6/15/2019

Sinergi Aktor Pembangunan Infrastruktur Digital di Era Generasi Milenial


Apero Fublic.- Generasi milineal merupakan generasi yang paling banyak diperbincangkan. Dapat dikatakan generasi milenial adalah generasi muda masa kini yang berusia dikisaran 15–34 tahun. Secara jumlah populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun pada tahun 2018 sangat besar, yaitu sebesar 33,12 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, generasi milenial merupakan generasi yang unik karena generasi ini merupakan generasi yang kehidupannya tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet.


Penggunaan teknologi penduduk Indonesia diyakini akan terus meningkat seiring dengan gaya hidup generasi milenial. Berdasarkan data BPS 2018, penduduk Indonesia yang mengakses internet tahun 2018 sebesar 39,90 persen meningkat 7,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Penggunaan telepon seluler dan komputer diyakini juga akan mengalami peningkatan, BPS mencatat penduduk Indonesia yang menggunakan telepon seluler pada tahun 2018 sebesar 73,77 persen dan komputer sebesar 19,10 persen.


Teknologi akan terus berkembang seiring dengan gaya hidup masyarakat milenial. Berdasarkan data BPS 2017, sebesar 79,13 persen pengguna internet menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Sedangkan tujuan lainnya sebesar 65,97 persen untuk mendapatkan informasi/berita, 45,07 persen untuk hiburan, 11,45 persen untuk mendapatkan informasi/jasa, dan 8,10 persen untuk pembelian barang/jasa. Ini artinya, teknologi membuat kehidupan generasi milenial menjadi lebih praktis karena dalam satu perangkat mobile dan internet generasi milenial dapat melakukan semua aktivitas.


Lalu apakah semua generasi milenial sudah mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi digital? Seharusnya semua generasi milenial mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi digital. Namun sayangnya, belum meratanya infrastruktur digital membuat manfaat dari teknologi digital ini belum dinikmati seluruhnya oleh generasi milenial di Indonesia.


Infrastruktur digital di Indonesia

Meningkatnya penggunaan teknologi digital, membutuhkan infrastruktur digital yang mendukung. Hal ini penting karena di era serba digital pemanfaatan teknologi yang berbasis internet membutuhkan jaringan internet dengan kecepatan tinggi dan jaringan komunikasi yang baik. Salah satunya adalah ketersediaan Base Transceiver Station (BTS) yang merupakan infrastruktur utama yang mempengaruhi kekuatan sinyal telepon seluler dan kekuatan sinyal internet.


Berdasarkan hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) 2018, jika dilihat berdasarkan keberadaan BTS, 38 persen desa/kelurahan di Indonesia sudah mempunyai BTS, 62 persen lainnya belum mempunyai BTS. Jika ditinjau berdasarkan kekuatan sinyal telepon seluler sebesar 66 persen desa/kelurahan di Indonesia memiliki kekuatan sinyal telepon seluler yang kuat, sebesar 34 persen lainnya memiliki kekuatan sinyal telepon seluler yang lemah dan tidak ada sinyal. Berdasarkan kekuatan sinyal internet, sebesar 35 persen desa/kelurahan di Indonesia memiliki kekuatan sinyal internet 4G/LTE, sedangkan 65 persen lainnya non 4G/LTE.


Masih terjadi ketimpangan infrastruktur digital di Indonesia

Infrastruktur digital seharusnya dapat diakses dan dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi milenial. Namun berdasarkan data BPS (Podes 2018), masih terdapat ketimpangan infrastruktur digital antar provinsinya. Provinsi Papua merupakan provinsi yang keberadaan infrastruktur digitalnya paling tidak memadai.


Dapat terlihat dari keberadaan BTS, hanya sebesar 6 persen desa/kelurahan di Provinsi Papua memiliki BTS, sisanya 94 persen belum memiliki BTS. Jika dilihat berdasarkan kekuatan sinyal telepon, hanya 16 persen desa/kelurahan di Provinsi Papua memiliki kekuatan sinyal telepon seluler yang kuat, sisanya 84 persen memiliki kekuatan sinyal telepon seluler yang lemah dan tidak ada sinyal. Berdasarkan kekuatan sinyal internet, sebesar 10 persen desa/kelurahan di Provinsi Papua memiliki kekuatan sinyal internet 4G/LTE, sedangkan 90 persen lainnya non 4G/LTE.


Berbeda halnya dengan Provinsi DKI Jakarta yang merupakan provinsi yang paling baik dalam keberadaan infrastruktur digitalnya. Sebesar 84 persen kelurahan di Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki BTS, sebesar 92 persen kelurahan di Provinsi DKI Jakarta memiliki sinyal internet 4G/LTE. Bahkan sebesar 100 persen kelurahan di Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki kekuatan sinyal telepon seluler yang kuat. Ini berarti infrastruktur digital di Provinsi DKI Jakarta sangat memadai.


Peran Aktor Pembangunan dalam SDGs

Bagaimanapun teknologi digital tidak akan dapat dinikmati manfaatnya selama masyarakat tidak memiliki akses terhadap infrastruktur digital dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang memadai. Oleh karena itu, pentingnya peran Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengurangi kesenjangan di dalam pembangunan infrastruktur digital.


SDGs dirancang secara partisipatif dengan melibatkan seluruh aktor pembangunan, baik pemerintah, swasta, akademisi, dan sebagainya. Pemerintah saat ini terus mendukung pencapaian SDGs agar akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi dapat terjangkau bagi semua. Salah satu peran nyata pemerintah dalam mendukung ketersediaan akses teknologi informasi dan komunikasi lebih luas adalah dengan membuka proyek pengadaan satelit multifungsi.


Proyek ini merupakan salah satu contoh sinergi kuat berbagai elemen negeri & Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), dan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) untuk menyediakan internet cepat ke seluruh daerah.


Dalam proyek strategis nasional ini, PT SMI ditunjuk sebagai Lead Transaction Advisor untuk mengawal & mendampingi pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Kedepannya proyek ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya seperti melengkapi ketersediaan akses internet di daerah pelosok, mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sarana pendidikan, 47.900 kantor Pemerintah Daerah, 3.700 sarana kesehatan, dan 3.900 kantor Administrasi Pertahanan & Keamanan, serta memangkas biaya penggelaran jaringan fiber optik hingga 75%.


Program SDGs yang sedang digencarkan pemerintah saat ini juga membutuhkan peran dari generasi milenial. Karena generasi milenial inilah yang nantinya akan menjadi motor penggerak dari program pembangunan berkelanjutan. Peran generasi milenial dapat kita terapkan mulai dari hal yang sederhana di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti memanfaatkan akses internet yang sudah disediakan pemerintah dengan bijak. Internet dapat dijadikan ajang belajar yang dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi pendidikan yang bemutu.

Selain itu, dengan adanya internet, kita bisa mengakses tutorial yang bisa mengembangkan keterampilan khususnya di bidang IT. Generasi mienial juga harus bijak dalam penggunaan sosial media dengan menangkal informasi-informasi hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Di era yang serba digital, generasi milenial harus lebih kreatif dan inovatif sehingga mendorong jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.


Dengan adanya sinergi antara aktor pembangunan baik dari pihak pemerintah maupun generasi milenial dapat mendukung percepatan pencapaian SDGs khususnya dalam rangka mengurangi ketimpangan infrastruktur digital, menyediakan pendidikan bermutu, dan mengurangi kemiskinan di Indonesia. Sehingga harapannya Indonesia dapat lebih baik lagi. Semoga.
Foto Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan Republik Indonesia. Memberikan hadia pada para pemenang lomba menulis. Beliau sudah dipercaya menjadi menteri keuangan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian juga dipercaya oleh Bapar Presiden Jokowidodo sebagai Mentri Keuangan Indonesia.

Oleh. Ade Rahma Dahnia.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 18 Maret 2019.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.(Dipublikasikan Apero Fublic).

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment