Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan
APERO FUBLIC I OPINI.- Dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korea Selatan semakin populer di Indonesia. Tidak hanya melalui musik K-Pop dan drama Korea, tren fashion Korea juga banyak digemari oleh kalangan mahasiswa.
Gaya berpakaian ala Korea dikenal sederhana, nyaman, tetapi tetap terlihat modis dan menarik. Berbagai inspirasi outfit mudah ditemukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest sehingga semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk mengikutinya.
Namun, di balik keinginan untuk tampil modis, mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai tantangan. Tugas kuliah yang menumpuk, jadwal yang padat, serta keterbatasan uang saku membuat sebagian mahasiswa harus lebih bijak dalam mengatur pengeluaran.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah mahasiswa tetap bisa mengikuti tren fashion Korea tanpa mengorbankan kebutuhan yang lebih penting?
Fashion Korea di Kalangan Mahasiswa
Fashion Korea memiliki daya tarik tersendiri karena mengutamakan kesan rapi, sederhana, dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Beberapa item yang sering digunakan antara lain kemeja oversized, celana longgar, rok midi, sweater, cardigan, serta sneakers berwarna netral. Gaya ini sangat cocok diterapkan dalam lingkungan kampus karena tetap terlihat sopan dan tidak berlebihan.
Selain itu, fashion Korea juga memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk mengekspresikan diri. Mahasiswa dapat memadukan pakaian yang sudah dimiliki dengan berbagai aksesori sederhana sehingga menciptakan penampilan yang menarik tanpa harus selalu membeli pakaian baru.
Tantangan Mahasiswa dalam Mengikuti Tren Fashion
Meskipun terlihat menarik, mengikuti tren fashion tidak selalu mudah bagi mahasiswa. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan uang saku. Banyak mahasiswa harus membagi pengeluaran untuk biaya transportasi, makan, tugas kuliah, dan kebutuhan akademik lainnya. Oleh karena itu, membeli pakaian baru secara terus-menerus bukanlah pilihan yang bijak.
Selain faktor ekonomi, mahasiswa juga memiliki keterbatasan waktu. Kesibukan mengerjakan tugas, mengikuti organisasi, dan mempersiapkan ujian sering kali membuat mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti perkembangan tren terbaru.
Akibatnya, tidak semua mahasiswa dapat tampil sesuai dengan tren yang sedang populer.
Penulis: Nandinda Kaira
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi D3 Akuntansi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment