuk alat-alat makan sirih masyarakat Melayu. Tepak sirih juga digunakan sebagai simbol tatacara bermusyawarah, menghormati tamu, dan simbol adat istiadat. Sirih melambangkan persaudaraan, sebab zaman dahulu yang memakan sirih bukan hanya kaum wanita saja, tetapi juga kaum laki-laki.

Yang menarik lainnya adalah replika Surat Ulu. Media tulis surat ulu seperi bambu, tanduk dan kulit kayu dengan nama lokal Karas. Aksara ulu, menjadi tradisi tulis masyarakat Melayu Sumatera Selatan zaman dahulu.

Replika Cobek yang terbuat dari bambu dan kayu. Selain itu, ada replika lesung padi yang berbentuk persegi empat.

Namun apabila ingin merekonstruksi nilai budaya sebaiknya dibuat juga replika Lesung Padi yang bentuknya lebih tradisional. Lesung Padi yang sering dipakai masyarakt zaman lalu bentuknya berupa balok kayu sepanjang satu setengah meter. Pada bagian permukaan diratakan, ditengah dilobangi. Ujung kiri dan ujung kanan balok kayu bagian bawah ditipiskan. Kiri kanan yang memanjang juga berfungsi untuk mengangkat lesung.

Pembuatan lesung juga dibuat dengan kayu yang keras dan berat. Agar tahan lama dan saat menumbuk padi atau menumbuk lainnya tidak goyang. Penumbuk dengan alu biasanya dua orang agar cepat lebur. Kaki penumbuk biasanya diletakkan di atas sayap lesung sehingga lesung benar-benar mantap tidak bergerak.

Saat mampir adik-adik mahasiswa dan mahasiswi dari UIN Raden Fatah Palembang menyapa dengan ramah. Semuanya piawai menjelaskan fungsi dan kegunaan serta bahan-bahan pembuat koleksi mereka. Juga menjelaskan beragam koleksi lainnya. Ya, pada bidang sejarah dan kebudayaan memang keahlian mereka.

Berbincang-bincang pada penjaga stand Pameran Bersama. Apero Fublic menyinggung pakaian kuning mereka yang dipadukan dengan busana Melayu Sumatera Selatan. “Kami dari Komunitas Pencinta Sejarah, Kak. Pakain ini, adalah seragam dari Komunitas Kami.” Ujar Sherly Habso. Dia mahasiswi Jurusan Sejarah Peradaban Islam smester lima.

Banyak yang Kami tanyakan tentang koleksi mereka. Saat saya menunjuk gerabah berisi benda hitam. “Ini namanya Anglo, Kak. Berfungsi sebagai kompor atau pemanggang tradisonal berbahan bakar arang kayu, arang tempurung kelapa dan dapat juga dengan batu bara,” jelas Tio Andrianto, juga mahasiswa smester lima.

Kami merasa puas dengan keramahan adik-adik jurusan Sejarah Peradaban Islam. Memberikan banyak penjelasan dengan sabar dan ramah. Saat ini Komunitas Pecinta Sejarah diketuai oleh Surya Arief Wibowo dan pembimbing Bapak Kemas Rahman Panji, S.Pd. M.Pd.

Beberapa waktu kedepan komunitas ini juga bakal melaksanakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua untuk masa kepemimpinan 2020-2021. Semoga sukses terus Pecinta Sejarah, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang. Tim Apero Fublic kemudian melanjutkan melihat pameran yang lainnya.

Oleh. Rika Julianti
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 13 Novemer 2020.


Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment