Berita
Berita Daerah
Langkat
SUMUT
Tiorita Dukung Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Langkat Miliki 20 Ribu Hektare Mangrove
APERO FUBLIC I JAKARTA.- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, mendukung penerapan tata kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang investasi hijau yang berkelanjutan.
Dukungan tersebut disampaikan Tiorita saat mengikuti Workshop Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat.
Menurut Tiorita, Kabupaten Langkat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi karbon, terutama melalui sektor kehutanan, perkebunan, dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Melalui tata kelola nilai ekonomi karbon yang baik, kita berharap dan optimistis dapat menjaga alam Langkat tetap lestari, sekaligus membuka peluang investasi hijau yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Ia menegaskan, Pemkab Langkat siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam implementasi program perdagangan karbon serta mendukung kebijakan nasional terkait pengendalian perubahan iklim.
Tiorita juga menilai kegiatan sosialisasi tata kelola NEK tahun 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup tersebut penting untuk memperkuat pemahaman pemerintah daerah mengenai pengelolaan dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon.
“Kegiatan ini sangat positif untuk memperkuat pemahaman pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon sebagai upaya mendukung target penurunan emisi nasional,” tambahnya.
Langkat Miliki Potensi Mangrove 20.221 Hektare
Salah satu potensi lingkungan yang dapat menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi karbon di Kabupaten Langkat adalah kawasan mangrove. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, luas lahan mangrove di daerah tersebut tercatat sekitar 20.221 hektare, dengan kondisi vegetasi yang bervariasi, mulai dari jarang, sedang, hingga lebat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Erwin Bachari, SP, M.MA, menyebutkan luas kawasan mangrove tersebut merupakan potensi lingkungan yang perlu dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.
“Potensi lahan mangrove di Kabupaten Langkat sangat luas, jumlahnya sekitar 20 ribuan hektare,” ungkapnya.
Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan menyerap karbon. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi hijau di Kabupaten Langkat.
Kegiatan workshop tersebut turut dihadiri para kepala daerah dari Pulau Sumatera dan Jawa, perwakilan kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta pemerhati lingkungan.
Dalam kegiatan itu, Plt Bupati Langkat didampingi Kepala Bappedalitbang Rina Wahyuni Marpaung, S.STP, M.AP; Kepala Dinas PPKB dan PPA Indri Nugraheni, SE, MM, Akt; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Erwin Bachari, SP, M.MA; serta Kepala Dinas Kominfo Wahyudiharto, S.STP, M.Si.
Editor. Tim Redaksi
Source. Dinas Kominfo Langkat
Sy. Apero Fublic
Via
Berita

Post a Comment