10/26/2019

Buat Gadis: Jangan Tertipu Hanya Karena Berseragam

Apero Fublic.- Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polisi Republik Indonesia (POLRI), adalah dua lembaga negara yang sangat penting untuk batang tubuh berdirinya negara ini. TNI dengan semboyan dari rakyat untuk rakyat membuat masyarakat merasa satu dengan TNI. TNI menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

Masyarakat sangat bahagia kalau mendengar berita tentang kehebatan TNI. Sangat antusias kalau mendengar TNI memiliki alutsista yang baru dan canggi. Apalagi kehebatan teknologi senjata sejajar dengan teknologi Rusia dan Amerika Serikat. Saat melihat parade HUT TNI masayrakat sangat bangga. Terasa aman dan terlindungi oleh TNI.

Sehingga saat mereka berhadapan dengan sosok seorang prajurit TNI sangat menghormati. Prajurit TNI yang dipercaya serta pasti satria yang baik. Pokoknya segalanya bagi rakyat Indonesia. Menjadi TNI adalah cita-cita pertama anak laki-laki di Indonesia, walau cita-cita kadang tidak kesampaian.

Kemudian POLRI, memang masyarakat kadang jengkel dengan oknum individu POLRI yang nakal. Namun POLRI kedudukannya tetap sama dengan TNI. Masyarakat juga merasa percaya, bangga dan segan. Masyarakat tahu POLRI melindungi rakyat. POLRI bekerja mengamankan masyarakat dan memburu penjahat. POLRI bagian dari kedamaian di tengah masyarakat. Sehingga masyarakat sangat segan dan menghormati POLRI sebagai prajurit yang baik, jujur, dan pelindung masyarakat. Masyaakat bangga dengan seorang prajurit Bhayangkara tersebut.

Dalam pembahasan ini akan menyoroti tentang penipuan oleh orang sipil yang menjadi TNI atau POLRI gadungan (Palsu). Banyak orang menipu dengan berbekal seragam TNI dan POLRI. Mengapa orang-orang tersebut berani menipu dengan menjadi prajurit TNI atau POLRI.

Karena mereka tahu kalau Prajurit TNI dan POLRI sangat dihormati dan dihargai oleh masyarakat. Masyarakat yakin tidak akan ditipu oleh seorang prajurit. Maka akar permasalahannya bukan hanya dari pemikiran masyarakat tersebut. Tapi dengan mudahnya mereka mendapatkan seragam TNI dan POLRI di pasaran dan entah dari mana.

Sehingga ada baiknya, seragam TNI dan Polri dilakukan penataan dengan baik. Dari produksi, penyaluran dan pemusnahan seragan bekas. Untuk meminimalisir dan mengakhiri kejahatan bermodal memakai seragam TNI atau POLRI. Kejadian demikian sangat sering terjadi sekarang. Pemerinta ada baiknya juga membuat layanan pengecekan data tentang TNI dan Polri yang aktif. Agar masyarakat dapat mengetahui kalau ada orang yang mengaku-ngaku TNI atau POLRI. Ini juga sangat berbahaya diwilayah komplik.

Produksi, Distribusi seragam TNI dan POLRI seharusnya diserahkan pada satu pihak, misalnya koperasi atau badan usaha yang terpercaya. Seragam TNI dan Polri tidak lagi dijual bebas di pasar. Terutama pakaian seragam dan sepatunya. Jangan disalurkan oleh masyarakat sipil secara bebas. Jangan sampai seperti seragam anak sekolah saja.

Atau paling tidak seragam TNI dan POLRI jangan sampai dimiliki oleh orang sipil. Seandainya orang sipil memerlukan misalnya untuk suatu kegiatan 17 Agustus dapat melalui pendataan. Mereka juga ada baiknya memberikan jaminan kalau seragam jangan sampai jatuh ketangan orang yang tidak bertanggung jawab. Atau pemerintah membuat Undang-Undang melarang masyarakat sipil menyimpan atau memiliki seragam TNI atau POLRI.

Menurut hemat saya, masyarakat harus berhati-hati ketika dekat atau menjalin relasi dengan seorang yang mengaku TNI atau POLRI. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengecek. Tanyakan dia dari kesatuan mana dan tugas di mana. Setelah dia menjawab maka lakukan kalrifikasi ke tempat tersebut.

Misalnya dimengaku dari kesatuan A dan bertugas di KODIM B (POLRESTA), misalnya. Diam-diam foto orangnya dengan HP anda. Setelah melakukan pengecekan maka akan tahu yang sebenarnya. Begitupun apabila dia berseragam Polisi. Jangan langsung percaya. Kalau anda seorang gadis, misalnya dia mengajak pacaran atau mau melamar.

Masyarakat juga berpikir dua kali, sebelum Meminjamkan uang atau kendaraan dan sebagainya. Karena belum tentu dia anggota TNI atau POLRI sesungguhnya. Mungkin saja dia seorang TNI atau POLRI gadungan (palsu) yang sedang mencari korban. Jangan tertipu lantaran berseragam, jadilah masyarakat cerdas.


Hal yang paling buruk adalah ketika seorang wanita berkenalan dengan orang berseragam gadungan tersebut. Hanya karena oknum memajang foto berseragam di media sosialnya. Atau bertemu sekali dua kali dan berseragam. Sehingga korban begitu percaya, ditambah dengan bualan-bualan penipuan.

Korban langsung percaya tanpa klarifikasi. Lalu berpacaran, kemudian dizinahi, di hotel atau dimana saja. Kadang korban gadis yang sudah berpendidikan tinggi. Sungguh ironiskan kalau masih tertipu dengan hal sederhana seperti itu. Dimana seorang yang sudah berpendidikan tinggi seharusnya memiliki pikiran kritis. Kecuali memang memiliki sifat materialisme membabi buta.



Menipu Untuk Pacaran
Mengaku-Ngaku Aparat


Mencari Pacar
Menipu Mahasiwi, Perawat
dan Polwan


Menipu PNS
Menggadaikan Kendaraan Korban


Memperkosa
 Tipuan dan Mencabuli

Rangkuma tersebut hanyalah sebagian kecil. Tipuan yang paling banyak adalah untuk mendapatkan cinta. Kemudian korban terbanyak juga dari wanita, yaitu diperkosa dan dicabuli. Bahkan banyak yang suka relah memberikan harga dirinya lantara memakai seragam TNI atau POLRI. Mengapa para gadis yang menjadi korban terbanyak. Karena para gadis tidak kritis. Ada juga karena suka dengan penampilan gagah.

Lumra saja, karena dari melihat seragam. Orang akan mudah percaya. Kemudian sikap mudah percaya dan baik hati para gadis. Sehingga mudah tertipu karena mereka berhati lembut. Sebab itulah mereka menjadi makanan empuk lelaki penipu. Masihkah kalian tidak mau mengambil pelajaran para wanita yang sudah menjadi KORBAN.

Buat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak ada penertiban seragam TNI dan POLRI. Hal ini baru bermodus cinta atau materi. Bagaimana kalau sebuah kegiatan terorganisir. Aksi masa atau operasi intelijen asing. Musuh negara seperti separatisme yang ingin mencari dalih HAM. Entah apa yang akan terjadi hanya karena seragam!!!.

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 25 Oktober 2019.
Scrincut: Media-media terpercaya Indonesia.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment